Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Maluku Utara menangkap 2 orang warga Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara yang menangkap ikan menggunakan bahan peledak. Insialnya RT alias Tama (44) dan SM alias Tole (19). Keduanya diringkus di wilayah perairan Pulau Kabihu, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara pada 1 Agustus 2020.
Direktur Polisi Air dan Udara Polda Maluku Utara, Kombes Pol R. Djarot Agung Riadi didampingi Kabid Humas AKBP Adip Riojikan dalam konfrensi pers di mako Polairud Malut, Senin (10/8) mengatakan kedua tersangka yang diamankan tersebut memiliki peran masing-masing, termasuk sebagai penyelam ketika bom atau bahan peledak sudah selesai dipakai.
"Para terduga pelaku ini tidak bekerja sendiri tetapi bersama dengan kelompok. Ada kurang lebih 12 orang yang berhasil kabur dan saat ini sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO)," kata Jarod, Senin (10/8)
Para terduga pelaku, lanjutnya, menggunakan Kapal KM Shohiibusunnah 001. "ABK kurang lebih 14 orang. Dua orang berhasil diamankan dan 12 orang lainnya kabur," ujar Jarod.
Bahan peledak yang digunakan dalam aksi ini adalah bahan pupuk merek Cantik dan minyak tanah, yang dikemas dalam botol air mineral, botol bekas minuman keras (bir), jerigen kapasitas 5 liter. Peleda dan disimpan pda 3 buah coolbox dengan jumlah kurang lebih 17 buah.
Baca juga: 1500 Personel Polda Sumsel Tangani Karhutla 10 Kabupaten
Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 1 Ayat (1) dan (3) UU Nomor 12 Tahun 1951 Tentang Darurat, Pasal 84 Ayat (1), Ayat (2) dan Ayat (3) UU Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan serta Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 Kuhpidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (Ol-14)
PT Weda Bay Nickel resmi meraih sertifikasi ISO 14001 dan ISO 45001, memperkuat komitmen ESG dan standar keselamatan kerja di industri nikel global.
BMKG memprediksi frekuensi gempabumi susulan pascagempa utama berkekuatan Magnitudo (M) 7,6 di Maluku Utara akan terus menunjukkan tren penurunan.
Sekitar 70 warga di Kelurahan Mayau Kecamatan Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara memilih mengungsi secara mandiri ke perbukitan.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Pulau Batang Dua, Ternate.
BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami usai gempa M7.6 di Maluku Utara. Sempat terjadi kenaikan muka air laut dan 48 gempa susulan terpantau.
PULUHAN penumpang Kapal Motor (KM) Nazila 05 yang sempat dilaporkan hilang setelah tenggelam di perairan utara Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, ditemukan dalam kondisi selamat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved