Menyelamatkan APBN

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
11/10/2017 05:31
Menyelamatkan APBN
(ANTARA FOTO/Joko Sulistyo)

SALAH satu yang menjadi dasar pertimbangan Standard & Poor's memberikan peringkat layak investasi kepada Indonesia ialah pengelolaan anggaran negara yang prudent. Tiga bulan terakhir ini menjadi ujian sesungguhnya bagi pemerintah, sejauh mana mampu mengendalikan anggaran pendapatan dan belanja negara dengan baik.

Dengan masih Rp513 triliun penerimaan pajak yang harus didapatkan dalam sisa waktu 2017 ini, ruang gerak belanja pemerintah sangatlah terbatas. Mau tidak mau, pemerintah harus berhemat agar tidak besar pasak daripada tiang.

Penghematan merupakan jalan tercepat karena pemerintah tidak mungkin lagi menambah utang. Salah-salah pemerintah melanggar batasan 3% dari produk domestik bruto seperti yang ditetapkan undang-undang.

Pengelolaan keuangan negara yang tidak berhati-hati pada akhirnya akan menekan pemerintah sendiri. Pasar sangat kejam menghukum pemerintah yang tidak saksama mengendalikan defisit anggaran.

Memang menjadi pertanyaan, dari mana lalu pemerintah bisa mencapai harapan mendorong pertumbuhan 5,2% pada tahun ini? Yang paling bisa diandalkan ialah mendorong konsumsi rumah tangga.

Survei penjualan eceran Agustus yang dikeluarkan Bank Indonesia menunjukkan ada perbaikan pada belanja masyarakat. Indeks Penjualan Riil Juli, yang mengalami kontraksi 3,3% (yoy), bulan lalu sudah kembali tumbuh positif 2,2%.

BI memperkirakan penjualan ritel yang didorong barang-barang konsumsi akan terus bertumbuh. Indeks Penjualan Riil September juga menunjukkan tren positif, yakni tumbuh 2,4%.

Kemampuan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masih sangat kuat. Itu terlihat dari data simpanan masyarakat di perbankan yang pada Agustus meningkat Rp500 triliun sehingga menembus Rp5.000 triliun. Masyarakat memilih untuk menyimpan uangnya daripada membelanjakannya.

Sejak muncul surat edaran menteri keuangan untuk melaporkan transaksi kartu kredit, masyarakat menahan belanja mereka. Masyarakat khawatir menjadi objek pemeriksaan pajak akibat target tinggi dalam penerimaan pajak pada tahun ini.

Dalam diskusi Investment Outlook yang diselenggarakan Java Integrated Industrial and Port Estate di Jakarta, kemarin, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menjelaskan persoalan pajak juga menjadi pertanyaan investor ketika ia melakukan road show investasi ke luar negeri.

Banyak aturan membingungkan investor dan bahkan tidak jarang perubahan peraturannya terjadi tiba-tiba sehingga membuat banyak pengusaha menahan rencana investasi mereka ke Indonesia.

Berulang kali kita sampaikan, pemerintah jangan berpretensi untuk bisa membangun negeri ini sendirian. Pemerintah harus mampu menggerakkan dunia usaha dan masyarakat sebagai motor pertumbuhan.

Agregat dari belanja pemerintah ditambah investasi swasta dan konsumsi rumah tangga itulah yang akan membuat pertumbuhan ekonomi lebih pesat dan berkualitas.
Indonesia Incorporated itu harus dicerminkan dalam sinergi di antara semua komponen bangsa.

Pemerintah sebagai regulator harus mampu menjadi dirigen yang baik untuk terciptanya harmoni. Sebagai pihak yang memegang data dan merumuskan arah pembangunan yang ingin dicapai, pemerintahlah yang bisa memilah mana yang menjadi wilayah tugas pemerintah dan badan usaha milik negara serta mana yang diharapkan dikontribusikan dunia usaha dan masyarakat.

Semangat berkompetisi dalam harmoni kita perlukan untuk menciptakan efisiensi. Pada akhirnya kita harus menjadi bangsa pemenang karena persaingan yang sesungguhnya bukan terjadi di antara kita di dalam, melainkan bagaimana kita bisa lebih unggul dengan bangsa-bangsa lain.

Di sinilah pentingnya menjalin komunikasi di antara komponen bangsa. Pemerintah dan dunia usaha harus mau berdialog dengan semangat saling percaya. Bukan komunikasi yang didasari sikap saling curiga, apalagi dengan penuh rekayasa.

Ketika semua pihak mau bersikap terbuka dan saling melengkapi, kita akan bisa melihat bagaimana derap pembangunan bisa kita pacu lebih pesat lagi. Jawa Timur merupakan salah satu model di saat sikap saling percaya itu menghasilkan kemajuan yang bisa dirasakan rakyat banyak.

Tekanan pada APBN yang kita hadapi pasti akan ada jalannya apabila semua komponen bangsa diajak untuk mencarikan solusi. Yang penting jangan ada yang merasa superior dan tahu segalanya karena yang namanya superman is dead.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.