Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
IA bukan siapa-siapa dalam hierarki orang berkuasa. Ia juga jauh dari posisi orang ternama. Namun, sosok ini amatlah penting. Tanpanya warga bisa senewen dan lingkungan jadi terganggu.
Ia Pak Sabar, pengangkut sampah yang berdedikasi dan punya harga diri. Baru-baru ini, saya mendengar kabar dari beberapa warga Pak Sabar telah tiada. Tak ada yang tahu apa penyakitnya, kapan persis meninggalnya, sebab memang tak ada yang tahu di mana tempat tinggalnya.
Warga tempat kami bermukim, dulu, di Bojong Gede, Cibinong, Jawa Barat, hanya mengatakan Pak Sabar telah berpulang. Kabar duka yang biasa saja. Bulan ini ketika Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mewacanakan operasi tangkap tangan bagi warga yang membuang sampah sembarangan, saya teringat Pak Sabar.
Sosok yang setiap hari menghela gerobak sampah hingga kerap napasnya terengah-engah berkeliling dari rumah ke rumah. Usianya sekitar 55 tahun, tapi ia tak pernah berpantang bekerja walau panas dan hujan datang.
Pak Sabar selalu berkaus lengan panjang, memakai masker, bertopi, dan bersepatu bot karet. Ia selalu membawa sebotol susu sapi murni ukuran 600 mililiter yang digelantungkan di bagian luar gerobak.
Ia penting minum susu untuk menjaga kesehatannya. Saya lupa bertanya dari mana fulus untuk membeli susu sapi murni. Suatu hari saya melihat Pak Sabar tidak sabar lagi. Ia berseteru mulut sengit dengan seorang warga yang melempar sampah dari teras rumahnya ke arah bak penampungan sampah yang tengah diangkut isinya.
Cara warga membuang sampah seperti itu, kata Pak Sabar, sangat menghina dirinya. "Ini orang terhormat tapi tak bisa menjaga kehormatannya. Saya ini hidup bersama sampah setiap hari, tapi jangan Bapak memperlakukan saya seperti sampah," kata Pak Sabar dengan suara tinggi kepada seorang warga yang membuang sampah sembarangan itu. Saya yang tak jauh dari mereka berdua mendengar dengan jelas percekcokan itu.
Yang membuang sampah tak merasa bersalah. Saya baru tahu, Pak Sabar ternyata punya batas kesabaran, sosok yang punya prinsip. Ia akan menegur siapa saja yang tak memisahkan sampah organik dan nonorganik.
Pak Sabar pernah bilang, warga kompleks, orang-orang berpendidikan, tapi membuang sampah yang benar saja banyak yang tidak tahu. "Katanya, kebersihan sebagian dari iman!" kata Pak Sabar menyindir.
Pak Sabar tak jauh dari ribuan tukang sampah di negeri ini. Sama seperti Imam Syafii, tukang sampah di kawasan Guntur, Jakarta Pusat, yang aktivitasnya pernah ditayangkan stasiun berita BBC pada Januari 2012.
BBC waktu itu menayangkan hasil studi banding, petugas kebersihan asal London, Wilbur Ramirez, Inggris, ke Jakarta, berjudul Toughest Place to be a Binman (Tempat Paling Sulit Menjadi Tukang Sampah).
Ramirez takjub dengan 'Tukang Sampah' di Indonesia, Imam Sjafii yang bekerja seorang diri, berjalan kaki, memungut sampah dari tempat-tempat berlumpur; Ia bekerja dengan peralatan terbatas, kerja keras, tapi bergaji kecil, tanpa tersentuh jaminan kesehatan.
Potret buram pengelolaan sampah di Jakarta pun terlihat dunia. Tentu ini bagai bumi dan langit dengan Ramirez yang membersihkan sampah dengan peralatan modern. Padahal, ketika Bang Ali dipilih Bung Karno menjadi Gubernur DKI Jakarta, salah satu tugas penting ialah membersihkan Jakarta dari sampah.
"Apa lagi ndoro dan ndoro ayu sudah tahu, tidak boleh membuang sampah semau-maunya di pinggir jalan, tapi ndoro dan ndoro ayu toh menaruh sampah di pinggir jalan. Nah, itu perlu dihadapi orang yang sedikit keras, yang sedikit koppig," kata Bung Karno kepada Ali.
Namun, hingga kini sampah di Jakarta belum jua menemukan solusi terbaik. Percakapan kita tentang sampah ialah percakapan tentang keluh kesah. Indonesia darurat sampah.
Hasil riset Jenna R Jambeck (publikasi di www.sciencemag.org 12 Februari 2015) yang diunduh dari laman www.iswa.org pada 20 Januari 2016 menyebutkan Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, setiap hari sekitar 7.000 ton sampah dibuang ke sungai Ciliwung, dan yang bisa diangkut hanya 75%, 25% dibiarkan mencemari sungai dan laut.
Saya setuju, usulan pengelolaan sampah menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan kerja lurah/kepala desa dan juga camat. Lurah/kepala desa dan camat yang berhasil, artinya mereka telah mampu mengatasi sampah di wilayahnya.
Terlebih lurah dan camat di Jakarta yang telah menerima gaji cukup besar. Setiap melihat sampah di mana-mana, saya teringat Pak Sabar. Tukang sampah yang berdedikasi dan amat mencintai bumi. Saya kira ia orang yang mulia.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved