Tax Holiday

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
04/4/2018 05:30
Tax Holiday
()

BUKAN baru kali pertama Indonesia memberikan tax holiday dan tax allowance untuk menarik investasi. Namun, kita dianggap setengah hati dan tidak serius untuk membuat investor mau masuk ke Indonesia karena tidak jelas. Selalu ada kekhawatiran penerimaan negara lalu menjadi berkurang.

Kita memang suka berhitung sesuatu yang tidak nyata. Padahal, tanpa ada investasi, tidak pernah ada kegiatan ekonomi. Tanpa ada kegiatan ekonomi, tidak pernah ada juga pajak yang bisa dipungut.

Kita acungi jempol ada cara pandang yang berubah dari pejabat Kementerian Keuangan. Mereka tidak lagi berpikir sesuatu yang maya, tetapi membuat yang nyata dengan berupaya menciptakan bisnis terlebih dulu. Baru setelah bisnis berjalan, negara mengambil manfaatnya. Tidak seperti biasanya, negara memungut di depan tanpa peduli bisnis berjalan atau tidak.

Seperti diakui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, lingkungan di sekitar Indonesia memaksa kita untuk berubah. Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam sangat agresif dalam menarik investasi. Sepanjang kita tidak berubah, kita akan tertinggal dari negara lain.
Chairman Panasonic Gobel, Rachmat Gobel, selalu mengingatkan agresifnya negara-negara tetangga dalam menarik investasi.

Ia tidak pernah lupa ketika Matsushita ingin menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk panel solar. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad ketika itu langsung terbang ke Osaka, Jepang, untuk menanyakan kelebihan yang ditawarkan Indonesia. Malaysia bisa memberikan yang lebih baik daripada Indonesia.

Hasilnya, Matsushita memindahkan rencana investasi dari Indonesia ke Malaysia. Kali ini Sri Mulyani menantang pejabat Kementerian Keuangan untuk berani bersaing. Ia menerapkan tiga prinsip dalam perumusan kebijakan yakni, pembandingan, perbaiki, dan kalahkan.

Hasilnya, kebijakan tax holiday dan tax allowance yang dikeluarkan pada Senin (2/4) lebih jelas bagi investor, yakni semakin besar investasi di industri hulu dan kimia semakin panjang pembebasan pajak penghasilan badan yang akan mereka dapatkan.

Tidak hanya itu, pemerintah menurunkan pajak untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, mempercepat restitusi pajak yang selama ini mencapai 47 pekan, perbaikan prosedur ekspor dan impor, serta penundaan pencantuman nomor pokok wajib pajak atau nomor induk kependudukan dalam faktur pajak.

Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Amien Sunaryadi merasa girang atas rencana penyatuan pemeriksaan laporan keuangan Kontraktor Kontrak Kerja Sama oleh Direktorat Jenderal Pajak, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral karena akan bisa menarik investasi di hulu migas.

Tantangan ekonomi kita sekarang ini ialah membuat bisnis menggeliat. Tidak bisa kita terus membiarkan perekonomian mati suri seperti sekarang. Memang jika dilihat dari penerimaan pajak, terlihat ada kenaikan, tapi di lapangan kita merasa bisnis masih melesu.

Kondisi itu tidak bisa terus dibiarkan karena akan menggerus kepercayaan diri, terutama para pengusaha harus dirangsang untuk berani mengambil kesempatan. Kita tidak bisa terus berkutat seperti ayam dan telur karena hanya membuat tidak ada pihak yang berani mengambil inisiatif.

Sekali lagi investasi dibutuhkan agar terbuka lapangan pekerjaan baru. Kita bisa melihat sulitnya orang mendapatkan pekerjaan sekarang ini, apalagi untuk kelompok yang terbatas keterampilannya. Mereka hanya bisa masuk ke jalur informal, dengan jaminan masa depan sangat terbatas.

Aksi unjuk rasa sopir daring dan juga ojek menunjukkan betapa laparnya masyarakat akan pekerjaan. Mereka terpaksa menjadikan pekerjaan yang seharusnya sambilan sebagai pekerjaan utama. Ketika semakin banyak orang memilih pekerjaan itu, inflasi penawaran dan penerimaan harian mereka pun menurun.

Banyak yang berniat keluar dari bisnis itu, tetapi mereka tidak punya banyak pilihan. Tugas negara ialah menyediakan lapangan pekerjaan. Kebijakan pemberian tax holiday dan tax allowance dimaksudkan untuk bisa menjawab kebutuhan investasi dan peningkatan ekspor. Secara otomatis hal itu akan memberikan kesempatan kepada banyak warga untuk memperoleh pekerjaan.

Hanya, tax holiday dan tax allowance bukan satu-satunya hal yang bisa menarik investasi. Ada faktor lain yang harus mengikuti di belakangnya mulai persoalan ketersediaan lahan, tenaga kerja, hingga infrastruktur.

Harapan kita perubahan paradigma tidak hanya terjadi di Kementerian Keuangan. Sikap terbuka dan bersahabat kepada investor perlu dilakukan kementerian lain dan pemerintah daerah. Paling tidak sikap untuk mempersulit investor harus dibuang jauh-jauh.

Hal lain yang tidak kalah penting dilakukan ialah konsistensi dalam sikap dan peraturan. Jangan mudah mengubah-ubah peraturan, apalagi kebijakan yang dikeluarkan, karena reaksi sesaat. Investasi membutuhkan kepastian, apalagi investasi di industri hulu dan kimia bersifat jangka panjang.

 



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima