Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ADAKAH politikus sekondang Setya Novanto saat ini? Namanya bergema melintasi aneka batas entitas. Sejak memenangi gugatan praperadilan yang pertama dan dilanjutkan dengan 'drama tiang listrik', nama bekas Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar itu kian menjulang meski lewat olok-olok parodi dan satire.
Para warganet menggambarkan Novanto sebagai sosok superkuasa yang bisa mengatur siapa saja, termasuk memundur-majukan sang waktu. Kini, sebagai terdakwa kasus korupsi KTP elektronik, bisa jadi ia akan menyusul koleganya, yakni bekas Ketua DPD Irman Gusman yang dibui karena korupsi.
Dalam hal dugaan korupsi KTP elektronik Rp2,3 trilun (yang dibagi-bagi ke banyak pihak) dari total bujet Rp5,9 trilun, bisa jadi Novanto akan divonis lebih tinggi daripada Irman. Irman yang menerima suap Rp100 juta dibui 4,6 tahun; jika dakwaan jaksa terbukti, Novanto menerima US$7,3 juta (sekitar Rp94 miliar), berapa lama bui yang pantas baginya?
Irman dan Novanto telah 'berpindah kantor'. Dari trio ketua parlemen hasil pemilihan pada 2014 itu, kini tinggal Ketua MPR Zulkifli Hasan seorang diri yang tetap berkantor di Senayan. Istilah 'pindah kantor' memang dilontarkan Zulkifli Hasan dalam acara Empat Pilar Kebangsaan di Lampung, bulan lalu.
Ia mengungkapkan keprihartinannya atas dua rekannya yang telah 'berpindah kantor'. Ia pun memohon doa masyarakat di kampung halamannya, Lampung, agar ia tak mengikuti jejak dua koleganya itu. "Sekarang seram, ada mobil nabrak tiang listrik, atau tiang listrik
nabrak mobil.
Saya mohon doanya, insya Allah Ketua MPR tidak akan korupsi," kata Zulkifli. Jelas ia tengah mengingatkan tentang mobil yang dikendari Novanto yang menabrak tiang listrik ketika KPK memburunya karena dua panggilan tak diindahkan. Jika kita tarik ke belakang, inilah para ketua lembaga tinggi negara terhormat hasil Pemilu 2014.
Pemilu yang disebut-sebut paling brutal sepanjang era reformasi karena kekuatan uang seperti menjadi pilar utama bagi para politikus yang bertarung menuju parlemen. Jika dikerucutkan lagi dalam soal kepentingan, inilah pula hasil perseteruan sengit antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH, kubu Joko Widodo) versus Koalisi Merah Putih (KMP, kubu Prabowo).
Waktu itu Golkar, PPP, dan PAN berada di kubu KMP bersama Gerindra dan PKS. Dalam pemilihan para pemimpin DPR, DPD, MPR yang gegap gempita, penuh nuansa 'perseteruan' itulah unsur pimpinan di parlemen dikuasai kubu KMP. Inilah 'pembalasan' yang menohok setelah Joko Widodo-Jusuf Kalla menang pilpres mengalahkan pasangan Probowo Subianto-Hatta Radjasa.
Novanto juga bagian dari pertempuran internal di tubuh Golkar. Secara berkelakar Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut Golkar sebagai partai 'hebat' karena dalam waktu 3,5 tahun Ketua Umum Golkar dijabat lima orang berbeda, yakni Abuirizal Bakri, Agung Laksono, Setya
Novanto, Idrus Martham (plt), dan Airlangga Hartarto.
Golkar harus memastikan pengganti Novanto sosok terbaik. Ia harus bisa mencegah kecenderungan terjadinya pemerintahan oleh parlemen (governing by parliament); yang tak berambisi dari posisinya sebagai pengawas politik menjadi pemain. Sosok yang bisa memulihkan lagi trio ketua parlemen yang tinggal sepertiga itu; yang menghidupkan lagi politik harapan, bukan kecemasan, untuk memuliakan sang rakyat yang memilihnya.***
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved