Berkah Lebaran

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
13/6/2018 05:30
Berkah Lebaran
()

TIDAK salah kalau dikatakan bahwa perencanaan merupakan 50% dari keberhasilan. Kerja keras yang dilakukan pemerintah untuk mempersiapkan mudik Lebaran membawa hasil yang baik. Mudik Lebaran 2018 nyaris berlangsung mulus dan tidak ada kemacetan parah yang terjadi.

Masyarakat pun bisa sampai ke kampung halaman masing-masing dengan waktu relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan perusahaan transportasi berjalan begitu baik.

Semua ada di tempat yang menjadi tanggung jawab masing-masing dan bekerja sesuai dengan tugas pokok serta fungsi masing-masing sehingga tercipta sinergi yang memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Apalagi persiapan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat juga dilakukan dengan baik. Praktis tidak ada gejolak harga bahan pokok yang terjadi. Dengan pasokan kebutuhan yang dipersiapkan cukup, inflasi pun terkendali. Ibu rumah tangga tidak perlu kebingungan biaya kebutuhan habis karena kenaikan harga.

Cara bekerja yang diawali dengan perencanaan dan persiapan yang baik itu kita harapkan menjadi model kerja ke depan. Kita selalu melakukan antisipasi sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan bisa dicegah jangan sampai terjadi.

Lancarnya perjalanan mudik memang memberikan imbas terutama kepada para pedagang yang berjualan di jalan arteri. Seperti tahun lalu, memang terbentangnya tol dari barat ke timur Pulau Jawa membuat pemudik bisa lebih cepat sampai tujuan. Mereka pun tidak perlu keluar tol dan cukup beristirahat di kawasan peristirahatan di dalam tol.

Akibatnya, para pedagang di jalan-jalan arteri tidak merasakan berkah dari Lebaran. Tentu tugas kepala daerah dari para pedagang yang tidak mendapatkan berkah Lebaran untuk membuat event atau tempat yang menarik agar mau disinggahi para pemudik.

Tanpa ada hal-hal unik yang menarik untuk didatangi, orang akan memilih langsung berkendara ke kota tujuan akhir.

Kita berharap berkah Lebaran mengimbas kepada perekonomian nasional. Dengan anggaran hampir Rp36 triliun yang digelontorkan pemerintah untuk tunjangan hari raya bagi aparatur sipil negara ditambah THR untuk karyawan swasta, Lebaran memberikan suntikan dana yang luar biasa bagi bergeraknya perekonomian.

Harapan kita masyarakat cerdas untuk membelanjakannya. THR Lebaran yang diterima dipakai untuk membeli produk-produk buatan dalam negeri. Permintaan itulah yang akan membuat industri meningkatkan produksi. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, industri akan mencari bahan baku yang kita harapkan juga diambil dari dalam negeri.

Bahkan ketika kapasitas itu meningkat, industri akan menarik tenaga kerja tambahan dari masyarakat. Bergeraknya roda perekonomian itulah yang akan membuat pembangunan ini semakin menggelinding. Apabila tidak ada distorsi, bahkan roda itu akan semakin cepat berputar.

Ketika perekonomian semakin cepat berputar, hasilnya bukan hanya akan dinikmati industri dengan pendapatan yang meningkat, melainkan juga masyarakat yang semakin banyak mendapatkan pekerjaan dan pemerintah yang mendapatkan penerimaan pajak.

Dalam ekonomi memang dibutuhkan momentum. Lebaran bisa kita pergunakan sebagai momentum untuk kebangkitan perekonomian. Dengan dana yang dimiliki masyarakat, kita berharap konsumsi rumah tangga bisa tumbuh di atas 5%. Ditambah dengan investasi yang sudah di atas 7%, kita pantas berharap pertumbuhan tahun ini minimal bisa mencapai 5,2%.

Tentu sekarang tinggal kecerdasan dari pemerintah menjaga momentum yang baik ini. Pemerintah jangan membuat langkah-langkah yang hanya membuat pasar menjadi nervous. Kebijakan yang dikeluarkan harus dikomunikasikan dengan baik agar tidak membuat pasar menjadi kaget.

Tidak ada di antara kita yang tidak mengharapkan negara ini menjadi lebih baik. Setiap orang pasti berkeinginan agar kehidupan lebih baik lagi. Untuk mencapai itu, semua pihak harus mau memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa dan negara ini.

Kehidupan lebih baik itu tidak akan terjadi dengan sendirinya. Semua harus melalui proses untuk mencapai tahapan yang lebih baik. Sinergi di antara tiga sektor, yakni pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, merupakan kunci untuk mencapai kemajuan.

Saatnya untuk meninggalkan sikap memikirkan diri sendiri. Tugas pemerintah menentukan arah dan menyiapkan peraturan yang berlaku sama untuk semua orang. Dunia usaha bertanggung jawab melaksanakan arah pembangunan yang sudah ditetapkan pemerintah dengan memperhatikan aturan main yang sudah ditetapkan.

Masyarakat sendiri bertugas untuk ikut menciptakan kondisi aman, tenang, dan nyaman agar semua bisa bekerja sebaik-baiknya.

Indonesia itu sayang kalau tidak bisa maju dan menyejahterakan rakyatnya. Begitu banyak sumber daya yang kita miliki. Alam pun begitu mendukung. Kita hanya butuh sikap lebih optimistis dan lebih kreatif untuk menghasilkan karya yang bisa dibanggakan. Selamat Idul Fitri 1439 Hijriah.

 



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima