Freeport

24/6/2015 00:00
Freeport
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)

KETIKA mendengar nama Freeport, persepsi umumnya masyarakat kita selalu negatif. Tidak pernah kita mau melihat manfaat yang kita dapatkan dari perusahaan modal asing pertama yang mau menanamkan modal di Indonesia sejak 1967 itu.

Ketika akhir pekan lalu saya berkunjung ke Tembagapura, saya bertemu anak Papua, Hengki Rumbino, yang kini menjabat vice president of underground mining. Bersama anak-anak muda Indonesia dari daerah lain, ia memimpin persiapan penambangan bawah tanah. Luar biasa karya yang dilakukan anak-anak muda Indonesia untuk membangun infrastruktur terowongan sepanjang 500 km dan sistem penambangan yang kelak diatur dari jarak jauh.

Apalagi kalau kita melihat kondisi alam superekstrem di Grasberg dan dulu Erstberg. Lokasi penambangan ada di ketinggian 4.250 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai lokasi penambangan, kita harus melewati jalan dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Udara yang tipis di atas hanya memungkinkan orang yang memiliki ketahanan fisik kuat untuk bisa bekerja di wilayah tambang. Belum lagi curah hujan yang mencapai 6.000 mm per tahun, dua kali lebih tinggi daripada curah hujan di Kota Hujan, Bogor.

Kita pantas kagum, orang yang merintis pembangunan jalan hingga ke Grasberg ialah putra Indonesia. Ilyas Hamid orang yang menjadi perintis pembangunan jalan hingga ke puncak Grasberg. Jalan itulah urat nadi perjalanan 30 ribu karyawan pulang-pergi ke tempat kerja. Sebanyak 30 ribu karyawan setiap hari bekerja untuk keluarga, perusahaan, dan juga negara ini. Mereka tidak terlalu paham soal perpolitikan dalam urusan perizinan Freeport. Bagi mereka, yang penting berkarya dan memanfaatkan sumber daya alam untuk kesejahteraan bangsa.

Orang muda seperti Eko Purnomo yang kini menjadi senior manager of concentrating mills menjelaskan produksi dari penambangan terbuka kini terus menurun. Dua tahun lagi produksi tambang terbuka diperkirakan tinggal setengah dari produksi puncak sebesar 240 ribu ton per hari. Apabila kita ingin membuat 30 ribu karyawan itu bisa tetap bekerja, penambangan bawah tanah harus segera dimulai.

Menurut Senior Vice President of Geoservice Wahyu Sunyoto, potensi ore yang ada di bawah tambang Grasberg diperkirakan mencapai 2,3 miliar ton. Hanya, penambangannya tidak bisa lagi dari atas, tetapi harus dilakukan dari bawah tanah. Untuk itu, dibutuhkan investasi sangat besar, US$15 miliar. Padahal, saat ini investasi total yang masuk ke RI hanya sekitar US$9 miliar.

Keputusan untuk menambang bawah tanah harus dilakukan sekarang karena produksinya tidak bisa langsung digenjot tinggi. Penambangan harus dilakukan bertahap mulai 10 ribu ton hingga puncaknya 240 ribu ton setelah 2021.

PT Freeport Indonesia siap untuk melanjutkan operasi dan investasi yang sudah 48 tahun mereka lakukan. Tinggal berpulang kepada pemerintah, model pengelolaan dan kerja sama seperti apa yang diingini. Hal itu akan bisa tercapai apabila ada dialog dan semangat untuk sama-sama mendapatkan keuntungan.

Yang jelas, 30 ribu karyawan Freeport menantikan langkah pemerintah. Semua menunggu kepastian karena itulah yang membuat investasi dikucurkan dan produksi bisa dipertahankan. Keterlambatan dalam memutuskan akan membuat produksi dan investasi terganggu. Padahal, kita butuh investasi baru untuk mengembalikan kepercayaan pasar yang sedang menurun.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima