Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRESTA Tasikmalaya melakukan pemusnahan ribuan botol minuman keras dan ratusan petasan di Taman Kota Tasikmalaya, Kamis (31/12) sore. Pemusnahan tersebut dilakukan hasil operasi yang dilakukan aparat polisi selama 6 bulan.
Kepala Kepolisian Polresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan mengataka pemusnahan dilakukan secara terbuka untuk menjadikan pengingat bagi masyarakat supaya tidak lagi menggelar perayaan tahun baru dengan cara pesta miras maupun menyalakan petasan.
"Sudah ada larangan bagi masyarakat agar tak merayakan tahun baru dengan berkumpul di tengah pandemi Covid-19. Karena saat malam tahun baru rawan terjadinya pesta miras dan diharapkan dalam perayaan tak terjadi. Polisi akan terus berupaya melakukan razia di sejumlah daerah agar peredaran miras tidak lagi dijual," katanya, Kamis (31/12).
Ia mengatakan, Kota Tasikmalaya sudah ada aturan melarang konsumsi minuman keras dan beberapa kasus kejahatan yang diawali dengan kasus miras. Berdasarkan data dari Kepolisian miras yang dimusnahkan berjumlah 3.315 botol berbagai merek dan 1.137 liter miras oplosan jenis tuak hingga 567 butir petasan. Miras tersebut disita dari para pedagang jamu.
baca juga: Polisi Bongkar Penyelundupan Narkoba di Lapas Cianjur
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf memgatakan peredaran minuman keras berada di wilayahnya cukup sulit diberantas karena pedagang melakukan penjualannya secara sembunyi-sembunyi. Dan selama ini sudah jelas melarang peredaran itu mengingat selama ini telah adanya peraturan daerah.
"Ke depannya Kota Tasikmalaya harus bebas dari peredaran minuman keras. Dan sekarang ini harus banyak mudharat yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi miras. Kami tidak mau adanya alasan untuk menghangatkan badan, tapi kenyataannya jadi mabok dan saya tetap meminta agar aparat terus melakukan razia agar kota santri bebas dari minuman keras," paparnya. (OL-3)
Mengulas kembali Tragedi Trowek 1995, kecelakaan kereta api maut di Tasikmalaya akibat rem blong yang menjadi pelajaran berharga bagi keselamatan transportasi Indonesia.
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Lima pekerja bangunan di Salopa, Tasikmalaya, tersambar petir saat istirahat. Empat orang luka ringan, satu pekerja jalani perawatan intensif akibat luka bakar.
Seorang bocah di Tasikmalaya meninggal dunia setelah 25 hari dirawat akibat gigitan ular weling saat tidur. Simak kronologi lengkapnya di sini.
Sebanyak 445 jemaah haji Kloter 04 KJT asal Kota Tasikmalaya diberangkatkan Kamis (23/4) pagi setelah mengalami perubahan jadwal keberangkatan.
Iyan Yuliantini, pensiunan guru SLB di Tasikmalaya, merintis UMKM telur asin dengan melibatkan alumni SLB untuk mewujudkan kemandirian ekonomi disabilitas.
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/SL berhasil menggagalkan penyelundupan 192 botol miras ilegal di Sebatik Barat, Nunukan, Kalimantan Utara.
JELANG bulan suci Ramadan, jajaran Polresta Cirebon menyita ratusan botol minuman keras (miras) melalui razia penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah wilayah.
Polrestabes Makassar mengamankan ribuan botol minuman keras (miras) dari sebuah toko di Jalan Kandea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Pantauan di lokasi gudang tersebut dalam kondisi tertutup, tetapi tiap malam sering kali banyaknya pengendara keluar masuk membeli minuman keras.
Ratusan botol miras tersebut diamankan dari sejumlah warung, rumah, garasi hingga kandang ayam di wilayah Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Pengungkapan besar-besaran minuman beralkohol ilegal di Manado menjadi sinyal kuat bahwa wilayah itu tengah dibanjiri peredaran miras tanpa izin yang menggerus pendapatan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved