Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KIMI Raikkonen, Jumat (10/7), mengatakan pertanyaan mengapa enam pembalap Formula 1 tidak berlutut bersama Lewis Hamilton adalah hal yang berlebihan sembari menegaskan setiap orang memiliki hak untuk melakukan apa yang nyaman bagi mereka.
Peraih enam gelar juara Formula 1 Hamilton dan 13 pembalap lainnya berlutut sebelum GP Austria pada pekan lalu sebagai dukungan atas demonstrasi antirasisme. Namun, enam pembalap lainnya menolak berlutut.
Mereka yang tidak berlutut adalah Raikkonen, rekan setimnya di Alfa Romeo Antonio Giovinazzi, pembalap Ferrari Charles Leclerc, pembalap Red Bulla Max Verstappen, pembalap Alpha Tauri Daniil Kvyat, dan pembalap McLaren Carlos Sainz.
Baca juga: Verstappen Jadi yang Tercepat di Sesi Latihan Kedua GP Styria
"Formula 1 dan semua tim bekerja keras melawan rasisme jadi saya pikir sedikit berlebihan mempertanyakan hal itu," kata Raikkonen. "Semua orang berhak melakukan apa yang mereka kehendaki."
Dalam wawancara dengan Sky Sports, Raikkonen mengatakan, "Semua pembalap Formula 1 menentang rasisme. Saya dengan senang hati membantu perjuangan melawan rasisme. Namun, setiap orang berhak melakukan apa yang membuat mereka nyaman." (AFP/OL-1)
Vinicius Junior dukung Lamine Yamal usai dugaan rasisme dan nyanyian anti-Muslim. Ia serukan solidaritas pemain untuk lawan diskriminasi.
Sinopsis film A Time to Kill (1996), drama hukum tentang rasisme, keadilan, dan perjuangan seorang ayah. Ulasan singkat & fakta menarik.
Buntut kasus rasisme Prestianni-Vinicius, Presiden FIFA Gianni Infantino usulkan aturan tegas. Pemain yang menutup mulut saat konfrontasi harus diusir keluar lapangan.
Gianluca Prestianni dilarang bertanding oleh UEFA selama proses penyelidikan terkait dugaan aksi rasismenya terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior berlangsung.
Arne Slot menekankan bahwa tanggung jawab insan sepak bola jauh lebih besar dibanding masyarakat awam dalam menangani isu diskriminasi.
SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved