Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
REVOLUSI kadang memunculkan wajah paradoks sebab harapan dan kengerian bisa saling bertemu di situ. Benar, peringatan ini; revolusi kerap memakan anak kandungnya sendiri. Revolusi sosial pada perang kemerdekaan agaknya menjadi contoh betapa perubahan radikal itu menjadi pembenar mereka yang merasa paling berhak memiliki Republik.
Dengan berbekal prasangka, mereka bisa menghabisi siapa saja yang dianggap musuh, termasuk pembela setia Republik. Amir Hamzah, sang 'Republikan’ tulen itu hanya salah satu anak kandung revolusi yang menjadi korban. Sosok yang diberi predikat 'Raja Penyair Pujangga Baru’ itu, lewat sastra, bahasa, dan aktivitas kepemudaannya gigih menyuarakan kemerdekaan Indonesia.
Bangsawan Langkat yang merakyat ini tak segan mengajar di sekolah-sekolah bumiputera, seperti Perguruan Rakyat, Taman Siswa, dan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Ia meyakini kemerdekaan bisa dicapai jika masyarakat cukup mendapat pengetahuan. Namun, apa pun ikhtiar sang nasionalis ini untuk Indonesia, ningrat darahnya dianggap salah satu dosanya.
Ia masuk daftar pemuda sosialis di Langkat, salah satu yang harus dihabisi. Dalam semangat melawan pemerintah kolonial Belanda, bahkan setelah kemerdekaan dicapai, Amir dipancung para Pemuda Sosialis Indonesia pada revolusi sosial di Kwala Begumit, Sumatra Timur (kini Sumatra Utara), pada 20 Maret 1946.
Sebelumnya, selama dua pekan Amir dan beberapa keluarga Sultan diculik dan disiksa. Ijang Widjaja, sang algojo, ialah mandor kebun, guru silat Kesultanan Langkat, yang amat disayang Amir. Tak ada teman, tak ada majikan. Permintaan Amir supaya ia tak dibunuh sebab 'nanti Republik yang dipersalahkan' tak digubris. Ijang harus membunuh sosok yang dihormatinya itu.
Menolak artinya ia yang akan dihabisi. Jasad penyair kelahiran Tanjung Pura, Langkat, 28 Februari 1911 itu baru ditemukan di sebuah kebun pisang tiga setengah tahun kemudian setelah pemerintah pusat turun tangan. Jasad Amir berada dalam satu lubang dengan delapan korban revolusi lainnya.
Sebagai keluarga Sultan Langkat, Amir mempunyai gelar Pangeran Langkat Hulu. Namun, ia juga asisten residen setingkat bupati di Binjai yang mewakili pemerintahan Indonesia. Dua dunia dan dua kaki inilah yang membuat pemuda sosialis tak memberinya ampun. Ia tetap dicap pembela Belanda.
Tahun-tahun itu memang telah menulai popularitas dari kepenyairannya. Bersama Armijn Pane dan Sutan Takdir Alisyahbana, Amir mendirikan majalah Poejangga Baroe. Ia penganjur yang gigih agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan. Kumpulan sajaknya, Nyanyi Sunyi, Buah Rindu, dan karya terjemahannya, Setanggi Timur, memang telah dikenal luas di kalangan kaum terpelajar.
Dalam sebuah mahkamah, Ijang dipersalahkan dan divonis 20 tahun penjara. Namun, hanya dua tahun di penjara, berkat lobi 'orang-orang kiri’, pada 1950 ia dibebaskan. Alasannya, perbuatan Ijang melakukan pembunuhan karena perjuangan. Namun, meski bebas, empat tahun kemudian Ijang meninggal mengenaskan.
Setelah bebas dari penjara ia tetap hidup terkungkung dalam sebuah kamar tertutup. Ia dianggap gila. Perasaan bersalah yang ada tak habis-habis selalu menghantuinya. Amir Hamzah ditahbiskan sebagai pahlawan nasional pada November 1975. Kiprahnya bisa dibaca dalam banyak buku, antara lain Amir Hamzah:
Pangeran dari Seberang (Nh Dini), Kenangan Masa: Mengenang Pribadi Pujangga Amir Hamzah (Saidi Husny), Amir Hamzah sebagai Manusia dan Penyair (Abrar Yusra), Penemuan Pusara Pujangga Amir Hamzah (Zainuddin Hamid Rokyoto), T. Amir Hamzah (Danil Ahmad), Biografi Sejarah Pujangga dan Pahlawan Nasional Amir Hamzah (Tengku MH Lah Husny), Pahlawan Nasional Amir Hamzah (Sagimun MD), Amir Hamzah: Raja Penyair Pujangga Baru (HB Jassin), Tengku Amir Hamzah: Tokoh Pergerakan Nasional, Konseptor Sumpah Pemuda, Pangeran Pembela Rakyat (Djohar Arifin Husin), dan yang terbaru Paradoks Amir Hamzah (Tim Majalah Tempo).
Tahun ini ada empat nama yang ditahbiskan menjadi pahlawan nasional, yakni almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid NTB), almarhumah Laksamana Malahayati (Aceh), Sultan Mahmud Riayat Syah (Kepri), dan almarhum Lafran Pane, pendiri HMI, (DI Yogyakarta). Sedikitnya kini ada 173 nama sebagai pahlawan nasional.
Namun, Amir Hamzah pahlawan tak biasa. Ia nama yang penuh ironi. Revolusi membuatnya tak berkompromi dengan yang tak sepenuhnya tegas. Ia salah satu korbannya.*
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved