Amien Rais dan Prabowo

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
14/6/2018 05:10
Amien Rais dan Prabowo
()

AMIEN Rais diberitakan kian bergairah untuk kembali menjadi calon presiden setelah Mahathir Mohamad kembali menjadi Perdana Menteri Malaysia dalam usia 92 tahun.

Amien Rais berumur 74 tahun. Dia lebih muda 18 tahun daripada Mahathir. Perbedaan yang sangat jauh. Perbedaan lainnya terletak pada kata 'kembali'. Mahathir 'kembali' menjadi perdana menteri, sedangkan Amien Rais 'akan kembali' menjadi calon presiden. Mudah-mudahan selain PAN ada partai yang cukup kursi di DPR sehingga gabungan partai itu dapat mencalonkan Amien Rais sebagai capres.

Prabowo sebagai pemimpin partai oposisi pun kian bersemangat. Buktinya dia sampai perlu mengunjungi Anwar Ibrahim, pemimpin Partai Keadilan Rakyat, partai oposisi di Malaysia.

Bedanya ialah Anwar Ibrahim memimpin oposisi dari ruang sempit di penjara, sedangkan Prabowo dari Hambalang, kediamannya yang luas sehingga tersedia ruang untuk memelihara kuda.

Sejak 2003 partai yang didirikan Anwar Ibrahim telah empat kali ikut pemilu. Namun, dalam tiga kali pemilu (2003, 2008, 2013), Partai Keadilan Rakyat tidak berhasil menumbangkan partai yang berkuasa UMNO. Pada Pemilu 2018, setelah koalisi oposisi Pakatan Harapan dipimpin Mahathir, barulah mereka berhasil menumbangkan UMNO yang dipimpin PM Najib Razak. Jelaslah yang berwibawa, berkarisma, yang rekam jejaknya menjulang tinggi bukan Anwar Ibrahim, melainkan Mahathir Mohamad.

Seusai pemilu, BBC London mewawancarai sejumlah anak muda di jalan raya di Kuala Lumpur. Apa kata mereka? Mereka percaya kepada Mahathir seperti mereka percaya kepada kakek mereka. Inilah pemimpin bangsa yang dipersepsikan sebagai kakek yang menyayangi dan mengayomi anak cucunya, anak bangsa Malaysia.

Kepercayaan itu dibuktikan lebih dalam lagi. Seorang anak muda umur 27 tahun yang menggerakkan warga Malaysia di mana pun berada untuk bergotong royong menyumbangkan uangnya, membantu pemerintahan PM Mahathir meringankan utang negara yang berjibun, yaitu 1 triliun ringgit, yang dibuat rezim Najib Razak.

Presiden Jokowi mengapresiasi keinginan Amien Rais untuk menjadi capres. Hemat saya, Pemilu 2019 kesempatan bagi Amien Rais untuk kembali membuktikan apakah rakyat percaya atau tidak percaya menjadikan dirinya presiden RI. Sepatutnya Amien Rais penasaran terhadap dirinya sendiri, masak pemimpin reformasi pada Pilpres 2004 ditumbangkan Megawati dan SBY hanya dalam satu putaran?

Rasanya tidak masuk akal Amien Rais menjadi capres berpasangan dengan Prabowo sebagai cawapres. Seperti juga sebaliknya rasanya tidak masuk akal Prabowo yang menjadi capres dan Amien Rais sebagai cawapres. Tentu saja yang rasanya tidak masuk akal belum tentu rasanya tidak menjadi kenyataan dalam politik. Terlebih masih terbuka kemungkinan lain karena PKB dan Partai Demokrat belum menentukan siapa capres yang mereka dukung atau usung.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar telah menjajakan dirinya untuk menjadi cawapres entah untuk siapa calon presidennya. SBY kiranya juga menginginkan anaknya AHY menjadi cawapres pun entah untuk siapa pula capresnya. Apakah yang dimaksud dengan 'entah siapa capresnya' itu ialah Amien Rais dan Prabowo?

Bagus sekali bagi demokrasi Indonesia bila pada pemilu nanti ada tiga capres, yaitu alfabetis Amien Rais, Jokowi, dan Prabowo. Ketiganya pernah dua kali menjadi capres. Siapa pun yang kalah kiranya tidak lagi penasaran terhadap dirinya sendiri, terlebih penasaran terhadap legitimasi suara rakyat terbanyak yang harus dihormati siapa pun.

Terus terang, oposisi sekarang ini tergolong abai terhadap perkara esensial yang satu ini, yaitu legitimasi presiden terpilih.


 



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima