Tugas Menantang Jenderal Heru

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Gro
02/3/2018 05:31
Tugas Menantang Jenderal Heru
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

SELAMAT bertugas, Jenderal Heru Winarko. Bertugas sebagai Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional), sebuah tanggung jawab yang tak ringan. Ia dilantik Presiden Joko Widodo kemarin (1/3) menggantikan Komisaris Jenderal Budi Waseso yang pensiun, di tengah menggilanya penyelundupan dan peredaran narkoba di negeri kita.

Bisa dipastikan angka lama, empat juta pengguna narkoba, kini telah bertumbuh. Itulah maunya para bandar dan pengedar. Kita membaca dan menyaksikan betapa narkoba masuk ke negeri kita seperti tanpa aral. Hitungannya tak lagi seperti dulu kg, kini ton, ratusan ton, ribuan ton.

Bayangkan benda laknat beredar ilegal dalam jumlah yang amat besar. Para bandar dan pengedar tak peduli 50 orang meninggal setiap hari karena narkoba. Heru sebelumya menjabat Deputi Penindakan di Komisi Pemberantasan Korupsi selama dua tahun lebih. Karena itu, tepatlah ia mengomandani BNN.

Pastilah Heru menyerap banyak ilmu dan pengalaman di lembaga antirasywah itu. Integritas dan profesionalistasnya bisa menjadi bekal berharga untuk membawa BNN lebih punya elan vital lagi. "Yang paling penting dari sisi integritasnya. Karena peredaran narkoba, duitnya gede sekali, omzetnya gede sekali, gampang menggoda orang untuk berbuat tidak baik," ujar Jokowi seusai melantik Heru.

Bisa jadi Heru akan menjadi musuh para bandar, pengedar, dan bahkan mungkin para aparat negara sendiri yang selama ini telah merasakan nikmatnya bisnis barang haram itu. Ketika menjabat Kapolda Lampung, lulusan Akpol 1985 ini rajin berkomunikasi dengan berbagai kalangan. Ia kerap menemui banyak kalangan: masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pejabat.

Salah satu yang dirintis pria kelahiran Jakarta, 1 Desember 1962 itu di Lampung ialah ‘Rembug Pekon’ (Rembug Desa). Rembug Pekon tidak hanya membicarakan keamanan dan ketertiban, tapi juga masalah sosial yang melibatkan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkantibmas). Berbagai persoalan masyarakat dari hulu hingga hilir bisa bisa dibicarakan di sini.

Heru pernah menjabat Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Menko Polhukam pada 2015. Ia juga pernah menerima tanggung jawab sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat dan Wakil Direktur II/Eksus Bareskrim Polri. Pada 2010, ia dipercaya sebagai Wakil Direktur III Tipikor Bareskrim Polri. Pada Oktober 2012, ia dilantik sebagai Kapolda Lampung.

Sekali lagi, di depan Heru terbentang tantangan yang tak ringan. Mereka yang terlibat dalam jaringan bisnis narkoba seperti patah tumbuh hilang berganti. Bahkan, ada yang menduga ketika satu penyelundupan terbongkar, bisa jadi ada jumlah yang lebih besar lagi justru tengah masuk dengan leluasa. Sebab, mereka mempunyai seribu akal untuk mengelabui dan melumpuhkan petugas.

Bayangkan pada 2016 saja, menurut BNN, ada 250 ton narkoba masuk ke Indonesia dan bahkan yang masih bahan sebanyak 1.007 ton. Indonesia memang menjadi target pasar narkoba terbesar di Asia. Tidak saja karena permintaannya tinggi, tapi sistem keamanan kita memang lemah, sementara aparatnya mudah disuap, dan hukumannya ringan.

Lembaga pemasyarakatan kini justru menjadi surga bisnis narkoba. Seorang bandar narkoba yang diwawancarai Metro TV baru-baru ini mengatakan 80% penghuni LP ialah pemakai narkoba. Bahkan, kadang ada unsur kesengajaan juga agar ditangkap aparat dan dipenjara. Ia akan berbisnis narkoba di dalam.

Dengan fulus semuanya bisa ditundukkan! “Orang Indonesia kan hanya butuh duit,” kata sang bandar itu ringan. Bisnis barang laknat itu memang tidak hanya didukung teknologi (pakai satelit), tapi jaringan, dan mereka yang berada dalam jaringan itu, keluarganya dijamin ekonominya, jika ada yang masuk penjara.

Pengakuan para bandar narkoba yang pernah kita lihat di televisi, betapa mereka menjalankan bisnis narkoba dengan segenap kepercayaan. Bahkan, seperti yang dibongkar BNN dan Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK), baru-baru ini ialah praktik pencucian uang para bandar narkoba sekitar Rp6,4 triliun.

Uang sebanyak itu tersimpan di rekening, baik dalam maupun luar negeri. Rupanya transaksi narkoba menempati posisi kedua terbesar tindak pidana pencucian uang setelah korupsi. Perusahaan ekspor-impor pun menjadi kedok transfer hasil transaksi narkoba.

Kita percaya, Heru akan punya terobosan-terobosan mengurus benda laknat itu. Negeri sudah dikepung rupa-rupa persoalan yang sudah pada tahap amat mencemaskan. Namun, bagi pemimpin yang punya visi, itu akan menjadi medan yang penuh tantangan. Selamat bekerja, Jenderal Heru!



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.