Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 13 orang pengedar narkoba ditangkap di Tanjung Pinggir, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Berbagai macam barang bukti narkoba turut diamankan dalam pengungkapan kasus peredaran narkoba itu.
Anggota DPR RI Junimart Girsang mengatakan bahwa pengungkapan kasus narkoba dengan jumlah terduga pelaku yang cukup banyak tersebut bukan dilakukan oleh TNI.
"Yang mengungkap kasus tersebut TNI, bukan jajaran Polda Sumut. Pihak kepolisian hanya menerima ke-13 terduga pelaku dari hasil pengamanan TNI," ujar Junimart dalam keterangannya, Rabu (17/5).
Baca juga: Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Internasional dengan Modus Mencampur Bensin Cair
Anggota DPR RI yang berasal dari dapil Sumut tersebut menerangkan personal TNI mengamankan para terduga pelaku kejahatan narkoba pada Selasa malam kemarin. Lalu diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti pada hari ini, Rabu (17/5).
"Intel Kodim yang menggerebek markas narkoba, personal polisi reserse narkoba entah ke mana. Ini bentuk tidak seriusnya Kapolda Sumut dalam menangani penegakan hukum di Sumatera Utara sebagaimana seperti yang saya sampaikan beberapa waktu yang lalu," tegas Junimart.
Baca juga: Pengedar Narkoba Jaringan Iran Selundupkan 264,72 Kg Sabu Cair Dicampur Bensin di Banten
Belakangan, kinerja Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terus menuai sorotan publik. Bahkan banyak kasus terkait narkoba, perjudian, mafia pertanahan dan perampokan (begal) yang viral di media sosial.
Bahkan kasus yang menyangkut internal Polda Sumut yakni misteri kematian Bripka AS terkait penggelapan pajak kendaraan menyangkut penyidikan dan kasus terkait AKBP Achiruddin Hasibuan dan anaknya juga masih tidak jelas arahnya.
“Saya minta kembali komitmen Kapolri agar konsisten dan konsekuen dalam Presisi-nya termasuk semboyan tentang kepala dan ekor yang luarbiasa itu, evaluasi dan segera copot Kapoldasu," tandasnya. (Z-10)
Mereka menjadi tersangka kasus dugaan pencucian uang yang berkaitan dengan bisnis peredaran gelap narkoba Koko Erwin.
Tersangka terakhir yang keluar adalah CA, anak Koko Erwin. Tangannya tampak tidak diborgol dan hanya menundukkan wajah saat berjalan.
Bareskrim Polri merinci jenis narkotika yang diedarkan Andre Fernando alias The Doctor, mulai dari sabu hingga etomidate dengan nilai transaksi miliaran rupiah.
Bareskrim Polri mengungkap pelarian Andre Fernando alias The Doctor yang sempat membuang iPhone di jalan tol Malaysia sebelum ditangkap di Penang.
Bareskrim Polri mengamankan 10 barang bukti mewah, termasuk iPhone 17 Pro Max dan Rolex, saat menangkap bandar narkoba Andre Fernando alias The Doctor.
Bareskrim Polri mengungkap peran Andre Fernando alias The Doctor sebagai perantara dua bos besar narkoba asal Malaysia dan Aceh untuk pasar Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved