Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA mendengar nama Freeport, persepsi umumnya masyarakat kita selalu negatif. Tidak pernah kita mau melihat manfaat yang kita dapatkan dari perusahaan modal asing pertama yang mau menanamkan modal di Indonesia sejak 1967 itu.
Ketika akhir pekan lalu saya berkunjung ke Tembagapura, saya bertemu anak Papua, Hengki Rumbino, yang kini menjabat vice president of underground mining. Bersama anak-anak muda Indonesia dari daerah lain, ia memimpin persiapan penambangan bawah tanah. Luar biasa karya yang dilakukan anak-anak muda Indonesia untuk membangun infrastruktur terowongan sepanjang 500 km dan sistem penambangan yang kelak diatur dari jarak jauh.
Apalagi kalau kita melihat kondisi alam superekstrem di Grasberg dan dulu Erstberg. Lokasi penambangan ada di ketinggian 4.250 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai lokasi penambangan, kita harus melewati jalan dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Udara yang tipis di atas hanya memungkinkan orang yang memiliki ketahanan fisik kuat untuk bisa bekerja di wilayah tambang. Belum lagi curah hujan yang mencapai 6.000 mm per tahun, dua kali lebih tinggi daripada curah hujan di Kota Hujan, Bogor.
Kita pantas kagum, orang yang merintis pembangunan jalan hingga ke Grasberg ialah putra Indonesia. Ilyas Hamid orang yang menjadi perintis pembangunan jalan hingga ke puncak Grasberg. Jalan itulah urat nadi perjalanan 30 ribu karyawan pulang-pergi ke tempat kerja. Sebanyak 30 ribu karyawan setiap hari bekerja untuk keluarga, perusahaan, dan juga negara ini. Mereka tidak terlalu paham soal perpolitikan dalam urusan perizinan Freeport. Bagi mereka, yang penting berkarya dan memanfaatkan sumber daya alam untuk kesejahteraan bangsa.
Orang muda seperti Eko Purnomo yang kini menjadi senior manager of concentrating mills menjelaskan produksi dari penambangan terbuka kini terus menurun. Dua tahun lagi produksi tambang terbuka diperkirakan tinggal setengah dari produksi puncak sebesar 240 ribu ton per hari. Apabila kita ingin membuat 30 ribu karyawan itu bisa tetap bekerja, penambangan bawah tanah harus segera dimulai.
Menurut Senior Vice President of Geoservice Wahyu Sunyoto, potensi ore yang ada di bawah tambang Grasberg diperkirakan mencapai 2,3 miliar ton. Hanya, penambangannya tidak bisa lagi dari atas, tetapi harus dilakukan dari bawah tanah. Untuk itu, dibutuhkan investasi sangat besar, US$15 miliar. Padahal, saat ini investasi total yang masuk ke RI hanya sekitar US$9 miliar.
Keputusan untuk menambang bawah tanah harus dilakukan sekarang karena produksinya tidak bisa langsung digenjot tinggi. Penambangan harus dilakukan bertahap mulai 10 ribu ton hingga puncaknya 240 ribu ton setelah 2021.
PT Freeport Indonesia siap untuk melanjutkan operasi dan investasi yang sudah 48 tahun mereka lakukan. Tinggal berpulang kepada pemerintah, model pengelolaan dan kerja sama seperti apa yang diingini. Hal itu akan bisa tercapai apabila ada dialog dan semangat untuk sama-sama mendapatkan keuntungan.
Yang jelas, 30 ribu karyawan Freeport menantikan langkah pemerintah. Semua menunggu kepastian karena itulah yang membuat investasi dikucurkan dan produksi bisa dipertahankan. Keterlambatan dalam memutuskan akan membuat produksi dan investasi terganggu. Padahal, kita butuh investasi baru untuk mengembalikan kepercayaan pasar yang sedang menurun.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved