Mengenang Tom Wolfe

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
24/5/2018 05:30
Mengenang Tom Wolfe
()

TOKOH utama Jurnalisme Baru itu meninggal di Manhattan, AS, 14 Mei lalu, dalam usia 88 tahun. Umur yang tergolong panjang buat seorang jurnalis. Joseph Pulitzer pergi dalam usia 64. Mochtar Lubis 82, Rosihan Anwar 89.

Jurnalisme Baru (New Journalism) ialah kebebasan untuk menggunakan peranti sastra ke dalam karya jurnalistik. Dialog tampil komplet, tidak sepotong-sepotong seperti dalam jurnalisme tradisional. Jurnalis merajut kejadian demi kejadian, seperti dalam film.

Dalam jurnalistik lama, fakta mendeterminasi struktur dan nada laporan. Jurnalis seperti 'clerk of fact', kerani fakta.

Dalam Jurnalisme Baru, berbagai sudut pandang dijahit. Tidak seperti jurnalisme lama, bercerita dari perspektif tunggal. Jurnalisme Baru memberi perhatian pada detail penampilan dan perilaku. Hasilnya pembaca lebih dalam terbawa kepada peristiwa.

Jurnalisme Baru bergaya fiksi, tapi bukan fiksi. Kata Tom Wolfe, "Kedatangan tiba-tiba gaya baru jurnalistik, dari dunia antah-berantah, telah membuat panik komunitas sastra."

Tom Wolfe yang melahirkan manifesto Jurnalisme Baru. Menurut dirinya, Jurnalisme Baru lahir di AS pada 1965. Tapi baru akhir 1966 orang mulai membicarakannya sebagai sebuah genre. Tahun-tahun itu AS mengalami perubahan, antara lain gerakan hak sipil kulit hitam.

Selain Tom Wolfe, tokoh Jurmalisme Baru lainnya ialah Gay Talese, Jimmy Breslin, Dick Schaap, dan Terry Southern, yang menjadikan majalah Esquire dan The New York Herald Tribune bukan hanya sebagai media, melainkan sebagai rumah Jurnalisme Baru.

Dalam jurnalisme lama yang terbaik, yang tegak lurus kepada fakta, publik media umumnya terpikir tentang surat kabarnya (New York Times, St Louis Post-Dispatch, dan Christian Science Monitor, misalnya), bukan wartawannya.

Sebaliknya, dalam Jurnalisme Baru, orang lebih merujuk kepada sang wartawan daripada medianya. Orang lebih ingat Tom Wolfe dan Gay Talese daripada Esquire, Jimmy Breslin dan Pete Hamill daripada New York Post. Bahkan, ketika orang terpikir tentang Jurnalisme Baru, bukan hanya tulisannya yang datang dalam pikiran, melainkan siapa mereka, who they are, sang jurnalis.

Dalam hal Tom Wolfe, contohnya, orang terbayang pakaiannya. Jas putih pertama dibelinya untuk dipakai di musim panas (1962). Tetapi terlalu tebal. Kemudian ia mengenakannya di musim dingin. Hal itu menimbulkan sensasi, yang biasa dipakai di musim panas dikenakan di musim dingin.

Sensasi itu diabadikannya, menjadi ciri dirinya. Tom Wolfe memakai setelan jas putih, bersepatu dua warna, sampai akhir hidupnya. Dalam kostum demikian, dia sendiri membahasakan dirinya, 'seperti manusia dari Mars'.

Salah satu karya Tom Wolfe yang cemerlang ialah The Right Stuff (1979). Buku itu tentang pilot angkasa luar, hasil riset yang intensif Tom Wolfe. Ia mewawancara pilot-pilot uji coba, astronaut, dan juga istri mereka. Pada 1983, karya itu diflimkan sepanjang 3 jam 13 menit.

Astronaut Scott Kelly, salah seorang narasumber, suatu hari dari angkasa luar menelepon Tom Wolfe. Dalam percakapan itu ia bertanya, bagaimana Tom menulis. Apakah pakai laptop? "I use a pencil." Pakai pensil? Sang astronaut mengulanginya karena tidak yakin ada seluruh isi buku ditulis dengan pensil.

Tom Wolfe meraih gelar doktor dari Universitas Yale (1957). Sebelum menyelesaikan tesisnya, ia menjadi reporter umum surat kabar Springfield Union (Massachusetts). Pada 1962, dia pindah menjadi reporter koran New York Herald Tribune.

Ia bekerja dengan unik. Setiap hari, mengenakan jas dan sepatu trademark dirinya, ia berangkat kerja di lantai bawah, masih di dalam unit apartemen kediamannya di New York. Di situlah ia menulis dengan pensil sebanyak 10 halaman. Tidak lebih, tidak kurang. Bila 10 halaman itu selesai pada pukul 3 siang, dia berhenti bekerja. Sebuah disiplin dan kemewahan berkreativitas yang menggiurkan.

 



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.