Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat meminta agar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) tetap digelar pada tahun ini dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat.
Ketua PWNU NTB Prof TGH Masnun Tahir meminta agar muktamar segera digelar tahun ini, kendati dalam situasi pandemi covid-19 yang belum sepenuhnya normal. Hal itu menyusul perkembangan kasus pandemi yang justru terus membaik ditandai dengan penurunan level PPKM di semua daerah.
"Yang utama, bagaimana memperhatikan ketaatan warga untuk mengikuti serta menyukseskan program vaksinasi yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama dengan organisasi sosial keagamaan, termasuk kami dari PWNU NTB," ujar Prof Masnun dalam keterangan tertulis diterima wartawan di Mataram, Jumat (24/9). Menurut Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram itu, pihaknya memberikan kelonggaran kepada semua PCNU ataupun MWC hingga ranting NU yang sudah habis masa khidmatnya pada 2021 untuk melaksanakan permusyawaratan di levelnya masing-masing.
"Jadi, sikap PWNU NTB juga selaras dengan pelaksanaan Munas dan Kombes NU pada 25-26 September 2021 di Jakarta sekaligus mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-34 tahun 2021 di Lampung tetap mempertimbangkan
protokol kesehatan (prokes) covid-19," kata Prof Masnun.
Baca juga: Tidak Kuat Menanjak, Truk Sampah Terguling di Jalan Kolonel Masturi
Mekanisme dalam Muktamar ke-34 di Lampung, kata dia, PWNU NTB masih memandang pemilihan Rais Am tetap dilakukan oleh ulama yang tergabung dalam tim Ahlul Halli wal Aqdi. Pemilihan dilakukan oleh PWNU dan PCNU untuk Ketua Umum Tanfidziah. "Hal ini sesuai dengan pada Muktamar NU ke-33 di Jombang pada 2015," katanya. (Ant/OL-14)
Seluruh keputusan dalam muktamar harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu.
Arah pemilihan Rais Aam melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) saat ini sangat dipengaruhi oleh konfigurasi kepentingan para aktor utama di posisi Ketua Umum.
DESAKAN agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera menggelar muktamar NU terus menguat. Kali ini, Forum Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia mendesak muktamar
Rangkaian menuju Muktamar ke-35 sendiri akan didahului oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada April 2026.
Gus Lilur merasa prihatin jika tradisi besar seperti pesantren dan bahtsul masail terpinggirkan oleh kepentingan elektoral.
TOKOH Nahdatul Ulama (NU) HRM. Khallilur R Abdullah Sahlawiy atau biasa disapa Gus Lilur mengingatkan, penyelenggaraan Muktamar NU mendatang harus bebas dari politik uang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved