Lain Dendang Lain Tarian

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
27/2/2018 05:31
Lain Dendang Lain Tarian
(thinkstock)

'TOLAK Politik Uang, Kader PAN Ditendang'. Ini judul berita Media Indonesia edisi Jumat, 23 Februari. Judul yang mestinya membuat kita bertanya dengan heran, "Benarkah?" Namun, kini, di sini (Indonesia), hal seperti itu biasa saja. Ini tanda mereka yang ingin meluruskan yang bengkok justru kena sanksi.

Kader PAN yang didepak itu ialah Laode Mohammad Rajiun Tumada, Ketua DPD PAN Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Pasalnya, ia yang juga Bupati Muna Barat protes ketika mendapati pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara yang diusung PAN, Nasrun-Hugua, mempraktikkan politik uang.

Menurut Laode, tim sukses pasangan Nasrun-Hagua membagikan uang Rp20 ribu dan sarung kepada warga. Mereka datang menghadiri silaturahim dengan Asrun-Hugua. "Saya menolak politik uang. Saya juga akan mengajak masyarakat Muna Barat untuk ikut dalam deklarasi antipolitik uang pada 1 Maret mendatang," tegasnya seraya menambahkan deklarasi akan diikuti 20 ribu warga. Ia telah pula mendirikan Rajiun Center.

Spirit Maret pun akan dijadikan pijakan melawan politik uang. Pilkada Sulawesi Tenggara 2018 diikuti tiga pasangan calon. Nasrun-Hugua diusung PAN, PDIP, PKS, Gerindra, dan Hanura; pasangan Rusda Mahmud-Sjafei Kahar didukung Partai Demokrat, PPP, dan PKB; dan pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas diusung Partai NasDem dan Golkar.

Menurut Ketua DPW PAN Sulawesi Tenggara Abdurrahman Saleh, pemecatan Laode Mohammad Rajiun mendapat restu DPP PAN. Tentu Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan telah mafhum. Padahal Zulkifli, baik sebagai Ketua DPP PAN maupun sebagai Ketua MPR, ialah tokoh yang paling sering bicara bahaya politik uang.

Selama dua bulan ini, ia sudah tak terbilang kali bicara melawan politik uang. "Menghadapi politik uang sangat penting untuk memperbaiki praktik demokrasi Indonesia. Jika sembarangan memilih, akan muncul sosok-sosok elite yang tidak baik. Inilah pentingnya peran dai,” kata Zulkifli Hasan ketika menerima Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia, akhir Januari lalu.

Namun, bagaimana dengan kasus Muna Barat? Kenapa kader partai yang justru tengah melaksanakan apa yang sesungguhnya diprihatinkan ketuanya (Zulkifli Hasan) malah disingkirkan? Apa sesungguhnya ajakan Zulkifli untuk berperang melawan politik uang?

Politik uang memang seperti hanya untuk dipidatokan dan bercakap dengan ‘pihak lain’, bahwa politik uang musuh demokrasi. Namun, dalam praktik mereka tak kuasa melawannya. Kerap pula menjadi bagian itu. Politik uang pun, antara yang dikatakan dan yang dipraktikkan, berlawanan.

Ia bisa beroposisi. Lain dendang lain tariannya. Lain yang dikatakan, lain pula yang dilakukan. Padahal, politik uang dalam politik negeri ini telah memasuki ‘lampu merah’. Menurut kajian Indonesia Budget Center (IBC), dari 17 provinsi yang menghelat pilkada, 10 di antaranya sangat rawan korupsi politik dan politik uang. Ke-10 provinsi itu ialah Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Papua, Maluku, dan Maluku Utara. Untuk kabupaten/kota, dari 159 pilkada, 95 dalam kategori sangat rawan.

Gawatnya lagi politik uang juga dilakukan KPU dan panwaslu, seperti terjadi di Kabupaten Garut. Mereka pun ditangkap Satgas Antipolitik Uang Polri karena menerima ratusan juta rupiah dari calon kepala daerah. Ini yang tertangkap. Bisa jadi, yang tak terendus jauh lebih banyak lagi.

Bisa jadi pula mereka bersekutu dengan para penegak hukum untuk melakukan kejahatan. Dalam titik politik uang yang telah berada di lampu merah tapi tak ada tanda-tanda para elite partai mengendurkannya, jangan-jangan bangsa ini memang telah terperangkap politik uang dan sulit untuk melepaskannya.

Karena itu, jika benar Laode Mohammad Rajiun Tumada penuh keberanian menentang politik uang, mestinya partai mengganjarnya dengan penghargaan. Bukan menghukumnya. Menghukum orang yang berada di jalan lurus sungguh sama saja menganjurkan praktik politik uang berlanjut.

Karena itu, kita berharap Laode Mohammad Rajiun bisa menjadi inspirasi politikus lain untuk dengan penuh keberanian melawan politik uang. Apa pun risikonya. Sebab dalam politik harus semakin banyak mereka yang berupaya menyepadankan apa yang didendangkan dengan tariannya agar politik yang sesungguhnya mulia tak membusuk.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima