Selamat Bekerja Anies-Sandi

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
13/10/2017 05:31
Selamat Bekerja Anies-Sandi
(MI/RAMDANI)

PARA pemimpin datang dan pergi. Ada yang dikenang ada yang dinegasi. Ada yang menjadi inspirasi, ada pula yang tak membekaskan apa-apa. Ia tak terasa adanya, tak dicari perginya.

Ada pula yang menjadi kepedihan masif kita, banyak pemimpin dibui sebab korupsi. Namun, di tengah ramainya kasus korupsi, ada (pemimpin) yang keteladanannya menjadi monumen di banyak hati.

Kepada pemimpin DKI yang baru, Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi), kita pantas berucap selamat datang. Selamat bekerja dengan penuh dedikasi. Kita berharap pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi), yang dilantik Senin (16/10), akan menjadi pasangan yang dikenang karena memenuhi mimpi dan asa warga Jakarta.

Tak ada waktu untuk lama berdebat sebab soal kepublikan telah bertumpuk, berpilin-pilin, minta segera diselesaikan. Dalam soal psikososial, Anies-Sandi mesti memulihkan keterbelahan yang tajam masyarakat sebab pilkada memang dibumbui isu SARA.

Mereka harus memulihkan suasana solider dan bukan soliter. Solidaritas penting untuk efektivitas pemerintahan. Jika mereka tak ingkar janji atau ada aral, Anies-Sandi akan memimpin

Ibu Kota selama lima tahun (2017-2022). Kita tentu berharap pasangan pemenang 'pilkada Jakarta rasa pilpres' ini kepemimpinannya akan terpatri di banyak hati. Selain punya modal suara 58% pada pilkada Jakarta, secara psikologis Anies yang dicopot sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan dalam reshuffle kabinet tahun lalu, jamak adanya jika ingin membuktikan kepada publik bahwa ia pemimpin yang pantas berprestasi.

Adapun kepada yang pergi, Djarot Saiful Hidayat, warga Jakarta, penduduk Jakarta, layak pula mengucapkan selama jalan. Jalan meninggalkan tugas ‘di panggung publik’; bisa jadi ia telah punya panggung pengabdian lain yang dilakukan dalam ‘sunyi, tanpa sorot kamera’, misalnya.

Pengabdian sunyi serupa ini tak kalah mulianya jika dibandingkan dengan ‘di panggung publik yang formal’ dan penuh persaingan politik. Masa empat bulan sebagai gubernur memang sulit untuk mengukur untaian prestasi Djarot yang menggantikan Basuki Tjahaja Purnama yang dipidana karena kasus penodaan agama.

Namun, kita tahu, ketika menjadi wakil gubernur, Djarot pemimpin yang bisa menjadi penyeimbang Basuki yang kerap ngegas dalam berkomunikasi. Ia tipe pemimpin yang ketika ‘menangkap ikan, tak membuat keruh airnya’.

Ada lagi modal penting Anies-Sandi, keduanya pasangan intelektual-pengusaha. Anies intelektual yang punya nama dan Sandi saudagar yang kekayaannya di atas Rp3 triliun, melebihi calon kepala daerah mana pun di Indonesia, bahkan calon presiden sekalipun.

Lebih dari itu, Sandi juga menyatakan akan mundur dari seluruh bisnis yang selama ini ia geluti agar tak ada konflik kepentingan. Semoga ini tak menjadi pemanis bibir semata atawa keindahan cakap belaka.

Sebagai warga Jakarta, saya berharap dan menunggu Anies-Sandi mampu melewati capaian Basuki-Djarot. Saya punya keyakinan, begitu prestasi Anies-Sandi melampuai kinerja Basuki-Djarot, para pendukung setia Basuki akan berdiri bersama-sama pasangan Anies-Sandi.

Begitulah seharusnya, sebab siapa pun calon yang didukung, ketika terpilih pemimpin baru, itulah pemimpin kita. Itulah ajaran demokrasi. Memang ada yang mempertanyakan tentang ‘pilkada rasa pilpres’ bahwa Gubernur DKI Jakarta setara dengan 'RI 3'.

Ada pula pemaknaan lain soal 'pilkada rasa pilpres' itu, yakni kata-kata Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ketika musim kampanye. ”Saudara-Saudara, kalau kalian ingin saya jadi presiden 2019, Anies-Sandi gubernur DKI. Betul?”

begitu kata Prabowo. Menjadi beban Anies atau tidak ucapan Prabowo, hanya Anies yang tahu. Yang juga ditunggu ialah relasi Balai Kota di Jalan Merdeka Selatan (kantor Anies) dan Istana Merdeka di Jalan Merdeka Utara (kantor Presiden Joko Widodo). Dua kantor RI 1 dan ‘RI 3’ dipisahkan lapangan Monumen Nasional (Monas). Sejak reshuffle kabinet Juli tahun lalu, tentu hubungan Anies-Jokowi tak secair sebelumnya.

Anies diusung Partai Gerindra dan PKS selain PAN yang memang berada di luar pemerintah. Dalam soal reklamasi pantai utara Jakarta, Anies-Sandi sejak kampanye
tegas akan menolaknya, bahkan hingga kini tak ada tanda-tanda melemah.

Ini tentu akan berhadapan dengan Merdeka Utara, yang menghendaki reklamasi dilanjutkan. Kita menunggu apa solusi dan argumentasinya. Publik tentu menunggu apa yang dulu dijanjikan; seperti apa program ‘Jakarta Maju Bersama’ dalam program OK OCE (Satu kecamatan, satu pusat

kewirausahaan) untuk mencetak 200 ribu pengusaha selama lima tahun. Kita menunggu implementasi DP rumah 0 rupiah dan kartu Jakarta mahasiswa unggul. Kita menunggu Jakarta lebih baik dari sebelumnya. Pada akhirnya kita menunggu Anies-Sandi menjadi pemimpin yang menjadi monumen di banyak hati.*



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.