Palang Pintu

14/7/2015 00:00
Palang Pintu
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)

INI 'perjuangan melawan lupa' tentang palang pintu pelintasan kereta api. Perkara yang mungkin dianggap sederhana, tetapi selama berpuluh tahun dibiarkan utuh. Padahal, lima tahun terakhir sekitar 5.000 orang mati terbunuh--ribuan lain terluka--di pelintasan serupa itu. Setiap hari tiga 'syuhada jalan raya' gugur karena sepur nahas di pelintasan.

Kenapa kekejaman itu terus dibiarkan?

Itu sebabnya ketika halaman pertama Media Indonesia edisi Jumat (10/7) memuat foto kereta api yang melewati pelintasan tak berpalang pintu di Kemijen, Semarang, satu di antara 395 pelintasan tak berpalang pintu di Daops IV Semarang, saya segera mengingat bahaya itu.

Segera terngiang, meski sudah lama berselang, terjadinya peristiwa maut--menewaskan beberapa orang--di sebuah pelintasan kereta api di Bandar Lampung.

Menteri Perhubungan Hatta Rajasa ketika itu sontak berjanji, pihaknya segera memasang palang pintu tak hanya di Lampung, tetapi juga di tempat-tempat lain di Indonesia.

Menurut PT KAI, ada 12 ribu pelintasan, 10 ribu tak berpalang pintu, 350 di antaranya pelintasan liar. Data lain, ada sekitar 6.000 pelintasan polos.

Lidah memang tak bertulang. Seorang petinggi berjanji berulang-ulang setiap ada tragedi, meski bukan solusi. Jawaban yang 'jujur' justru terlontar dari pejabat di bawah menteri. Katanya, pemerintah tak cukup dana membangun palang pintu sebanyak itu.

"Pintu pelintasan otomatis butuh sekitar Rp800 juta, manual Rp200 juta. Untuk manual, setiap pelintasan butuh delapan orang berjaga bergantian selama 24 jam."

Menurut logika itu, selama tak ada dana, jangan harap keselamatan itu terjamin. Memang ada solusi kecil penambahan palang pintu, pembuatan jembatan layang, dan pelintasan bawah, tetapi amat terbatas.

Di musim mudik ini, sekitar 27 juta manusia di seluruh Tanah Air akan bergerak dan sekitar 2 juta kendaraan dari Jakarta--belum lagi dari kota-kota lain--tumpah ruah di Pulau Jawa, juga Sumatra.

Saya membayangkan ribuan pelintasan kereta api polos itu. Bukankah di pelintasan berpalang pintu saja kerap terjadi kecelakaan karena alat tak berfungsi karena kurangnya perawatan, petugas lalai, dan pemakai jalan menyerobot?

Kini 'euforia' kita memang Tol Cipali yang diharapkan jadi solusi di jalur pantura. Itu baik meski kurang dipikirkan kecepatan pelayanan di pintu tol dan perbaikan jalan setelah keluar pintul Tol Pejagan, Brebes.

Jutaan kendaraan pasti akan menyebar melewati pelintasan kereta api, termasuk yang tak berpalang pintu. Para pemudik, pahlawan devisa bagi desa-desa, selamat menikmati perjalanan.

Saksamalah menghadapi pelintasan sepur, termasuk yang berpalang pintu itu. Bersabarlah meski negara belum menganggap pengamanan di pelintasan kereta itu penting.

Saya belum mendengar Menteri Perhubungan 'Jenderal' Ignatius Jonan, yang dinilai berhasil ketika menjadi Dirut PT KAI, memaparkan rencana aksinya, kecuali mengatakan, "Pemerintah tengah mencari upaya serius mengatasi kecelakaan kereta api di pelintasan."

Jonan yang ketika menjadi menteri menerapkan kebijakan seragam dengan pangkat bintang di pundaknya, seperti galibnya para pembesar TNI dan Polri, mestinya malu dengan 'pangkat jenderalnya' jika urusan palang pintu tetap jadi locus maut ribuan orang yang berulang.

Kita berharap kepada 'sang jenderal sipil'.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.