Demi Indonesia

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
11/8/2018 05:30
Demi Indonesia
()

DUA pasangan calon presiden dan calon wakil presiden resmi mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum. Joko Widodo memilih KH Ma'ruf Amin sebagai pasangannya, sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Delapan bulan ke depan merupakan kesempatan bagi rakyat Indonesia untuk mengenal calon pemimpin mereka sampai nanti memutuskan siapa yang akan dipilih pada 19 April 2019.

Sebagai pemegang hak kedaulatan, rakyatlah yang akan menentukan masa depan Republik ini. Kita bukan sekadar akan memilih pemimpin, melainkan memilih pemimpin terbaik yang bisa membawa Indonesia ke arah lebih baik.

Tantangan yang akan kita hadapi lima tahun ke depan tidak lebih mudah.

Kita masih dihadapkan kepada ketidakpastian global. Proteksionisme yang diterapkan AS menjadi ancaman bagi sistem perdagangan dunia. Pekerjaan rumah kita untuk terus menurunkan angka kemiskinan yang sekarang sudah satu digit.

Tugas dari dua pasangan calon untuk mempersiapkan konsep pembangunan yang bisa menjawab semua tantangan itu. Konsep itu perlu disosialisasikan agar rakyat paham dan tahu karena semua warga harus berperan serta memajukan negeri ini.

Kita paham dalam kampanye hal-hal yang idealis selalu dilontarkan. Kita paham memang semua 'kecap selalu nomor satu'. Namun, tentunya kita perlu mengingatkan, pembangunan itu merupakan proses yang terus berlanjut dan tidak pernah ada pembangunan yang sekali jadi.

Setelah empat tahun gencar dilakukan pembangunan infrastruktur, selanjutnya kita perlu membangun manusia Indonesia. Kualitas sumber daya manusia merupakan hal yang paling penting agar kita bisa bijaksana dan cerdas memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia.

Peningkatan kualitas manusia bisa dilakukan melalui jalur pendidikan. Namun, yang tidak kalah pentingnya ialah membangun sikap disiplin dan etos kerja. Dengan modal itulah kita bisa berharap mampu menciptakan produk dan dengan kreativitas serta inovasi bahkan kita kemudian bisa melakukan reproduksi.

Kita perlu belajar dari bangsa Jepang, Korea, dan Tiongkok. Mereka bisa menjadi negara maju karena mendahulukan pembangunan manusia. Ketika Jepang kalah dalam Perang Dunia II, yang pertama mereka lakukan ialah mengumpulkan guru yang masih ada agar bisa mendidik kembali anak-anak muda untuk menjadi tumpuan masa depan bangsa.

Pepatah Belanda memang mengatakan, hanya mereka yang memiliki generasi muda yang mempunyai masa depan. Generasi muda yang dimaksud tentu bukan sekadar muda usianya, melainkan mereka dibekali dengan ilmu dan pengetahuan agar bisa menaklukkan masa depan.

Apalagi sekarang kita sedang hidup di era digital. Tuntutan untuk membuat masyarakat melek teknologi semakin tinggi lagi. Teknologi bisa kita jadikan alat untuk menopang kinerja dan mempercepat penguasaan ilmu. Bahkan dengan teknologi, dunia bisa kita buat tidak ada batasnya.

Kita sudah melihat bagaimana anak-anak muda Indonesia mampu mengubah dunia. Kita punya orang seperti Nabiel Makarim yang membuat inovasi melalui layanan Go-Jek. Kita memiliki William Tanuwijaya yang melahirkan Tokopedia. Masih banyak anak muda lain yang muncul karena kreativitas dan inovasi mereka.

Hal itu menunjukkan kita mempunyai banyak potensi untuk membuat Indonesia maju. Yang kita butuhkan ialah critical mass yang memungkinkan perubahan itu bisa terus berlanjut. Untuk itu, harus mampu diciptakan kondisi yang memungkinkan munculnya pikiran-pikiran besar.

Presiden Joko Widodo sudah benar apabila tahun depan akan memfokuskan pembangunan pada peningkatan kualitas SDM. Kita memang harus terus mendorong perbaikan kualitas SDM. Agenda itu bahkan harus menjadi agenda berlanjut oleh siapa pun yang akan memimpin negeri ini.

Kontestasi pemilihan presiden harus memperkuat perjalanan bangsa ini ke depan. Apa yang sudah dilakukan para pemimpin bangsa harus menjadi modal bagi kita untuk bisa lebih maju lagi. Janganlah kita selalu melalui perjalanan dari titik nol.

Oleh karena itu, Pemilihan Umum 2019 jangan dijadikan zero sum game. Sebab, kita bukan sedang bersaing untuk saling menyingkirkan. Pemilu ialah adu ide gagasan untuk membuat Indonesia lebih berjaya dan perbaikan kehidupan rakyat.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima