Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PAGI itu, Sabtu 28 Oktober, di sebuah hotel di Lombok, kami berbincang hangat dengan sejarawan Taufik Abdullah tentang Mohammad Yamin. Saya sengaja bertanya tentang Yamin pada guru besar sejarah itu karena Yamin memang tokoh sentral Sumpah Pemuda dan peletak konstitusi negeri ini.
Tanpa Yamin, bisa jadi Sumpah Pemuda mungkin menjadi cerita lain dan imajinasi Indonesia mungkin tak menjadi 'epos besar'. Ada banyak kritik pada Yamin tentang akurasi peristiwa, tapi tak sedikit yang memuji dan menjadikan referensi. Mimpi Yamin tentang Indonesia memang luar biasa, kata Taufik.
Pemuda berusia 25 tahun itulah yang menyorongkan teks Sumpah Pemuda kepada Ketua Kongres Pemuda II, Soegoendo Djojopoespito, yang duduk bersebelahan. Yamin hadir sebagai wakil Jong Sumatranen Bond. Teks yang disodorkan Yamin kepada Soegondo, berisi sumpah setia tentang bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu, semula butir ketiga berbunyi, 'Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Melayu'. Frasa 'bahasa Melayu' oleh Soegondo diganti menjadi 'bahasa Indonesia'.
Soegondo beralasan, waktu itu bahasa Melayu sudah menjadi lingua franca (bahasa pergaulan), dipakai meluas di Nusantara. Semua sepakat. Dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Yamin bahkan menyebut wilayah Indonesia tak hanya seluruh bekas Hindia Belanda, tetapi meliputi Timor Portugis, Irian, dan Papua Nugini.
Namun, sidang memutuskan wilayah Indonesia tetap seperti bekas wilayah Hindia Belanda. Yamin juga punya andil besar dalam pembuatan lambang Garuda Pancasila dan syair Indonesia Raya. Yamin pula penemu wajah Gadjah Mada seperti yang kita kenal sekarang ini. Yamin memang menjadi sosok unik. Kegandrungannya pada Jawa, pada Majapahit, sesungguhnya agak aneh bagi tokoh kelahiran Sumatra Barat ini. Bukunya, Naskah Persiapan UUD 1945,, dinilai memanipulasi sejarah.
Dalam buku itu, Yamin menulis tiga tokoh yang memenuhi permintaan Ketua BPUPKI, Radjiman Wedyodiningrat, yakni ia sendiri, Bung Karno, dan Soepomo. Inilah yang membuat Bung Hatta kecewa dan marah. "Itulah kelicikan Yamin," kata Bung Hatta. Namun, siapa menyangkal keterlibatan Yamin terhadap aneka peristiwa penting untuk Indonesia.
Lewat sajak-sajaknya ia menyuarakan kecintaan terhadap Tanah Airnya. Menurut Taufik, setelah aktif dalam Kongres Pemuda, sajak-sajak Yamin terasa ada perubahan soal 'tanah air' yang lebih luas, tidak sebatas daerahnya atau Sumatra. Sebelumnya, ia lebih banyak bicara Pulau Andalas, Sumatra. Sajaknya berjudul Tanah Air, dimuat di majalah Jong Sumatra, 20 Oktober 2020, ketika ia berusia 17 tahun.
'Sesayup mata, hutan semata;
Bergunung bukit, lembah sedikit;
Jauh di sana, disebelah situ
dipagari gunung, satu persatu
Adalah gerangan sebuah surga
Bukannya janat bumi kedua
Firdaus Melayu di atas dunia!
Itulah tanah yang kusayangi,
Sumatera namanya, yang kujunjungi'.
Simak sajak yang ia tulis pada 1928 berjudul Indonesia Tumpah Darahku. Ia bicara tanah air dalam lingkup Indonesia, rumah besarnya yang baru.
'Bangsa Indonesia bagiku mulia
Terjunjung tinggi pagi dan senja,
Sejak syamsiar di langit nirmala
Sampaikan malam di hari kelam
Penuh berbintang cahaya bulan;
Mengapatah mulai, handai dan taulan,
Badan dan nyawa ia pancarkan'.
Kami menyudahi diskusi ketika matahari sudah agak tinggi. Saya menyimpulkan, Yamin sosok yang darahnya tentang Indonesia terus bergelora. Seorang Sumatra Barat dengan kadar keindonesiaan yang nyaris 'sempurna'.
Ia menjadi menonjol karena ia ahli hukum, mencintai sejarah, pandai menulis sajak, punya mimpi dan imajinasi tinggi tentang Indonesia, pandai berpidato, dan punya keberanian untuk mempertahankan pendapatnya. Sumatra Barat sebelum kemerdekaan seperti geografi tak pernah berhenti melahirkan orang-orang terbaik untuk Republik. Yamin salah satunya.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved