Yamin

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
31/10/2017 05:31
Yamin
(Wikipedia)

PAGI itu, Sabtu 28 Oktober, di sebuah hotel di Lombok, kami berbincang hangat dengan sejarawan Taufik Abdullah tentang Mohammad Yamin. Saya sengaja bertanya tentang Yamin pada guru besar sejarah itu karena Yamin memang tokoh sentral Sumpah Pemuda dan peletak konstitusi negeri ini.

Tanpa Yamin, bisa jadi Sumpah Pemuda mungkin menjadi cerita lain dan imajinasi Indonesia mungkin tak menjadi 'epos besar'. Ada banyak kritik pada Yamin tentang akurasi peristiwa, tapi tak sedikit yang memuji dan menjadikan referensi. Mimpi Yamin tentang Indonesia memang luar biasa, kata Taufik.

Pemuda berusia 25 tahun itulah yang menyorongkan teks Sumpah Pemuda kepada Ketua Kongres Pemuda II, Soegoendo Djojopoespito, yang duduk bersebelahan. Yamin hadir sebagai wakil Jong Sumatranen Bond. Teks yang disodorkan Yamin kepada Soegondo, berisi sumpah setia tentang bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu, semula butir ketiga berbunyi, 'Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Melayu'. Frasa 'bahasa Melayu' oleh Soegondo diganti menjadi 'bahasa Indonesia'.

Soegondo beralasan, waktu itu bahasa Melayu sudah menjadi lingua franca (bahasa pergaulan), dipakai meluas di Nusantara. Semua sepakat. Dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Yamin bahkan menyebut wilayah Indonesia tak hanya seluruh bekas Hindia Belanda, tetapi meliputi Timor Portugis, Irian, dan Papua Nugini.

Namun, sidang memutuskan wilayah Indonesia tetap seperti bekas wilayah Hindia Belanda. Yamin juga punya andil besar dalam pembuatan lambang Garuda Pancasila dan syair Indonesia Raya. Yamin pula penemu wajah Gadjah Mada seperti yang kita kenal sekarang ini. Yamin memang menjadi sosok unik. Kegandrungannya pada Jawa, pada Majapahit, sesungguhnya agak aneh bagi tokoh kelahiran Sumatra Barat ini. Bukunya, Naskah Persiapan UUD 1945,, dinilai memanipulasi sejarah.

Dalam buku itu, Yamin menulis tiga tokoh yang memenuhi permintaan Ketua BPUPKI, Radjiman Wedyodiningrat, yakni ia sendiri, Bung Karno, dan Soepomo. Inilah yang membuat Bung Hatta kecewa dan marah. "Itulah kelicikan Yamin," kata Bung Hatta. Namun, siapa menyangkal keterlibatan Yamin terhadap aneka peristiwa penting untuk Indonesia.

Lewat sajak-sajaknya ia menyuarakan kecintaan terhadap Tanah Airnya. Menurut Taufik, setelah aktif dalam Kongres Pemuda, sajak-sajak Yamin terasa ada perubahan soal 'tanah air' yang lebih luas, tidak sebatas daerahnya atau Sumatra. Sebelumnya, ia lebih banyak bicara Pulau Andalas, Sumatra. Sajaknya berjudul Tanah Air, dimuat di majalah Jong Sumatra, 20 Oktober 2020, ketika ia berusia 17 tahun.

'Sesayup mata, hutan semata;
Bergunung bukit, lembah sedikit;
Jauh di sana, disebelah situ
dipagari gunung, satu persatu
Adalah gerangan sebuah surga
Bukannya janat bumi kedua
Firdaus Melayu di atas dunia!
Itulah tanah yang kusayangi,
Sumatera namanya, yang kujunjungi'.

Simak sajak yang ia tulis pada 1928 berjudul Indonesia Tumpah Darahku. Ia bicara tanah air dalam lingkup Indonesia, rumah besarnya yang baru.

'Bangsa Indonesia bagiku mulia
Terjunjung tinggi pagi dan senja,
Sejak syamsiar di langit nirmala
Sampaikan malam di hari kelam
Penuh berbintang cahaya bulan;
Mengapatah mulai, handai dan taulan,
Badan dan nyawa ia pancarkan'.

Kami menyudahi diskusi ketika matahari sudah agak tinggi. Saya menyimpulkan, Yamin sosok yang darahnya tentang Indonesia terus bergelora. Seorang Sumatra Barat dengan kadar keindonesiaan yang nyaris 'sempurna'.

Ia menjadi menonjol karena ia ahli hukum, mencintai sejarah, pandai menulis sajak, punya mimpi dan imajinasi tinggi tentang Indonesia, pandai berpidato, dan punya keberanian untuk mempertahankan pendapatnya. Sumatra Barat sebelum kemerdekaan seperti geografi tak pernah berhenti melahirkan orang-orang terbaik untuk Republik. Yamin salah satunya.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.