Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
"APAKAH Indonesia akan benar-benar bubar pada 2030 seperti kata Pak Prabowo? Bagaimana jika Pak Prabowo terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2019, apakah ekonomi akan lebih baik? Apakah cerita masa silam Pak Prabowo yang kurang sedap tidak akan menghambat ia menuju kursi presiden?"
Itu sebagian kecil pertanyaan Ahyar, sopir taksi yang Sabtu pagi pekan silam membawa saya pulang seusai program Bedah Editorial Media Indonesia di Metro TV.
Ia penggemar TV berita, dan rupanya pernah membawa saya beberapa bulan lalu.
Itu sebabnya, ketika bertemu lagi, Ahyar mengajukan pertanyaan seperti tembakan mitraliur.
Saya menjawab dengan nada lambat yang kerap disela pertanyaan lain oleh lelaki berusia 54 tahun itu.
Apakah Indonesia akan bubar atau tidak, kata saya, tergantung kinerja pemerintah dan para politikus.
Pemerintah yang benar akan bekerja untuk rakyatnya dan politisi yang berkualitas akan memberi spirit dan memompakan omtimisme memandang ufuk masa depan pada rakyatnya.
Prabowo mengutip novel fiksi Ghost Fleet karya Peter Warren Singer dan August Cole dari Amerika Serikat.
Saya tunjukkan data bahwa indeks kerapuhan negara yang dikeluarkan lembaga nonpemerintah di Washington DC, AS, Fund for Peace, Indonesia berada di angka 94.
Ini artinya posisi negeri kita masih lebih baik jika dibandingkan dengan Tiongkok (85), Thailand (82), dan India (72), meskipun memang masih di bawah Malaysia (116), Brunei (122), dan Singapura (161).
Itu sebabnya banyak yang menyesalkan ucapan Prabowo.
Ada yang menyabut itulah yang disebut fenomena posttruth, mengutamakan opini berlebih ketimbang fakta yang suci.
Soal Prabowo menjadi presiden, demokrasi memang memberi tempat kepada siapa pun untuk menjadi presiden sepanjang memenuhi syarat dan menempuh prosedur yang benar.
Apakah Indonesia akan lebih baik atau sebaliknya, mestinya Indonesia akan lebih baik.
Bukankah Gerindra singkatan dari Gerakan Indonesia Raya?
Bukankah di bawah partai ini Prabowo hendak membawa Indonesia menjadi 'macan Asia' seperti bunyi iklannya di waktu yang lalu?
Soal cerita masa silam Prabowo yang tak sedap, saya menjawabnya, kita bersyukur Prabowo pulang dari luar negeri setelah reformasi 1998 dan mendirikan partai politik sebab infrastruktur terpenting membangun demokrasi ialah partai politik.
Tanpa partai politik kita tak bisa menghasilkan pemerintahan.
Bagus Prabowo ingin berkuasa dengan cara yang benar, jalur politik.
Tentang masa silam Prabowo, berdasarkan buku BJ Habibie, Detik-Detik yang Menentukan (2010) dan buku Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando (2009), memang dalam sejarah militer Indonesia agaknya Prabowo tentara paling berani dan bahkan nekat.
Pastilah karena pertama ia menantu Presiden Soeharto waktu itu.
Bayangkan, Maret 1983, ketika ia berpangkat kapten sebagai Wakil Komandan Detasemen 81/Antiteror Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang bermarkas di Cijantung, Prabowo berencana menculik beberapa jenderal.
'Menurut Kasi 2/Ops, di antara nama-nama perwira tinggi ABRI yang akan diambil atas perintah Prabowo ialah Letjen TNI Benny Moerdany, Letjen TNI Soedharmono, Marsdya TNI Ginandjar Kartasasmita, dan Letjen TNI Moerdiono', tulis Sintong dalam buku Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando (2009).
Kepada Mayor Luhut Panjaitan, atasannya, Prabowo pernah mengajak untuk mendukung mengamankan Benny karena akan melakukan coup de etat terhadap Soeharto.
"Bang, nasib negara ini ditentukan seorang kapten dan seorang mayor," kata Prabowo kepada Luhut.
Kata-kata itu, menurut Sintong Panjaitan, jika dijabarkan, Prabowo akan menjadi pemeran utama dalam mengamankan para jenderal itu dan Luhut sebagai pendukung.
Kapten Prabowo juga berani memarahi dan menunjuk-nunjuk Wakil Komandan Jenderal Kopassandha Brigjen TNI Jasmin, yang ketika ia melapor tentang rencana makar Benny, Jasmin tak percaya.
Luhut Panjaitan pun berkesimpulan Prabowo mengalami stres berat.
Ia pun kemudian menghadap Soemitro Djojohadikoesooemo, ayah Prabowo, bahwa putranya akan diberi cuti dua minggu.
Dengan kasus Maret 1983, rencana penculikan terhadap para jenderal seperti ditulis Sintong tak aneh jika pada saat kemudian ketika menjabat Danjen Kopassus, demi mengamankan Soeharto pula, Prabowo terlibat penculikan para aktivis.
Tak aneh pula jika kemudian ketika jabatannya dicopot sebagai Pangkostrad--karena menurut laporan Panglima TNI Wiranto kepada Presiden BJ Habibie, pasukan Prabowo bisa mengancam Presiden--Prabowo nekat menemui Habibie dan dengan nada marah mengatakan Habibie presiden naif.
'Semua penempatan dan pengarahan pasukan untuk mengamankan semua objek vital, terutama keselamatan presiden dan wakil presiden. Saya justru sedih dengan munculnya persepsi bahwa saya mengancam keselamatan Presiden BJ Habibie', tulisan Prabowo dalam buku yang ditulis Fadli Zon, Politik Huru Hara Mei (1998).
"Saya ingin Indonesia terus berjaya, siapa pun presidennya, Pak." Begitu komentar Ahyar. "Saya tetap optimistis Indonesia akan terus bertahan dan kian kuat," katanya lagi.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved