Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGELOLA Pasar Wisata Curug Titang di Desa Nampirejo, Temanggung, Jawa Tengah menyebutkan perputaran uang di pasar tersebut tergolong tinggi, hingga mencapai Rp13 juta sekali gelaran pasar. Keberadaan pasar amat berpengaruh dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekitar karena ada lahan ekonomi baru. Sekaligus sebagai sarana pembelajaran untuk lebih sadar wisata.
Pasar Wisata Curug Titang berada di Dusun Titang, Desa Nampirejo, Temanggung, Jawa Tengah, sekitar enam kilometer dari pusat kota. Lokasinya berada sekitar 100 an meter dari Curug Titang. Pasar tersebut digelar hanya sekali dalam sebulan, yakni setiap hari pasaran Minggu Pahing sejak pukul 06.30 hingga 12.00 wib.
"Kami juga salah satu perintis Pasar Curug Titang. Keberadaan pasar ini mensuport para pedagang. Ini potensi wisata tiap Minggu Pahing," ujar Widati, Pengelola Pasar Curug Titang di Temanggung, Rabu (3/3).
Pandemi covid-19 membuat pasar sempat berhenti beroperasi selama sekitar tujuh bulan. Kemudian dibuka kembali pada Bulan September tahun lalu. Sebelum pandemi covid-19, pasar selalu didatangi rata-rata 300 an pengunjung tiap kali gelaran. Perputaran uang di sana terbilang tinggi, yakni mencapai kisatan Rp8 juta hingga Rp9 juta per gelaran. Kini setelah pasar dibuka kembali, perputaran uangnya bahkan sampai menyentuh angka Rp13 juta per gelaran pasar.
Kebanyakan pengunjung datang dari luar kota, di antaranya Magelang, Semarang, dan Yogyakarta. Banyak pula warga Temanggung dari perantauan yang pulang kampung sengaja mampir ke Pasar Curug Titang.
Pengunjung yang ingin berbelanja harus menukar uang dengan koin sebagai mata uang di pasar tersebut. Tiap satu koin bernilai Rp 2000. Koin bisa dibelanjakan di sejumlah stan yang dikelola oleh 35 pedagang yang berasal dari penduduk lokal. Ada beragam makanan dan sayuran dijual di sana. Antara lain kopi, jajanan ndeso seperti thiwul, cethot, cethil, nasi jagung, dan nasi gono. Tiap stan dikenakan uang meja dan uang operasional sebesar Rp20 ribu untuk pengelolaan pasar.
baca juga: Bandara Ngurah Rai Hanya Layani 157 Ribu Penumpang Selama Februari
"Orang datang untuk menikmati kuliner. Mereka juga ikut senam bersama, dan menonton pertunjukan kesenian tradisional. Senam wajib untuk pengunjung dan pedagang sebelum aktivitas untuk menyehatkan warga," lanjut Widati.
Sapto San, salah seorang pedagang kopi mengaku bisa meraup omzet antara Rp700 ribu hingga Rp800 ribu setiap kali ada gelaran Pasar Curug Titang. Diakuinya, keberadaan pasar tersebut amat membantu menyejahterakan perekonomiannya.
"Tiap gelaran pasar paling banyak omzet kopi bisa dapat Rp700-Rp800 ribu," ujar Sapto San. (OL-3)
Program Mudik ke Jakarta yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat respons positif dan dinilai memberi dampak nyata bagi para mitra selama periode Lebaran 2026
KBRI Warsawa sukses gelar FamTrip 2026 untuk tour operator Polandia guna promosikan destinasi Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta sebagai pasar potensial Eropa.
Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Australia mendorong hadirnya pameran wisata yang menawarkan beragam kemudahan, promo menarik, dan inspirasi perjalanan.
PT Pelangi Hotel Internasional (PHI Group) memborong dua penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Grand Honors 2026.
Dewan Pakar Pariwisata Taufan Rahmadi menekankan pentingnya destinasi alternatif di Labuan Bajo untuk cegah overtourism dan menjaga ekosistem Komodo.
FHTB 2026 hadir kembali di BNDCC Bali pada 28-30 April 2026. Menampilkan 200+ perusahaan global, kompetisi kuliner, dan tren pariwisata berkelanjutan.
Inkoppas menegaskan kelangkaan plastik tidak menjadi isu utama yang mengganggu pasar rakyat saat ini, tetapi kenaikan biaya transportasi akibat isu kenaikan harga solar.
Berdasarkan pantauan, pada Minggu (29/3), ketinggian sampah do Pasar Induk Kramat Jati bahkan telah melampaui lampu penerangan jalan, namun tidak terlihat adanya aktivitas pengangkutan.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Kopi luwak dikenal dengan proses produksi unik melalui fermentasi alami oleh Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus).
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved