Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menetapkan Pertamina sebagai pemenang pengelolaan Blok Minyak Rokan di Provinsi Riau untuk periode 2021-2041. Blok minyak yang berada di tiga lokasi, yakni Duri, Minas, dan Besakap merupakan ladang minyak terbesar kedua setelah Blok Cepu dengan cadangan 1,5 miliar barel. Pertamina memenangi persaingan atas PT Chevron Indonesia yang selama ini mengelola blok tersebut, setelah mengajukan signature bonus kepada pemerintah sebesar Rp11,5 triliun.
Kita harus acungi jempol langkah yang diambil manajemen Pertamina dan keputusan pemerintah untuk memberikan hak pengelolaan kepada yang paling besar memberikan manfaat bagi negara. Berulang kali kita sampaikan, Pertamina harus berubah. Tidak bisa Pertamina hanya menjadi ‘penjual bahan bakar minyak’. Pertamina harus menjadi produsen minyak dan gas.
Transformasi itu menuntut Pertamina harus menguasai hulu migas. Dengan produksi hanya 76 ribu barel per hari, sedangkan produksi nasional sekitar 760 ribu barel per hari, Pertamina tidak bisa dikatakan sebagai perusahaan minyak negara.
Dengan mengambil alih pengelolaan Blok Rokan, produksi minyak Pertamina bisa lebih dari 300 ribu barel per hari. Artinya, Pertamina sudah bisa menyumbang sekitar 40% produksi minyak nasional. Kalau Pertamina lebih agresif lagi mendapatkan ladang minyak baru, Pertamina akan menjadi perusahaan minyak negara yang sesungguhnya.
T
idak bosan kita membandingkan Pertamina dengan Petronas yang dulu belajar dari badan usaha milik negara kita ini. Menurut Presiden Direktur Medco Energy Hilmi Panigoro, Petronas bisa menjadi perusahaan kelas dunia karena operasi minyak mereka sudah ada di 100 negara.
Kemampuan manajemen Pertamina tentu tidak kalah dari orang-orang Petronas. Yang dibutuhkan tinggal kemauan untuk berubah dan melakukan transformasi. Dengan itulah Pertamina akan mempunyai kemampuan keuangan yang lebih solid dan tidak pernah akan goyah ketika diminta menjalankan kewajiban pelayanan publik.
Petronas pun sama dengan Pertamina diwajibkan pemerintahnya untuk menjual BBM dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Mereka bisa menutupi beban biaya menjalankan kewajiban pelayanan publik karena keuntungan dari bisnis di sektor hulu.
Potensi keuntungan dari bisnis migas yang terbesar memang tidak terletak di industri hilir. Kalangan migas selalu mengatakan, bisnis ritel itu sebenarnya bisnis recehan. Bisnis besar ada pada industri hulu dan pengolahan yang mempunyai nilai tambah tinggi seperti industri petrokimia.
Memang, ada prasyarat yang harus dipenuhi pemerintah apabila ingin menjadikan Pertamina sebagai perusahaan minyak negara yang sehat dan kuat. Pertama ialah pemilihan direksi harus didasarkan profesionalitas dan sistem rekrutmen yang benar. Ini penting agar kemudian direksi bisa bekerja sesuai dengan karakter industri migas.
Tidak mungkin kita bisa membangun Pertamina yang kuat apabila direktur utamanya diganti setiap tahun. Padahal, investasi migas membutuhkan waktu minimal 10 tahun. Keputusan direksi untuk melakukan eksplorasi sekarang ini, hasilnya baru bisa dirasakan minimal 10 tahun yang akan datang.
Kedua, direksi Pertamina harus orang yang tepercaya agar bisa diberikan kebebasan untuk melakukan aksi korporasi. Negara yang diwakili pemerintah hanya bertugas seperti komisaris yang mengingatkan apabila terjadi penyimpangan tanpa harus terlibat ke dalam urusan teknis.
Ketiga, negara harus memberi dukungan bagi berjalannya operasi perusahaan dengan baik. Apabila Pertamina membutuhkan lahan untuk pembangunan industri hulu, penyediaan lahan harus dilakukan negara. Petronas di Kuantan misalnya, bisa bekerja tenang mengembangkan bisnis karena negara sudah menyiapkan 4.000 hektare lahan bagi pembangunan industri migas yang terintegrasi.
Kita harus menyadari, pembangunan itu membutuhkan dukungan energi. Kita tidak pernah bisa menjadi negara industri apabila tidak mempunyai pasokan energi yang mencukupi dan berkelanjutan. Untuk itulah pemerintah tidak boleh ragu untuk menetapkan penyediaan energi sebagai kebutuhan utama negeri ini.
Sekarang ini terlalu lama juga kita membiarkan Pertamina berjalan tanpa komando. Seorang pejabat sementara memiliki keterbatasan untuk menetapkan kebijakan strategis. Pemerintah harus berani segera menunjuk orang untuk menjadi direktur utama Pertamina.
Penunjukan Pertamina sebagai pengelola Blok Rokan diharapkan menjadi titik awal untuk membangun Pertamina yang hebat. Pemerintah harus menjaga momentum terjadinya transformasi di Pertamina. Sudah saatnya kita dorong Pertamina bisa terbang tinggi.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved