Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
"ADA banyak kompetisi yang telah aku ikuti. Beberapa kali aku menang, tapi aku tidak melihat itu prestasi terbesarku. Bagiku, prestasi terbesar yang telah aku capai sejauh ini ialah menyebarkan pengetahuan, jadi pembicara di sekolah-sekolah dan universitas, menginspirasi, dan mengajak mereka menjadi penemu. Kita semua harus menjadi penemu."
Itulah kehendak mulia Fatima Al Kaabi, penemu robot termuda dari Uni Emirat Arab (UEA), ketika UNESCO mengundangnya berpidato pada Festival Pemuda Digital di Doha, Qatar, tahun lalu. Gadis berhijab itu diundang khusus untuk memberi inpirasi kepada para siswa agar menekuni teknologi. Ia menegaskan apa yang ia lakukan untuk membuat hidup manusia lebih mudah. Seperti printer braille yang terbuat dari batu bata lego yang ia temukan untuk tunanetra.
Siswi Manor Hall International School, Al Ain, Abu Dhabi, itu memang amat terkenal di negerinya. Beberapa kali Fatima menerima penghargaan sains dan robot. Pada usia 13 tahun ia memenangi Shaikh Hamdan dan Sharjah Awards, juga menjadi pemenang pertama di Olimpiade Robot di UAE. Ia bintang ilmuwan muda dari Abu Dhabi (yang juga disebut Al Wasi); dari Timur Tengah.
Pada 2015 ia menerima penghargaan Pioneers of United Arab Emirates dari Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA dan penguasa Dubai, sebagai penemu termuda UEA dan untuk kontribusi bagi negara. Belum ada penemu termuda seperti Fatima yang sudah menjadi pencipta robot sebelumnya.
Fatima sudah menciptakan robot sejak kanak-kanak ketika usianya baru tujuh tahun. Latar belakang orangtua yang bergerak di bidang teknologi menjadi inspirasinya sebagai seorang penemu. Sang ayah insinyur elektro dan ibunya mempelajari teknologi informasi. Sejak kanak-kanak ia menyerap apa yang dikerjakan orangtuanya di rumah dalam hal teknologi.
Cerita Fatima itulah yang dalam suasana Tahun Baru 1439 Hijriah ramai dibincangkan kembali. Bukan sekadar ramai kita mengucapkan 'Selamat Tahun Baru Islam'. Maksudnya, tentu untuk menjadi inspirasi bahwa kemajuan Islam seperti pernah jaya pada abad 7-13 karena ilmu pengetahuan berkembang pesat. Semangat itulah yang di Indonesia oleh Bung Karno pernah dihidupkan lagi, yakni dengan api Islam yang menyala-nyala, bukan 'abunya yang berupa celak mata dan sorban...'.
Fatima telah pula menginspirasi para enam siswi di Afghanistan membuat robot, robot pemilah bola. Keenam gadis berhijab ini berasal dari Herat, kota di sebelah barat Afghanistan. Mereka berhasil lolos mengikuti kompetisi ajang robot internasional. Penemuan mereka akan diadu dengan robot lainnya di kompetisi internasional FIRST Global Challenge yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, Juli lalu.
Sayang, keenam remaja ini tak mendapat visa dari Kedubes Amerikat. Warga Afghanistan memang sulit untuk berkunjung ke 'Negeri Paman Sam'. Di Pakistan, tetangga Afghanistan, ada gadis remaja yang amat hebat, Malala Yousafzai. Dalam 12 tahun ia berani melawan Taliban. Dalam usia teramat muda ia menyerukan agar para pemimpin dunia menjadikan pendidikan sebagai prioritas.
Malala ditembak kepalanya oleh Taliban pada 2012 karena ia aktif mengampanyekan pendidikan bagi kaum perempuan. Taliban sangat antiperempuan bergiat dalam pendidikan. Malala kemudian diganjar Nobel Perdamaian pada 2014. Di Pakistan juga ada Ayesha Farooq. Perempuan berusia 26 tahun itu menjadi pilot pesawat tempur pertama di negerinya.
Jilbab tak menghalangi langkahnya mengudara menerbangkan burung besi tempur. Ia mendahului lima rekan perempuannya di Angkatan Udara Pakistan yang lulus ujian final pilot jet tempur. Arab Saudi, negeri yang kemajuan perempuannya amat terlambat, sejak 10 tahun terakhir telah mengirimkan 35 ribu mahasiswa ke Barat, dan sebagian besar ialah perempuan.
Ini tentu bermaksud mengubah pandangan lama bahwa perempuan serba dibatasi kiprahnya di luar rumah. Bahwa perempuan bagian penting perubahan. Begitulah mestinya. Seperti kajian Pew Research Center di Amerika Serikat yang dirilis pada 2015, Islam menjadi agama yang paling pesat perkembangannya, dari 1,6 miliar pada 2010 dan akan menjadi 2,76 miliar pemeluknya di 2050. Untuk Kristen, pertumbuhan sebelumnya diperkirakan akan besar, tetapi tidak melebihi pertumbuhan dari Islam.
Kajian Pew yang mengumpulkan data dari 234 negara selama enam tahun mencatat jumlah pemeluk Kristen tumbuh dari 2,17 miliar menjadi 2,92 miliar pada 2050--ini hampir 30% jumlah populasi dunia. Pada 2075 jumlah pemeluk Islam diperkirakan melebihi pemeluk Kristen.
Dengan pertumbuhan Islam seperti itu, Tahun Baru Islam mestinya dimaknai sebagai upaya untuk membangun kejayaan Islam, mengobarkan api Islam, merebut ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan semata seremoni yang tak mengedepankan substansi. Mestinya tak sekadar rancak berhijab, bersorban, bercelak mata, tetapi juga berkemajuan. Kuantitas tanpa kualitas jelas akan menjadi beban.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved