Dagelan Setya Novanto

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
20/11/2017 05:31
Dagelan Setya Novanto
(Dok MTVN)

SEORANG kawan menjawabnya cuma luka lecet. Itu dagelan, katanya. Kami pun tertawa. Humor itu serius. Kata saya, "Kita lihat bagaimana KPK menghadapi dagelan. Apakah masih bisa tertawa?" Kami kembali tertawa. Setya Novanto telah menjadi hiburan tersendiri. Ada yang menulis begini. Setnov harus tertangkap bulan ini.

Kalau bulan depan, jadi Setdes. Bulan depannya lagi Setjan. Kalau tidak tertangkap juga, set dah, busyet dah. Humor yang ini sadis. Kata dokter, walaupun benturan di kepala menyebabkan bengkak segede bakpao, tidak mengganggu otak. Setelah diperiksa, ternyata letaknya di lutut.

Jadi aman. Karena itu, dokter tidak mau memberi surat keterangan Setya Novanto gegar otak. Masih banyak dagelan di seputar Setya Novanto. Semua dagelan itu berseliweran melalui WA. Tidak jelas siapa penciptanya dan tidak perlu dibikin jelas baik untuk keperluan hak intelektual, karena tidak ada nilai intelektualisme di dalam semua humor itu, maupun untuk keperluan pengusutan pencemaran nama baik, karena di mata masyarakat warga Setya Novanto telah kehilangan nama baik.

Setya Novanto terus bersiasat agar tidak diperiksa KPK, apalagi ditangkap KPK. Alasan yang dipakai ialah sakit. Sakit yang dideritanya sekarang korban kecelakaan lalu lintas yang memicu orang memproduksi begitu banyak dagelan yang mencerminkan luasnya ketidakpercayaan masyarakat warga bahwa Setya Novanto benar-benar sakit.

KPK selama ini selalu berhasil menahan tersangka. Selain karena OTT, hal itu dimudahkan terutama karena orang itu patuh memenuhi panggilan KPK. Setelah berkali-kali diperiksa, suatu hari orang itu dipakaikan rompi KPK sebagai tahanan. Segala sesuatu digampangkan karena KPK begitu perkasa dan orang tidak melakukan perlawanan terhadap keperkasaan KPK.

Orang yang demikian itu secara umum dinilai menghormati hukum karena KPK merupakan lembaga penegak hukum. Bahkan, kamera TV menunjukkan orang yang mengenakan rompi KPK itu melambaikan tangan, seakan korupsi sebuah kebanggaan, bukan perkara memalukan.

Setya Novanto bukan jenis manusia macam itu. Dia bukan orang biasa. Dia menunjukkan kepada dunia bahwa KPK bukan lembaga luar biasa yang mudah menangkap atau menahan orang yang tidak biasa. Karena itu, di awal tulisan ini, menanggapi penilaian seorang kawan bahwa sakit Setya Novanto dagelan, saya bilang, mari kita lihat bagaimana KPK menghadapi dagelan.

Apakah KPK masih bisa tertawa? Yang terjadi sebaliknya, KPK malah bikin orang tertawa karena menjadikan Setya Novanto sebagai DPO, daftar pencarian orang. Langkah cengeng. Orang yang dicari jelas ada di dalam rumah sakit. Sama lucunya ketika KPK menyatakan OTT terhadap Wali Kota Batu yang lagi di kamar mandi, di rumahnya.

Sejauh ini Setya Novanto dua kali dijadikan KPK tersangka untuk perkara yang sama. Sejauh ini KPK gagal menangkapnya, menjadikannya tahanan. Sejauh ini yang terjadi ialah ekspektasi publik yang normal agar Setya Novanto menghormati hukum, alias memudahkan KPK. Hal itu bukan saja suara publik, melainkan juga suara presiden dan wakil presiden.

Izinkan saya berpikir sebaliknya. Saya tidak berharap Setya Novanto bakal menyerahkan diri, apalagi atas nama menghormati hukum. Di balik dagelannya, justru dia berpandangan serius sedang berupaya menegakkan hukum atas kesewenang-wenangan KPK.
Siapakah yang menang?

Sekurang-kurangnya bagi saya, sesungguhnya dan senyatanya yang sedang diuji ialah ketangguhan dan kreativitas KPK untuk membuktikan diri bahwa dirinya superbodi yang benar, yang tidak kehilangan akal dan rasa humor dalam menghadapi dagelan Setya Novanto yang telah beredar luas di tengah masyarakat warga.

Maaf, dalam menghadapi Setya Novanto, sejauh ini KPK tampak mentok, buntu, bahkan cengeng.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima