Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mencatat sebanyak sepuluh kecamatan di wilayah Banyuwangi rawan terjadi bencana banjir.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Eka Muharam saat ditanya Media Indonesia, Sabtu (1/4), sepuluh kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Wongosorjo, Kalipuro, Banyuwangi, Blimbingsari, Kabat, Rogojampi, Muncar, Singojuruh, Siliragung, dan Pesanggaran.
"Sepuluh kecamatan tersebut rawan terjadi bencana banjir," kata Eka.
Baca juga: Pemprov Jateng Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Jakarta
Eka juga menjelaskan di wilayah Banyuwangi terdapat ratusan aliran sungai, yang tersebar di seluruh kecamatan.
Dengan banyaknya aliran sungai itu, Kabupaten Banyuwangi tidak terlepas dari ancaman banjir yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
"Banyuwangi itu ada lebih dari 139 aliran sungai, sehingga potensi terjadinya banjir sangat tinggi, "jelas Eka.
Ia juga mengatakan banjir yang terjadi di Banyuwangi, tidak datang secara tiba-tiba, melainkan ada penyebabnya. Seperti pendangkalan dan penyempitan aliran sungai.
"Sekarang ini kan sungai banyak mengalami pendagkalan dan penyempitan, sehingga fungsi sungai itu menjadi terganggu dengan adanya itu," katanya.
Selain faktor pendangkalan, ia juga menambahkan faktor manusia, seperti masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan. Sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan banjir.
"Selain faktor alam dan pembangunan infrastruktur, juga faktor manusia, seperti mereka yang membuang sampah ke sungai, "Tuturnya.
Eka juga mengajak kepada masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, termasuk tidak membuang sampah secara sembarangan.
"Masyarakat harus punya kesadaran moral seperti tidak membuang sampah sembarangan, "ajaknya.
Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada, karena saat ini telah masuk musim hujan, sehingga banyak potensi terjadi bencana seperti, banjir, tanah longsor dan angin kencang.
"Saat ini masuk musim hujan masyarakat harus waspada, tetap berhati-hati. Jika hujan lebat sedang berkendara dan menghalangi jarak pandang maka berhentilah. Jika ada angin kencang maka carilah tempat yang aman. Itu yang kita harapkan," pungkasnya. (OL-2)
Warga suku Osing membawa wadah berisi makanan tradisional pecel ayam menuju sumber mata air Mangarang saat ritual adat Ithuk-ithukan di Kampung Anyar, Rejopuro, Banyuwangi.
Program yang dijalankan melalui inisiatif BNI Berbagi ini dilakukan dengan pendekatan kolaboratif bersama masyarakat lokal, kelompok pengawas pesisir, serta pemerintah daerah.
Proses pendaftaran yang sebelumnya bersifat manual dan kurang transparan berubah menjadi sistem digital yang otomatis dan bisa dilacak.
Sejumlah nelayan mencari kerang hijau di Pantai Satelit, Banyuwangi, Jawa Timur.
Lomba keterampilan disabilitas menjadi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan potensi dan bakat.
Pertunjukan tari dan sepak bola api adalah tradisi warga Papring untuk menyambut bulan purnama sekaligus melestarikan budaya daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved