Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH survei tentang indeks hilangnya masa kanak-kanak sedunia menempatkan anak-anak kita pada rangking ke-105 dari 175 negara. Dalam rangking itu Indonesia ditandai pula dengan huruf G. Apa artinya?
Itu satu tanda dari tiga ancaman hilangnya masa kanak-kanak. Yang pertama ditandai dengan huruf P, yaitu masa kanak-kanak yang direnggut kemiskinan (poverty). Contohnya anak-anak di Korea Utara, Rwanda, Timor Leste, dan Bangladesh.
Ancaman yang kedua ditandai dengan huruf C, yaitu anak-anak yang kehilangan masa kanak-kanak karena negara mereka dilanda konflik. Contohnya Palestina, Myannar, Sudan, dan Suriah.
Ancaman yang ketiga ditandai dengan huruf G, yaitu hilangnya masa kanak-kanak karena diskriminasi terhadap anak perempuan (girls). Contohnya Indonesia, Arab Saudi, Maladewa, dan Kamboja.
Ada negara yang anak-anaknya kehilangan masa kanak-kanak akibat dua ancaman, bahkan tiga ancaman sekaligus. Anak-anak di India, Kenya, Uganda, Nepal, Senegal, dan Ethiopia, misalnya, ditandai huruf P dan G karena mengalami ancaman kemiskinan dan juga diskriminasi perempuan.
Anak-anak di Haiti, Zimbabwe, dan Burundi ditandai huruf C dan P karena didera konflik dan juga kemiskinan. Yang paling parah tentulah anak-anak yang negaranya ditandai tiga huruf (C, P, G) sekaligus, yakni miskin, berkonflik, dan mengalami diskriminasi perempuan. Contohnya Kongo, Kepulauan Solomon, Gambia, dan Liberia.
Indeks hilangnya masa kanak-kanak (End of Childhood Index) 2018 menempatkan Singapura dan Slovenia sebagai negara peringkat pertama dengan skor tertinggi. Kira-kira, inilah negara surganya masa kanak kanak. Korea Selatan bersama tujuh negara Eropa
(Norwegia, Swedia, Finlandia, Irelandia, Belanda, Islandia, Italia) menempati 10 besar teratas sebagai negara yang kiranya sesuai dengan nyanyian, masa kanak-kanak, masa yang paling indah.
Sepuluh negara yang anak-anaknya paling kehilangan masa kanak-kanak ialah Kongo, Sierra Leone, Guinea, Nigeria, Somalia, Sudan Selatan, Chad, Republik Afrika Tengah, Mali, dan Niger. Itulah negara 'neraka' masa kanak-kanak.
Baiklah ditilik lebih tajam posisi anak-anak kita. Pertama, indeks hilangnya masa kanak-kanak karena kematian anak yang diukur berdasarkan kematian per 1.000 lahir hidup. Indeks Indonesia 26,4. Bandingkan dengan Malaysia (8,3), Thailand (12,2). Tapi Filipina lebih jelek dari kita (27,1).
Gizi buruk juga faktor hilangnya masa kanak-kanak. Indeks itu diukur dari banyaknya anak stunting, yaitu persentase anak umur 0-59 bulan yang berat badannya kerdil jika dibandingkan dengan umur. Indeks Indonesia 36,4. Bandingkan dengan Thailand (10,5), Malaysia (17,7), Vietnam (24,6), Myanmar (29,2), Filipina (33,4). Sejujurnya kita buruk.
Indikator lain hilangnya masa kanak-kanak ialah anak putus sekolah yang diukur berdasarkan persentase anak umur sekolah dasar dan menengah yang drop out. Indeks Indonesia 14,2. Vietnam (13,3), Malaysia (13,7), dan Thailand (13,7). Filipina lebih baik (6,1).
Hilangnya masa kanak-kanak juga diperlihatkan fakta bahwa seumur mereka bekerja, atau kawin, atau masih anak-anak sudah punya anak. Untuk anak yang bekerja, indeks Indonesia (6,9) lebih baik daripada Thailand (8,3), Myanmar (9,3), Filipina (11,1), dan Vietnam (16,4).
Perkawinan amat dini jelas faktor yang bikin kehilangan masa kanak-kanak. Urusan itu diukur berdasarkan persentase anak perempuan kawin pada umur 15-19 tahun. Indeks Indonesia 12,8. Malaysia (6,0), Filipina (9,7), Vietnam (10,3), Myanmar (12,6). Tapi Thailand lebih jelek daripada kita (14,1).
Indikator lain yang disurvei ialah seberapa banyak anak telah beranak yang diukur tiap kelahiran per 1.000 anak perempuan umur 15-19 tahun. Indeks Indonesia 49,2. Malaysia (13,7), Myannar (16,2), dan Vietnam (39,1). Filipina lebih parah (62,7).
Semua itu hasil survei Save the Children (www.savethechildren.org) dan perbandingan Indonesia dengan beberapa negara ASEAN. Secara global posisi anak-anak kita digolongkan 'some children' yang kehilangan masa kanak-kanak. Kita tidak tergolong 'many children', 'most children', apalagi 'nearly all children'. Satu perkara kiranya jelas, kita perlu bertindak cepat mengatasi persoalan stunting, anak anak kerdil kurang gizi. Jangan remehkan temuan ini!
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved