Muda dan Apatis di Malaysia

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
07/5/2018 05:10
Muda dan Apatis di Malaysia
(MI/Ebet)

PEMILU Malaysia yang berlangsung lusa (9/4) bakal menentukan apakah Najib Razak tetap berkuasa ataukah oposisi yang dipimpin seniornya, Dr Mahathir, dapat menumbangkannya.

Namun, orang muda Malaysia tidak peduli siapa pun yang menang pemilu. Hasil survei lembaga jajak pendapat independen Merdeka Centre, dengan 1.200 responden yang dilakukan pada 9-19 April, yang dipresentasikan di Nottingham University, Kampus Kuala Lumpur (26/4), menunjukkan hal itu.

Sebanyak 7 dari 10 pemilih berumur di bawah 30 tahun tidak peduli politik.

Sebanyak 2/3 pemilih umur tersebut berpandangan politisi tidak dapat dipercaya, bahkan merupakan persoalan utama di Malaysia.

Ketidakpedulian itu diperkuat temuan lainnya, 4 dari 10 orang muda Malaysia itu tidak terdaftar untuk memilih.

Data resmi Komisi Pemilihan memperkuat hasil survei itu bahwa 2/3 yang tidak terdaftar berumur 20-an tahun. Apa yang bikin mereka apatis?

Survei menemukan 54% pemilih dari semua lapisan warga berpendapat negara disetir salah arah.

Bandingkan hanya 38% yang berpendapat arahnya benar. Salah arah itu kiranya diperlihatkan oleh besarnya (45%) keprihatinan pemilih terhadap masalah ekonomi (inflasi, kesempatan kerja, pendapatan lebih rendah).

Yang rada aneh dilihat dari perspektif publik Indonesia ialah hanya 20% pemilih Malaysia yang prihatin masalah korupsi.

Tidak risau dengan korupsi bahkan diperlihatkan sangat rendahnya jumlah pemilih yang menilai skandal 1MDB sebagai keprihatinan mereka (3%).

Lebih signifikan lagi hanya 2% pemilih yang meragukan integritas Najib Razak.

Padahal, Mahathir amat gencar menyerang keterlibatan Najib Razak dalam skandal itu.

Juga tidak banyak pemilih yang melihat SARA dan pemimpin yang lemah sebagai masalah (8%).

Sangat sedikit pemilih (2%) menilai infrastruktur dan transportasi publik sebagai persoalan.

Semua itu positif, patutlah hanya 4% pemilih yang melihat instabilitas politik sebagai keprihatinan mereka.

Lalu apa persisnya yang membuat orang muda Malaysia itu apatis politik?

Dari 18,7 juta warga yang berhak memilih, lebih 40% berumur 21-39 tahun, yaitu dua kali lebih banyak daripada pemilih umur 60 tahun ke atas.

Kata BBC London, menimbang di universitas negeri mahasiswa tidak boleh berpolitik, sedangkan lebih 70% wakil rakyat di parlemen berumur 50 tahun lebih, "Anda kiranya bisa mengerti kenapa generasi ini enggan memilih."

Apakah suara Anda dapat memengaruhi keputusan pemerintah? Menjawab pertanyaan survei itu, sebanyak 71% orang muda Malaysia berumur 21-30 tahun menjawab tidak.

Apakah politisi peduli pemilih seperti Anda?

Sebanyak 69% mengatakan tidak.

Apakah politisi dapat dipercaya? S

ebanyak 66% menjawab tidak.

Semua jawaban itu menunjukkan tingginya ketidakpercayaan anak muda pada politik.

Karena itu, masuk akal dari 3,8 juta pemilih yang tidak terdaftar, sebanyak 67% berumur 21-30 tahun.

Umur berhak memilih di Malaysia 21 tahun, lebih tua daripada anak bangsa ini.

Lebih tua, tetapi lebih apatis.

Namun, secara umum survei menunjukkan tingkat partisipasi pada pemilu lusa tetap tinggi, yakni mencapai 81%, sekalipun turun dari 84% pada 2013.

Bagaimana nasib partai berkuasa, Barisan Nasional?

Dukungan orang Melayu terhadap Barisan Nasional turun 7,9% jika dibandingkan dengan di 2013.

Akan tetapi, menurut lembaga survei Merdeka Center, penurunan dukungan itu tidak membuat partai itu kalah.

Barisan Nasional masih akan berkuasa, Najib Razak, 64, kembali menjadi perdana menteri.

Jika itu benar yang terjadi, sejarah elite Malaysia mencatat ironi besar, sangat besar.

Mahathir, 92, dari tokoh paling berkuasa di negeri itu bakal menghabisi sisa hidupnya berkepanjangan sebagai oposisi dan membawa ke liang kubur penyesalannya yang mendalam, yakni salah membesarkan seorang yang bernama Najib Razak.

Kiranya itu pun pelajaran penting untuk yang pernah berkuasa di sini.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima