Fakta Lebih Baik ketimbang Mimpi

02/11/2017 05:31
Fakta Lebih Baik ketimbang Mimpi
(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

JUDUL itu seperti nasihat. Bukan. Itu pendirian Winston Churchill, salah satu kualitas yang bikin dia menjadi pemimpin besar. Pendirian itu kiranya berlaku untuk siapa pun yang disebut atau mau menjadi pemimpin besar. Churchill meninggal pada 24 Januari 1965. Tiga puluh enam tahun kemudian (2001), Jim Collins menjadikan pendirian Perdana Menteri Inggris itu sebagai salah satu resep untuk mengubah pemimpin baik menjadi pemimpin hebat (good to great).

Dalam ruang lingkup pemerintahan, saya lebih memilih sebutan pemimpin besar, yang membedakannya dari pemimpin hebat, dalam ruang lingkup privat/korporasi. Konosuke Matsushita pemimpin hebat dalam industri, Lee Kuan Yew pemimpin besar dalam pemerintahan. Akan tetapi, yang disebut 'besar', hemat saya, punya timbangannya sendiri.

Pengecualiannya, yang mahabesar ialah yang tidak mungkin ditimbang kebesarannya. Selebihnya ada timbangannya masing-masing. Menimbang kebesaran yang mahabesar, Sang Pencipta, dalam arti mengukurnya, samalah mengukur kewarasan si penimbang. Besar kemungkinan hasilnya kurang waras.

Karena tiap yang 'besar' itu punya timbangannya sendiri, pendirian 'fakta lebih baik ketimbang mimpi' itu dapat diterapkan pemimpin pemerintahan, terlepas dari ukuran besarnya. Lurah itu pemimpin besar di kelurahannya sekalipun di kelurahan itu tinggal pemimpin besar lainnya, presiden RI.

Dalam kenyataan kiranya banyak pemimpin tidak menjadi pemimpin besar akibat memilih bermimpi ketimbang menghadapi fakta. Itu bisa terjadi pada lurah di suatu kecamatan hingga 'lurahnya' negara. Sebuah laporan yang baik-baik dan diterima baik-baik menunjukkan bahwa sang pemimpin, penerima laporan itu, sedang bermimpi yang baik-baik. Isi laporan tidak diperiksa dan diverifikasi di lapangan, apakah fakta atau ilusi, kenyataan atau fantasi.

Pemimpin macam itu senyatanya tengah menegakkan pendirian sebaliknya, yakni mimpi lebih baik ketimbang fakta. Pertanyaannya, kenapa pemimpin tidak menerapkan pendirian Churchill bahwa fakta lebih baik daripada mimpi? Jawabnya macam-macam. Ada yang malas ke lapangan, tapi rajin bermimpi.

Ada yang tidak berani menghadapi fakta buruk. Karena itu, mereka memilih bermimpi buruk daripada berhadapan dengan fakta buruk. Apa pun pangkalnya, lari dari kenyataan buruk tentu tidak membuat orang menjadi pemimpin besar. Pemimpin besar berpendirian tidak boleh ada yang menghalangi berita buruk sampai kepadanya, bahkan dalam bentuknya yang paling jelek.

Sekali lagi, itulah Churchill.Ashley Jacson, profesor sejarah di King's College London, satu dari banyak penulis biografi Churchill, mendeskripsikan sebuah episode yang menunjukkan pendirian Churchill itu. "Lagi dan lagi, dia mengambil sebuah dokumen yang dia tidak familier, dan mengajukan pertanyaan dalam nada orang yang telah berulang membaca seluruhnya, dan menemukan kelemahan kritis di dalam laporan itu.

'What about this!', katanya seraya memandang tajam ke sekeliling ruangan." What about this! Sang pemimpin menemukan kelemahan kritis. Fakta buruk. Akan tetapi, hal itu indah bagi pemimpin besar. Fakta buruk itu lebih 'indah' daripada mimpi indah. Apa yang disebut sebuah koran sebagai tragedi Kosambi kiranya tidak terjadi jika pendirian 'fakta lebih baik ketimbang mimpi' diterapkan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Pabrik kembang api berbatang kawat di situ terbakar, 49 orang meninggal. Sebelumnya, laporan perusahaan itu diterima begitu saja, tidak pernah diperiksa di lapangan. Laporan dianggap baik-baik saja. Tragedi terjadi, yaitu fakta terburuk, manusia mati terpanggang demi membuat kembang api yang pada waktunya dibakar indah dalam kegembiraan.

Paradoks, nyeri dan duka kepublikan di situ, yang dapat terulang terjadi di kabupaten/kota mana pun di negeri ini, bila para pemimpin pemerintahan, termasuk kepala dinas, tidak berpendirian bahwa fakta lebih baik daripada mimpi.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima