Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEKAN lalu program Economic Challenges membahas soal stunting. Di tengah gegap gempita pembangunan yang kita lakukan, ada satu persoalan yang luput dari perhatian kita. Ternyata satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah 5 tahun mengalami pertumbuhan otak dan badan yang jauh di bawah rata-rata yang seharusnya.
Hal itu disebabkan asupan makanan dan gizi pada saat di dalam kandungan dan ketika awal kelahiran tidak mencukupi. Apalagi ketika anak beranjak besar, lingkungan sekitar tidak bersih, ketersediaan air bersih juga terbatas, serta sanitasi untuk mandi, cuci, kakus tidak bagus.
Sudah bertahun-tahun persoalan ini dihadapi, tetapi baru dua bulan lalu pemerintah akhirnya turun tangan untuk menangani langsung. Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin langsung penanganan persoalan yang harus ditangani lintas sektoral. Target yang ingin dicapai ialah bagaimana 9 juta anak Indonesia yang mengalami stunting ini tidak bertambah lagi.
Selanjutnya, pemerintah akan mengidentifikasi anak-anak yang mengalami stunting tersebut dan memberikan pelatihan khusus agar mereka kelak bisa menjadi manusia yang berguna. Kita hargai langkah pemerintah karena itulah tanggung jawab yang harus dijalankan. Negara harus melindungi mereka yang termarginalkan agar tidak hanya menjadi beban.
Bagaimanapun juga, anak-anak itu harus bisa menjadi mandiri dan bisa bermanfaat bagi diri serta keluarga mereka. Persoalan ini seharusnya membukakan mata kita agar tidak silau oleh globalisasi, kemajuan teknologi informasi, dan modernisasi. Masyarakat Indonesia bukanlah masyarakat dengan strata ekonomi dan sosial homogen.
Ada kesenjangan yang luar biasa di tengah kita. Masih begitu banyak saudara kita yang hidup dalam segala keterbatasan. Apabila kita ikut jalan ke daerah, baru kita bisa merasakan bahwa gambaran Indonesia bukan seperti yang kita lihat di sekitaran Sudirman-Thamrin yang gaya hidup masyarakatnya sudah begitu metropolitan.
Bulan lalu di Mojokerto, misalnya, kita bisa melihat bagaimana Menteri Sosial berinteraksi dengan peserta Program Keluarga Harapan. Ratusan ibu rumah tangga begitu bergembira menerima kartu transaksi bank untuk bantuan sosial yang mereka akan terima. Ketika ditanya apakah mereka tahu bagaimana cara menggunakan kartu transaksi, secara serentak mereka menjawab, “Mboten (tidak tahu).”
Ketika ditanya apakah mereka ingat ‘personal identification number’ dari kartu transaksi yang dipegang, jawaban mereka juga, ”Mboten.” Semua itu menunjukkan masih banyak pekerjaan besar yang harus kita selesaikan, terutama transformasi sosial yang membutuhkan kemauan dan upaya yang sangat kuat.
Dibutuhkan pekerjaan panjang untuk membuat kemampuan seluruh warga bangsa ini menjadi sama. Kalau potret di Jawa saja masih banyak yang seperti itu, kita bisa bayangkan mereka yang tinggal di bagian timur Indonesia. Kasus stunting paling banyak terjadi di wilayah sana, mulai Nusa Tenggara Timur hingga ke timur lagi.
Pendidikan vokasi harus benar-benar menjadi fokus dan kerja utama ke depan agar tidak ada masyarakat yang tidak memiliki keterampilan. Sekolah itu terutama harus ditempatkan di wilayah timur. Pendidikan vokasi jangan sekadar fokus kepada belajar-mengajar, tetapi juga benar-benar memberikan keahlian khusus kepada anak didik.
Pendidikan vokasi dan penciptaan keahlian khusus ini tentunya harus sejalan dengan industri yang memang akan dikembangkan. Tujuan akhir ialah menciptakan manusia-manusia yang produktif. Kita harus membuat seluruh warga bangsa ini agar bisa memanfaatkan waktu secara optimal sehingga mereka dapat memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa dan negara ini.
Kita perlu ahli-ahli sosiologi untuk terlibat lebih aktif dalam pembangunan negara ini. Tidak cukup hanya ahli teknik dan ekonomi karena kita tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan. Yang jauh lebih penting ialah bagaimana membangun manusia Indonesia yang produktif. Sekarang ini kita merasakan kehilangan identitas manusia Indonesia itu.
Kita tidak tahu apa pemikiran manusia Indonesia itu. Tidak cukup banyak kajian tentang manusia Indonesia. Yang lebih banyak kita lihat ialah perilaku orang-orang yang selfish, tidak lagi memedulikan norma dan etika, serta tidak malu menabrak nilai-nilai yang ada pada bangsa ini.
Negara ini bisa runtuh apabila tidak lagi berpegangan pada nilai-nilai bangsa. Apalagi kalau kita lupa tempat sebenarnya kita sedang berdiri. Kita tidak peduli masih begitu banyak warga bangsa ini yang belum bisa mengadaptasi perubahan dan kemajuan yang sedang terjadi di dunia ini.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved