Mendikbud atau Mendiknas?

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
23/6/2015 00:00
Mendikbud atau Mendiknas?
(Grafis/SENO)
SUATU sore bulan silam, di Asosiasi Tradisi Lisan, Jakarta. Kami berbincang tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Kata seorang pengajar Institut Kesenian Jakarta, Anies bukan menteri pendidikan dan kebudayaan. "Anies hanya mengurus pendidikan dan tidak mengurus kebudayaan. "Argumentasinya berkali-kali Anies berbicara di berbagai forum hampir tidak pernah menyinggung kebudayaan. "Menurut Anies, pendidikan mengalami kemunduran paling serius. Wajar jika prioritas utama mengurus pendidikan.

"Saya menyela. "Memangnya kebudayaan kita sudah siuman? Anies seperti tak paham kebudayaan, tapi tak berupaya mencari tahu dari yang paham." Lebih serius lagi. Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Pudentia MPSS membuka fakta. Pendegradasian peran kebudayaan justru dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut Pudentia, lelang jabatan untuk beberapa pejabat tinggi madya yang kini dilakukan Kemendikbud salah satu contohnya.

Ia terkejut ketika tahu syarat posisi Dirjen Kebudayaan cukup lulusan S-1 dari program studi yang terakreditasi minimal B, tanpa kualifikasi khusus pula. Padahal, untuk jabatan lain, termasuk beberapa staf ahli, perlu syarat S-3. Syarat calon Dirjen Kebudayaan justru lebih minimal daripada yang lain. Dengan syarat minimal itulah Pudentia pun menafsir-nafsir.

Pertama, sudah ada calon dengan ijazah S-1, ia akan gugur kalau syaratnya di atas S-1. Kedua, Dirjen Kebudayaan dianggap tak penting; karena itu, cukup lulusan strata satu. Padahal, ini termasuk kategori eselon 1A, sementara staf ahli masuk kategori eselon 1B. "Ini sangat aneh. Terlebih tanpa syarat yang bersangkutan melakukan kajian di bidangnya, sementara untuk jabatan lain mensyaratkannya.

"Dengan syarat itu, Kemendikbud menganggap bidang kebudayaan bisa dikerjakan siapa saja. Kita mungkin akan melihat kebudayaan yang amat luas dan kompleks itu lagi-lagi ditafsirkan sebatas kesenian. Celakanya pula, kesenian pun sebatas yang 'menghibur'. Radhar Panca Dahana, ketika hadir sebagai pembicara sebuah seminar, protes keras pada moderator, yang mempersilakannya 'meng-entertain' hadirin. Ia menyatakan bukan entertainer.

"Saya protes didiskriminasi sebagai penghibur. Saya menekuni kebudayaan dengan sangat serius selama beberapa dekade sebab semua orang telah memberhalakan materi. Saya turun dari panggung kalau didiskriminasi sebagai penghibur." Suaranya tegas, keras. Sang moderator yang juga seorang profesor agak terkejut, tapi tak meralat ucapannya.

Itu hanya sepenggal contoh, betapa konstruksi kebudayaan oleh negara kerap melemahkan pengertian kebudayaan itu sendiri. Padahal, jika diperlakukan dengan benar, kata Wakil Mendikbud Bidang Kebudayaan era SBY, Wiendu Nuryanti, kebudayaan bisa menjadi superpower.

Saya pun bernostalgia seorang menteri pendidikan dan kebudayaan yang amat memahami pendidikan dan kebudayaan, Fuad Hassan. Kita juga pernah punya Dirjen Kebudayaan yang amat mencerahkan di bawah Edi Sedyawati. Dialog kebudayaan terasa hidup, pluralisme dikukuhkan, kearifan lokal digali, seni tradisi dihormati, seni modern diberi panggung seluas-luasnya. Kebudayaan terasa jelas arahnya. Masih ada waktu bagi Anies Baswedan. Kita menunggu ia sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan yang sebenar-benarnya.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.