Jawa Timur

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
11/7/2015 00:00
Jawa Timur
(Grafis/SENO)
BELUM lama saya kedatangan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Jatim Soeroso. Ada yang menarik disampaikan di tengah cara pandang banyak orang yang pesimistis terhadap outlook ekonomi Indonesia, yakni kekuatan ekonomi yang ada di daerah. Dikatakan Soeroso, perekonomian di Jawa Timur mengalami defisit Rp22 triliun dari perdagangan luar negeri.

Namun, Jatim mengalami surplus Rp89 triliun dari perdagangan dengan 28 provinsi yang lain. Penjelasan Soeroso memperkuat tesis yang pernah disampaikan Wakil Presiden Boediono yang menjelaskan pentingnya kita menyatukan kekuatan ekonomi domestik. Potensi pasar dan daya beli masyarakat merupakan kekuatan yang bisa dipakai untuk menahan terpaan dari luar.

Kita sering memandang sebelah mata potensi ekonomi domestik. Pada umumnya perekonomian dalam negeri terlihat kurang bergengsi. Akibatnya penyatuan ekonomi domestik tidak pernah digarap dengan serius. Padahal, itulah yang diincar banyak negara lain. Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan mulai berlaku 1 Januari 2016 pasti dimanfaatkan sembilan negara ASEAN lainnya untuk mengincar pasar di daerah.

Apalagi daerah yang dipimpin kepala daerah yang kreatif dan mampu mendayagunakan alokasi anggaran yang diberikan kepada mereka. Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro dalam acara Economic Challenges menyebut dua daerah yang cerdas dalam memanfaatkan keunggulan yang mereka miliki. Bambang menunjuk Bali yang memiliki keunggulan di pariwisata serta Sulawesi Selatan yang kuat di pertanian.

Kita mencatat kepala daerah yang muncul sebagai pemimpin yang memiliki wawasan. Kita sebut Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jatim Soekarwo, Bupati Bojonegoro Suyoto, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah.

Kita percaya kehadiran para kepala daerah yang memiliki wawasan itu akan menularkan virus yang baik kepada kepala daerah yang lain. Otonomi daerah yang kita pilih harus melahirkan pemimpin-pemimpin daerah yang bersaing untuk memajukan daerah mereka. Gubernur Jatim sudah menunjukkan bagaimana menjadi 'tenaga pemasaran' yang baik bagi para pengusaha di daerahnya.

Jatim membentuk kantor perwakilan dagang untuk memasarkan produk-produk daerahnya ke provinsi lain. Sementara itu, BPD Jatim ditugasi memfasilitasi transaksi perdagangan. Jatim juga membangun penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah. Cara yang mereka lakukan bukan dengan menggelontorkan kredit, melainkan dengan penguatan pada kapasitas pengusaha UMKM.

Pengalaman selama ini, pemerintah selalu membuat crash program untuk membantu kegiatan ekonomi masyarakat. Sekarang, misalnya, pemberian kredit usaha rakyat sedang digencarkan kembali. Sidang Kabinet memutuskan agar suku bunga KUR diturunkan menjadi maksimal 12%. Sejak masa Orde Baru, cara seperti ini tidak pernah melahirkan pengusaha yang andal.

Bahkan yang sering terjadi ialah kredit yang diberikan raib. Pada awal reformasi, kredit Rp10 triliun yang dikucurkan Kementerian Koperasi hilang tak berbekas. Pemerintah Provinsi Jatim mengubah cara dengan memberikan pendampingan. Mereka yang dianggap layak baru diberikan kredit oleh BPD Jatim.
Untuk jaminan kredit diberikan jaminan kredit daerah.

Banyak cara bisa dilakukan untuk membangun perekonomian negara ini. Meski ada kasus Yunani dan Puerto Riko, kalau kita mampu menyatukan ekonomi domestik, masih ada ruang bagi kita untuk tumbuh. Kuncinya ada pada faktor kepemimpinan untuk membangun optimisme.


Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima