Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SBY kembali menjadi pembicaraan publik gara-gara pernyataannya akhir pekan lalu bahwa Polri, TNI, BIN tidak netral dalam rangka pilkada yang diselenggarakan Rabu, kemarin.
SBY menyebut hal itu dilakukan oknum dengan menunjuk sebagai bukti penggeledahan rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar yang maju sebagai calon gubernur. SBY menggugat, mengapa rumah calon gubernur yang lain tidak digeledah?
Penjabat Gubernur Jabar M Iriawan yang merupakan perwira tinggi Polri membantah penggeledahan itu. Yang mereka lakukan pemeriksaan aset, bukan penggeledahan. Iriawan bahkan menyayangkan SBY mendapat informasi tersebut dari pembisiknya. "Sekarang di media sosial beliau terpojok, kan kasihan. Harusnya dilihat dulu yang memberi masukan."
Dalam konferensi pers kampanye akbar pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Bogor, Sabtu (23/6), SBY bahkan eksplisit menyebut ada oknum aparat TNI, Polri, dan BIN, yang ikut berpolitik dan ingin menggagalkan calon-calon yang diusung oleh Demokrat.
"Kenapa ini saya sampaikan, agar BIN, TNI, dan Polri netral. Ini nyata sekali kejadiannya. Kalau pernyataan saya ini membuat intelijen dan kepolisian tidak nyaman, dan mau menciduk saya, silakan," katanya.
Ada dua kata yang perlu disorot. Pertama penggunaan kata 'oknum' untuk menghindari tuduhan kepada Polri, TNI, BIN sebagai institusi. Padahal, menyebut sekaligus dalam satu kalimat ada oknum di tiga institusi itu justru menimbulkan tafsir adanya konspirasi institusi.
Kedua, kata 'menciduk' yang mengandung makna kekerasan bahkan berupa pelanggaran HAM. Sangat mengherankan SBY yang mantan Kepala Staf Sosial Politik (Kasospol) ABRI berpangkat letnan jenderal di zaman otoriter itu kembali menggunakan kata 'menciduk'. Padahal, dia 10 tahun menjadi presiden sebagai produk demokrasi.
Untuk kedua kali dalam konteks pilkada, SBY berbicara negatif terhadap BIN. Yang pertama di masa pilkada Jakarta, ketika Ahok menjadi calon gubernur, bersaing dengan Anies Baswedan, dan AHY, anaknya. Yang kedua di masa pilkada Gubernur Jawa Barat sekarang ini, yakni Partai Demokrat mengusung Deddy Mizwar. Jelaslah SBY punya kepentingan subjektif.
Pandangan SBY yang mencurigai Polri, TNI, dan BIN membuat saya tidak bisa menghindarkan diri untuk menyoal, apakah potret diri SBY masih patut dilihat sebagai mantan presiden RI? Ataukah dia lebih pas dipandang sebagai seorang politikus, Ketua Umum Partai Demokrat? Ataukah perlu melihat potret dirinya mundur jauh ke belakang di level selaku Kasospol ABRI?
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved