Calon Tunggal

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
28/2/2018 05:31
Calon Tunggal
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

PRESIDEN Joko Widodo mengajukan calon tunggal untuk mengisi jabatan Gubernur Bank Indonesia kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Nama yang diajukan Presiden untuk menggantikan Agus Martowardojo ialah Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo. Uji kelayakan dan kepatutan dijadwalkan dilakukan awal Maret setelah DPR menjalani masa reses.

Pengajuan calon Gubernur BI merupakan hak prerogatif Presiden. Penunjukan calon tunggal sebelumnya dilakukan pada pengisian jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Panglima Tentara Nasional Indonesia. Sepertinya Presiden tidak ingin menimbulkan kegaduhan karena negeri ini selalu ramai ketika hendak menunjuk pejabat negara yang baru.

Persoalan yang lebih menarik untuk dibahas ialah tantangan yang akan dihadapi Gubernur BI yang baru. Perekonomian global masih dalam proses pemulihan akibat krisis finansial yang terjadi di AS pada 2008. Sebagai perekonomian terbesar di dunia, guncangan yang terjadi di AS imbasnya mengena ke seluruh dunia karena surat berharga mereka diperdagangkan ke semua negara.

Kawasan yang paling terpukul akibat krisis keuangan AS ialah Eropa. Kita lihat bagaimana banyak bank di Eropa terlikuidasi akibat krisis itu. Bahkan Yunani mengalami gejolak politik akibat krisis ekonomi yang dialami 'Negeri Paman Sam' itu. Sampai sekarang kawasan itu masih bergulat dengan proses pemulihan.

Karena itu, calon Gubernur BI tidak hanya cukup menguasai makroekonomi. Yang tidak kalah pentingnya ialah pengetahuan tentang instrumen pasar keuangan karena kita harus melanjutkan pendalaman pasar keuangan guna memperkuat perekonomian kita. Calon Gubernur BI harus mampu membangun komunikasi secara reguler dengan para pelaku pasar uang.

Pekerjaan rumah yang juga harus kita selesaikan adalah pengembangan sistem pembayaran nasional atau national payment gateway. Dalam era yang semakin terbuka dengan berkembangnya ekonomi digital dan teknologi keuangan, jangan sampai kita hanya menjadi pasar.

Semua data dari transaksi keuangan yang dilakukan masyarakat Indonesia sekarang ini dikuasai pihak luar karena mereka menguasai sistem pembayaran yang ada. Tentu yang tidak boleh dilupakan peranan BI untuk selalu melakukan pengawasan perbankan khususnya di bidang treasury, operasi moneter, dan sistem pembayaran.

Reformasi yang dilakukan di dalam BI khususnya untuk masalah governance harus terus dilanjutkan agar tidak terjadi lagi kesalahan yang membuat sistem perbankan kehilangan kredibilitasnya. Cukup sudah kesalahan yang dulu pernah terjadi. Kita harus mengupayakan agar jangan sampai krisis kembali harus kita alami.

Untuk itu pengawasan bagi dilakukannya pencegahan perlu diutamakan karena ketika krisis sudah terjadi sulit untuk bisa mengendalikan keadaan. Jangan lupa, kita hidup di era teknologi informasi ketika isu negatif bisa sangat cepat menyebar. Apalagi masyarakat kita cenderung memercayai berita buruk tanpa mau melakukan verifikasi ataupun konfirmasi.

Pekerjaan Bank Sentral menjadi bertambah berat kalau tidak lebih dini melakukan antisipasi. Kita tidak boleh lupa pasar juga sering kali sangat kejam. Di AS sekalipun seorang Gubernur Bank Sentral yang baru langsung diuji kemampuannya. Saat Jay Powell ditunjuk

Presiden Donald Trump menjadi Chairman The Fed, pasar modal dan pasar uang di Bursa New York langsung terpuruk. Sejak zaman Alan Greenspan, kebijakan tingkat suku bunga The Fed mengikuti pergerakan di Bursa New York. Pasar ingin menguji Powell apakah masih probursa atau justru antibursa?

Tingkat inflasi di AS sekarang berada pada tingkat 2,9%. Sejak kepemimpinan Paul Volcker, The Fed selalu menerapkan kebijakan inflasi yang rendah agar tingkat suku bunga tidak membebani para pengusaha. Pasar sekarang sedang menunggu apakah Powell akan menjadi Gubernur Bank Sentral yang akan membiarkan tingkat suku bunga naik.

Sebagai orang yang dibesarkan di BI, Perry tentu tahu semua tantangan yang harus dihadapi. Sebagai orang dalam, Perry tentunya lebih bisa membangun kebersamaan dengan seluruh orang di BI untuk membawa Bank Sentral menjalankan perannya sesuai dengan tantangan zaman.

Sejauh ini kondisi perbankan nasional terus menunjukkan perbaikan. Setidaknya perbankan mampu menurunkan jumlah kredit bermasalah. Hanya saja perannya untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi belum optimal. Tahun lalu angka penyaluran kredit hanya tumbuh 8% dari target 12%.

Bersama Otoritas Jasa Keuangan, BI harus terus mengingatkan, peran perbankan bukannya beternak uang. Sekarang ini banyak bank bermain aman dengan lebih banyak menyalurkan kredit untuk sektor konsumsi atau membeli surat utang negara yang pengembaliannya relatif tinggi.

Sepanjang pendekatannya masih seperti itu, BI hanya akan menjadi pemadam kebakaran untuk mencegah meningkatnya inflasi. Padahal, kalau sektor produksi yang dibenahi, pasokan akan meningkat dan otomatis inflasi dapat lebih terkendali. Dengan itu, pertumbuhan ekonomi bisa lebih berkualitas dan lapangan kerja bisa lebih terbuka.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima