Mandalika

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
27/10/2017 05:31
Mandalika
(ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

SUDAH jadi suratan takdir agaknya Mandalika menjadi rebutan sejak masih menjadi legenda. Legenda putri jelita di Lombok yang kecantikannya diperebutkan banyak pangeran dalam konteks hari ini diperebutkan siapa yang paling berjasa dalam menghidupkan kembali kecantikan Puti Mandalika yang ditransformasikan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) di Lombok Tengah, NTB.

Kini ada kabar tanah-tanah di sekitar Mandalika diperebutkan para pemilik modal dan pembesar. Mandalika, dalam legenda Tanah Sasak, diceritakan memilih mencebur ke laut karena tak ingin melukai teramat banyak pria ketika harus memilih satu di antara banyak pemuda sebagai calon suami.

Tafsir atas sang putri mencebur ke laut ialah pengorbanan karena ia tak mau menyakiti banyak pria yang gagal jika ia memilih salah satu. Sebagai kawasan ekonomi khusus yang diresmikan Presiden Joko Widodo Jumat (20/10), Mandalika merupakan masa depan yang kecantikannya dinubuat bisa memikat para investor, bertumbuh menjadi kawasan makmur yang menyejahterakan rakyat.

Jokowi merasa amat senang sebab kawasan yang selama 29 tahun mandek itu kini telah jelas dan investasi pun dibuka. Begitulah pesan yang bisa dilihat lewat video blog (vlog) yang diunggah Jokowi.

Presiden mengungkapkan kenapa begitu lama proyek tak berjalan karena terkendala payung hukum. Kini, payung hukum itu telah dibuat, yakni instruksi presiden untuk ganti rugi pembebasan lahan untuk proyek.

"Kita rapat sekali di istana keluar Inpres. Setelah itu tak ada dua bulan alhamdulillah pembebasan lahan lancar, langsung bayar semua," kata Jokowi bangga. Di dalam foto, presiden berjalan santai di kawasan Mandalika, diiringi beberapa menteri, seperti Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi.

Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga berkicau lewat akun Twitter-nya bahwa Jokowi telah meresmikan Mandalika dengan nilai investasi mencapai Rp13 triliun setelah 29 tahun pembangunan itu tak terselesaikan.

Tentu ada nada bangga di situ. Mantan Presiden SBY pun bereaksi. Lewat akun Facebook-nya, Ahad lalu, ia mengunggah foto saat peletakan batu pertama Mandalika pada 2011 saat ia menekan tombol peresmian.

SBY didampingi beberapa menteri saat itu, antara lain Menko Perekonomian Hatta Radjasa dan Menteri Pariwisata Mari Elka Pangestu. Di foto lain, SBY berpose dengan Ani Yudhoyono dengan latar belakang Pantai Putri Nyali dan foto ketika SBY mengadakan pertemuan bilateral dengan PM Nadjib Razak yang waktu itu sama-sama menginap di sebuah hotel di Lombok.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik juga memprotes klaim Jokowi dan Pramono. Lewat akun Twitter-nya ia menanggapi Jokowi dan Pramono. ‘Status KEK Mandalika ditetapkan SBY, Lombok Internasional Airport, dan Pelabuhan Lembar selesai masa SBY.

Kok Pak Jokowi tak mau akui itu’, kicau Rachland. Ia juga mempertanyakan dari mana hitungan 29 tahun sebab SBY meresmikannya pada 2011. Jangka waktu pembangunan 10 tahun artinya itu akan selesai pada 2021. Payung hukumnya juga jelas, yakni Peraturan Pemerintah No 52 Tahun 2014.

Perang klaim Jokowi vs SBY tentu terasa tak elok. Lalu Suryadi yang mengaku orang Sasak menanggapi lewat akun Twitter-nya. "Jadi, Mandalika sudah diresmikan SBY pada 2011, diresmikan lagi oleh Jokowi pada 2017 (katanya setelah mangkrak 29 tahun).

Selaku orang Sasak, saya sih senang-senang saja Mandalika sering-sering diresmikan, jika perlu tahun depan ada fasilitas publik yang selesai dibangun, diresmikan lagi...heuheu!" Mandalika digarap Indonesia Tourism Development Corporate, BUMN yang sukses membangun kawasan pariwisata Nusa Dua Bali.

Luas Mandalika mencapai 1.170 km, membentang dari Pantai Kuta, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan. Hingga 2030, pembangunan hotel berbintang dengan 10 ribu kamar di Mandalika, convention center, dan sirkuit balap kelas internasional ditargetkan selesai dibangun.

Proyek itu diprediksi menyerap 58 ribu tenaga kerja. Kini Lombok menjadi destinasi pariwisata terbaik kedua setelah Bali versi Travellers Choice Awards 2017. Namun, pemerintah harus segera diingatkan, Mandalika harus menjadi berkah, terutama bagi masyarakat Lombok, khususnya Lombok Tengah. Harus ada penyiapan SDM terdidik, baik untuk kepentingan proses pembangunan Mandalika maupun setelah siap beroperasi.

Harus pula ada edukasi bagi masyarakat lokal untuk ambil bagian dalam bisnis di kawasan Mandalika. Mereka tak boleh dibiarkan menjadi penonton sebab bisa menjadi bom waktu. Pantai-pantai juga tidak boleh diprivatisasi seperti di banyak kawasan wisata pantai yang pada akhirnya masyarakat justru kehilangan hak untuk menikmatinya.

Pada dasarnya pantai itu milik publik. Jamak terjadi setiap ada proyek besar sebuah kawasan khusus di Indonesia, pembangunan daerah sekitar kerap tak terkendali. Seperti diberitakan koran Suara NTB edisi 25 Oktober, perbukitan di sekitar Mandalika terlihat ada eksplorasi alam pengerukan kawasan perbukitan untuk sarana pariwisata.

Harga tanah juga biasanya naik gila-gilaan. Pastilah para pemodal besar yang bersekutu dengan penguasa culas, yang akan menguasainya. Di luar itu warga cukup menjadi penonton.

Kita membayangkan, jika Mandalika sudah sepenuhnya dibangun sesuai dengan rencana, Lombok sangat mungkin mengalahkan Bali seperti kata mereka. "Kalau di Bali, kita tak bisa melihat Lombok. Namun, kalau di Lombok, kita bisa melihat Bali."

Begitulah umumnya semangat penduduk Lombok mempromosikan daerahnya, seperti terdengar dalam Seminar Internasional Tradisi Lisan di Mataram, 25-29 Oktober. Terasa ada gairah menggelora untuk memakmurkan Lombok yang juga dikenal memiliki tiga gili, yakni Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno.

Mandalika harus menjadi milik masyarakat Lombok. Ia tak boleh menjadi kecantikan yang menjerumuskan, tetapi justru harus menjadi berkah yang terus memelihara gairah.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima