Keputusan Menit Terakhir

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
10/8/2018 05:30
Keputusan Menit Terakhir
(tiyok)

HAMBAR. Itulah perasaan saya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden untuk maju pada Pemilu 2019. Hambar karena selain faktor usia, kini 75 tahun, saya ragu apakah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mampu menjawab tantangan zaman seperti yang kerap dipidatokan Jokowi?

Tantangan zaman bukan saja soal politik identitas, melainkan jgua ekonomi global, abad digital, dan kian berperannya kaum milineal. Mahfud MD, yang masih disebut 2 jam menjelang pengumuman, menurut saya justru paling tepat untuk posisi itu.

Saya percaya dan hormat akan ilmu agama dan ketokohan Ma'ruf Amin. Posisinya sebagai Ketua Umum MUI pastilah ia ulama mumpuni. Kesejukannya ketika bicara saya tak ragu. Saya hanya cemas ia nanti sebagai umara yang kian kompleks tantangannya. Bukankah seperti yang kerap kita dibincangkan, wakil presiden hendaknya sosok yang siap menjadi presiden jika sejarah benar-benar memanggilnya?

Namun, itulah hasil rapat sembilan ketua partai pengusung yang didampingi para sekjen partai dengan Jokowi di Restoran Plataran Menteng. Latar tempat yang menjadi saksi berbagai peristiswa bersejarah Indonesia. Ini pula yang disebut Jokowi gabungan nasionalis-religius. Sejarah Republik Indonesia ialah bersatunya nasionalis-agamais. Pastilah ini pertimbangan yang telah dihitung dari berbagai sisi.

"Saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi sebagai calon wakil presiden (2019-2024) adalah Profesor Doktor Kiai Haji Ma'ruf Amin," kata Jokowi. Ia menambahkan, selain persetujuan dari partai koalisi, keputusan itu juga telah mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat.

Ma'ruf yang lahir di Tangerang, Banten, 11 Maret 1943, memang bukan semata ulama yang tak tahu politik. Sebagai kader PPP, pada usia 28 tahun ia terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta, pernah pula jadi pemimpin Komisi A. Ketika reformasi bergulir ia pindah ke PKB dan terpilih menjadi anggota DPR RI hingga menduduki posisi Ketua Komisi VI.

Sejak 2001 Amin memang lebih fokus sebagai ulama di MUI. Pada 2007 ia ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) dari unsur ulama hingga 2014. Pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang Ma'ruf dipercaya sebagai Rois Aam PBNU periode 2015-2020. Wajar, jika setelah Jokowi memilihnya sebagai cawapres, di Kantor PBNU-lah Ma'ruf menggelar konferensi pers yang lengkap didampingi Ketua Umum PBNU Said Agil Siroj, Sekjen Helmy Faishal Zaini, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dan Sekjen PKB Abdul Kadir Kading.

Banyak pula yang memuji Jokowi. Keputusan itu tidak saja bakal bisa menyolidkan PKB dan warga NU untuk memenangkan Jokowi, tetapi juga seluruh partai pengusung, dan mendinginkan suasana, terutama keterbelahan masyarakat pascapilkada Jakarta. Kita tahu Ma'ruf Amin ulama yang juga mengecam Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus Al-Maidah 51, tetapi ia melarang umat Islam ikut serta dalam aksi 212. Ia menilai gerakan itu sangat politis.

Nilai strategis Ma'ruf juga bisa 'mengunci' cawapres yang bakal dipilih Prabowo setelah serangan 'Jenderal Kardus' oleh politikus Partai Demokrat, Andi Arief. Sebutan itu disebabkan Andi mendengar kabar Sandiaga Uno membayar PAN dan PKS agar tak meminta kursi cawapres Prabowo. Sandiaga-lah yang akan menjadi pendaping Prabowo.

Dari cicitan Andi, Demokrat ada kemungkinan mendukung Jokowi-Ma'ruf. Jika koalisi Prabowo-yang baru tadi malam diumumkan capres dan cawapresnya--selama ini mengklaim paling dekat dengan ulama, kini pemimpin tertinggi ulama justru berada di pihak Jokowi. Itu diharapkan bisa meredam tuduhan yang selama ini gencar dilakukan kubu Prabowo, yakni anti-Islam dan kriminalisasi ulama. Agresivitas aksi #2019GantiPresiden mungkin akan melisut juga.

Memilih Ma'ruf mungkin memang bisa meredam polarisasi bangsa, tapi mungkin hanya satu periode. Namun, memilih Mahfud MD mungkin satu periode plus pada 2024, kita benar-benar punya calon presiden yang sangat siap. Namun, Jokowi dan partai pengusung punya penilaian lain. Untuk kekuasaan tertinggi, Mahfud dinilai kurang berkeringat.

Saya berharap keraguan saya--juga mungkin banyak orang--sirna ketika nanti Jokowi-Ma'ruf resmi didaftarkan ke KPU dan jika nanti benar-benar terpilih. Debat capres nanti akan menjadi 'pembuktian' awal, bagaimana kemampuan pasangan ini.

Meragukan calon pemimpin publik, terlebih untuk jabatan sepenting wakil presiden, justru bagian kepedulian warga negara. Ia mestinya jadi masukan berharga. Namun, apa pun selamat untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf. Publik akan melihat, mengawasi, dan menilai langkah hari-hari berikutnya.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima