Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LUAR biasa visi yang disampaikan Rektor Universitas Cenderawasih Dr Ir Apolo Safanpo. Pada dies natalis ke-55, Uncen mengukuhkan komitmennya untuk menjadi center of knowledge.
Uncen ingin menjadi kawah candradimuka bagi anak-anak muda Papua agar mereka menjadi agen pembangunan yang mampu menciptakan kesejahteraan umum bagi seluruh warga.
Rektor Uncen merasa prihatin, dengan potensi yang begitu besar, pertumbuhan ekonomi Papua hanya mencapai 3,5%.
Ini jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang 5%.
Apalagi jika dilihat kontribusi pertumbuhan itu lebih dari setengahnya berasal dari tambang.
Menurut Rektor Uncen, sebuah malapetaka besar apabila ketika sumber daya alam itu habis kelak, warga Papua belum meningkat kualitas ilmu pengetahuannya.
Mumpung eksploitasi itu baru sebagian kecil, Papua harus fokus pada investasi manusia.
Uncen akan berada di garda terdepan untuk mempersiapkan manusia Papua yang berilmu pengetahuan dan menguasai teknologi.
Akan tetapi, visi ini tidak bisa hanya menjadi visi Uncen apalagi visi Rektor Uncen.
Visi ini harus menjadi visi seluruh masyarakat Papua, pimpinan daerah Papua, dan bahkan pimpinan nasional.
Kita harus bersama-sama membangun Papua demi kesejahteraan seluruh warga.
Kita harus mau belajar dari pengalaman bangsa Afrika.
Kekayaan alam yang mereka miliki lebih banyak menjadi kutukan daripada menjadi berkah.
Sumber daya alam hanya menjadi rebutan segelintir orang, sementara rakyat kebanyakan tetap hidup dalam keterbelakangan dan kemiskinan.
Persoalan terberat yang dihadapi ialah adanya orang yang ingin menikmati keuntungan bagi dirinya sendiri.
Apalagi ketika orang itu bersikap greedy.
Akibatnya, kekayaan alam yang seharusnya menyejahterakan banyak orang, hanya dinikmati mereka sendiri.
Mahatma Gandhi sejak lama memang mengingatkan hal itu.
Dunia ini diciptakan Tuhan cukup untuk menghidupi semua yang ada di muka bumi.
Tatanan itu menjadi rusak ketika ada salah satu di antara kita yang bersikap greedy.
Kita sering merasa prihatin dengan apa yang terjadi di Papua karena ada yang bersikap selfish.
Mereka bersuara keras bukan karena peduli kepada sesama.
Mereka hanya berupaya peduli, tetapi sebenarnya memiliki agenda pribadi.
Tidak sedikit tokoh yang besar di luar Papua sering berkata miring tentang tanah kelahirannya.
Mereka hanya berteriak tentang ketidakadilan, tetapi tidak pernah sungguh-sungguh berupaya membangun Papua.
Akibatnya, teriakan itu bukan membuat Papua menjadi lebih baik, tetapi justru semakin dipersepsikan tidak baik.
Padahal tidak mungkin ada percepatan pembangunan tanpa ada suasana yang kondusif.
Sepanjang Papua terus dipersepsikan sebagai hotspot, semakin panjang perjalanan warga Papua untuk mencapai kesejahteraan seperti yang mereka dambakan.
Oleh karena itu, tugas kita pertama ialah mengakhiri Papua sebagai wilayah yang panas.
Papua tinggal satu-satunya wilayah di Indonesia yang masih ada potensi bergejolak.
Terakhir gejolak itu terjadi di wilayah Tembagapura yang mengharuskan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia mengambil tindakan keras.
Kondisi di wilayah itu sampai sekarang ternyata masih belum sepenuhnya kondusif.
Sekitar 600 anggota keluarga yang bekerja di PT Freeport Indonesia Tembagapura harus diliburkan karena mereka tidak mungkin bekerja dengan kecemasan.
Bunyi tembakan yang masih sesekali terjadi membuat warga menjadi hidup tercekam.
Tugas untuk membangun ketenangan dan kedamaian tentunya juga menjadi kewajiban media massa.
Pers harus ikut menyuarakan dan mengampanyekan terbangunnya Papua yang tenang dan damai.
Media massa jangan hanya ikut asyik menikmati ketegangan, tetapi harus menjadi bagian yang ikut membangunkan harapan.
Pembangunan infrastruktur yang sedang digalakkan Presiden Joko Widodo bisa dijadikan momentum untuk bersama-sama membangun Papua yang aman dan damai.
Kalau kita bisa mengakhiri kekerasan panjang di Provinsi Aceh, pasti kita bisa juga melakukan hal yang sama untuk Papua.
Kita sambut ajakan Rektor Uncen untuk membuat Papua yang lebih baik.
Mulai sekarang kita buang jauh pandangan kekerasan dan fokus untuk menyiapkan anak-anak Papua agar memiliki pikiran yang maju.
Dengan sumber daya alam yang masih melimpah, Papua akan menjadi sumber kemakmuran dan kesejahteraan apabila dikelola orang-orang yang cerdas.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved