Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Menjelang Idul Adha, masyarakat digelisahkan dengan LSD (Lumpy Skin Disaese) atau penyakit lato-lato pada hewan ternak.
Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM Prof drh Widya Asmara SU PhD, menyatakan, LSD adalah penyakit pada sapi dan kerbau yang disebabkan oleh infeksi virus LSD.
Gejala yang timbul sangat bervariasi, dari ringan sampai berat. Menurutnya, gejala umum diawali dengan demam dan kadang diikuti dengan keluarnya ingus maupun leleran dari konjungtiva mata. Sedangkan gejala yang cukup jelas adalah dengan munculnya nodul-nodul pada kulit. Nodul atau bintil-bintil ini tampak menonjol dengan diameter 2-5 cm, berbatas jelas, tersebar di daerah leher, punggung, perineum, ekor, tungkai dan organ genital.
"Nodul tersebut kemudian akan nekrosis dan meninggalkan luka yang dalam. Selain gejala pada kulit, biasanya dapat juga diikuti gejala pneumonia dengan lesi di mulut dan saluran pernafasan," ungkap Widya dalam siaran pers dari Humas UGM, Senin (22/5).
Baca juga:
> TGS Ganjar Gelar Pelatihan Menyembelih Hewan Kurban Jelang Idul Adha
> Investasi Peternakan di Lahan Rawa Kalsel Dinilai Menjanjikan
Tanda-tanda lain hewan yang terkena juga jalan pincang, kurus, dan untuk sapi perah tidak lagi memproduksi susu. Pada kasus-kasus yang parah maka akan dapat menimbulkan kematian.
Widya menuturkan LSD termasuk dalam Famili Poxviridae yang dapat menular langsung melalui keropeng kulit, leleran dari hewan sakit. Sedangkan penularan tidak langsung dapat melalui peralatan yang tercemar virus, pakan dan minuman tercemar, ataupun melalui gigitan vektor (serangga penular).
Dia menambahkan untuk angka kematian sangat bervariasi. Semua sangat tergantung pada kondisi ternak dan ada atau tidaknya serangga penular seperti nyamuk, kutu, dan caplak.
"Pada umumnya morbiditas atau angka kesakitan dapat mencapai 10% dan mortalitas atau angka kematian 1%-3%," ungkapnya.
Sayangnya, belum ada obat khusus untuk LSD. Beberapa cara yang bisa dilakukan, menurut Widya, sapi dapat diberi antibiotik untuk mengurangi infeksi sekender dan obat pengurang rasa sakit agar hewan tetap mau makan. Apabila hewan dalam kondisi baik dan tidak parah maka hewan dapat sembuh.
"Tersedia vaksin untuk mencegah, tapi ini untuk sapi yang tidak terinfeksi oleh virus LSD," katanya.
Baca juga: Pasien Talasemia Dilarang Makan Hati Sapi
Sebagai upaya antisipasi agar tidak semakin menyebar disarankan untuk hewan yang sehat dapat diberikan vaksin. Dapat dilakukan pula upaya-upaya biosekuriti yang baik misalnya dengan meningkatkan kebersihan kandang, memberantas serangga penular seperti nyamuk, kutu, dan caplak.
Selain itu, dapat pula dilakukan pengawasan lalu-lintas ternak untuk mencegah masuknya hewan sakit. Virus pun dapat dibersihkan dengan beberapa larutan seperti ether (20%), kloroform, formalin (1%), fenol (2% selama 15 menit), natrium hipoklorit (2%-3%), senyawa yodium (pengenceran 1:33) dan senyawa amonium kuaterner (0,5%).
Kemudian dengan mengacu panduan FAO, Widya menambahkan karkas dari hewan yang menunjukkan lesi kulit bersifat lokal-ringan dan tidak ada demam maka harus dibuang bagian yang terkena karena tidak layak untuk dikonsumsi dan harus dimusnahkan. Sedangkan bagian yang tidak ada lesi masih diperbolehkan untuk konsumsi setelah dimasak dengan pemanasan yang baik.
"Tentunya karkas yang berasal dari hewan dengan kasus akut atau parah dilarang untuk dikonsumsi," jelasnya. (Z-6)
Kedatangan hewan-hewan ini merupakan langkah konkret importir Jawa Timur dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pengembangan sektor pariwisata.
Baznas menilai Banyuwangi sebagai lokasi strategis untuk mengembangkan program pemberdayaan.
Kabupaten Blora dipilih sebagai lokasi pengembangan Balai Ternak karena memiliki potensi besar dalam bidang peternakan domba.
Pemilihan Trenggalek sebagai lokasi program didasarkan pada potensi lokal yang tinggi dalam pengembangan peternakan domba.
Program Balai Ternak merupakan bagian dari upaya Baznas dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui pengelolaan ternak secara komunal.
JELANG perayaan Idulfitri, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) tetap optimal di seluruh Indonesia.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
DINAS Pertanian dan Perikanan Pekanbaru memastikan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Kota Pekanbaru pada momen Idul Adha 1446 H dalam kondisi sehat. Sapi simental berbobot nyaris 1 ton
Rijalul mengungkapkan program Flash Sale Qurban ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat dalam berkurban.
Simak tips perencanaan keuangan kurban Idul Adha 2026 dari Dompet Dhuafa. Tersedia pilihan harga fleksibel untuk distribusi dalam dan luar negeri.
Anak-anak antusias melihat hewan kurban yang dijual di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.
Ia mengatakan pada awalnya sebanyak 21 ribu ekor sapi yang siapkan. Namun, di tengah perjalanan ada penambahan permintaan sebanyak 9.000 ekor sapi yang dikirim dari Sumbawa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved