Menteri

10/7/2015 00:00
Menteri
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)

SAYA melihat kilas balik para menteri pada hari ini sebuah kontras. Waktu itu, Ahad, 26 Oktober 2014, sore hari, di halaman Istana Merdeka yang hijau, Presiden Jokowi--didampingi istri dan Wapres Jusuf Kalla beserta istri--mengumumkan 34 nama menteri. Wajah mereka ceria belaka.

Dengan balutan kemeja putih celana hitam, juga Jokowi dan Jusuf Kalla, para menteri dipanggil satu-satu, maju, berderet. Saya melihat seperti karyawan kerja magang. Asyik. Secara simbolis saya menerjemahkan, selain kesederhanaan, inilah soliditas. Sepenuhnya di bawah kendali Presiden. Mantap!

Esok siang harinya, dengan berseragam batik dengan warna dominan cokelat, menawan, mereka dilantik. Keceriaan dan harapan menebar. Beberapa jam setelah melantik Kabinet Kerja, Jokowi langsung memimpin rapat kabinet yang pertama kali. Ini juga tontonan yang menarik karena panggung serupa belum pernah ada.

Kabinet Kerja pun tancap gas. Kerja. Kerja. Kerja. Publik lega, setelah energinya terkuras akibat suhu politik yang terus memanas setelah pilpres.

Keceriaan itu seolah pudar. Kini isu kocok ulang kabinet kian kencang bertiup. Memang yang kerap melontarkan ialah politikus PDI Perjuangan. Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Achmad Basarah bahkan terus terang.

"Kalau ditanya jumlah, ya, lima (menteri) jumlah yang tepat," katanya dalam acara buka puasa di rumah dinas Ketua MPR Zulkifli Hasan. Kini PDIP punya empat menteri.

Presiden Jokowi pun berjanji pada waktunya akan mengocok ulang kabinetnya setelah ada evaluasi. Ketua MPR Zulkifli Hasan menyarankan kocok ulang menteri sebaiknya setelah Idul Fitri. Tokoh nasional Syafii Maarif setelah bertemu Jokowi juga mengisyaratkan reshuffle akan dilakukan.

Suara desakan perombakan kabinet serupa air bah yang sulit dibendung. Banyak pihak bersuara. Saya membayangkan apa enaknya menjadi menteri hari ini? Bekerja dengan harapan tinggi, tetapi setiap hari diolok-olok dan terancam kapan saja diganti.

Di tengah rupiah yang kian melemah dan daya beli menurun, tim ekonomi pastilah yang paling terpukul. Mungkin, itu sebabnya muncul kekesalan dari seorang menteri yang kemudian dianggap menghina Jokowi.

"Kalau memang saya harus dicopot, ya silakan. Yang penting Presiden bisa tunjukkan apa kesalahan saya, dan jelaskan bahwa atas kesalahan itu saya pantas dicopot. Belum tentu juga Presiden ngerti apa tugas saya. Wong Presiden juga enggak ngerti apa-apa." Transkrip ini tersebar luas.

Adalah Mendagri Tjahjo Kumolo yang pertama kali mengungkapnya. Saya setuju Jokowi yang menanggapi santai isu itu. Jika benar, memang tak elok ada menteri mengolok-olok presidennya. Namun, tak elok pula pula sekelas Mendagri menyerang sesama anggota kabinetnya. Lebih elok tentu langsung melaporkan ke presiden.

Simbolisasi seragam putih-hitam saat pengumuman kabinet serta batik dominan warna cokelat yang menawan ketika pelantikan seperti memudar. Kasihan para menteri yang bekerja dengan sungguh hati.

Presiden tetap kunci utama yang mengingatkan dan menguatkan makna warna-warna itu. Penggantian menteri mungkin saja tak bisa dihindari, tetapi isu reshuffle mestinya jangan jadi cerita pasar malam yang riuh dan murahan. Itu juga meluruhkan kehormatan dan wibawa kabinet itu sendiri.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.