Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANA tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meminta pemberlakuan batas jam operasional kendaraan berat atau truk besar terkait terus berulangnya kecelakaan truk yang memakan korban banyak di wilayahnya.
Terakhir kecelakaan truk di Jalan Sultan Agung persisnya depan SDN II dan III Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, mengakibatkan 33 korban yakni 10 orang tewas yang terdiri dari 4 anak-anak atau siswa dan 6 dewasa. Selain itu, 23 orang luka berat dan ringan yaitu 18 anak-anak dan 5 dewasa.
"Saya sudah usulkan sejak 13 Agustus ke BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) karena beberapa jalan protokol adalah jalan nasional," kata Tri Adhianto, Kamis (1/9).
Ia menjelaskan, saat ini tim terkait masih mengidentifikasi peristiwa yang memakan banyak korban ini.
"Salah satunya jam operasional truk akan kami batasi dalam jam-jam padat," ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya berharap semoga kecelakaan tidak terjadi lagi di Kota Bekasi.
"Evaluasi menyeluruh segera dilakukan agar tidak terjadi kembali peristiwa seperti ini," tukasnya.
Baca juga: Polisi Amankan Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Bekasi
Tri mengungkapkan, pihaknya menyampaikan bela sungkawa atas kejadian yang menewaskan dan melukai beberapa korban. Adapun para korban telah langsung dibawa ke RSUD Chasbullah Abdul Majid (CAM) dan RS Ananda untuk dirawat.
"Ucapan duka cita mendalam bagi para korban. Petugas langsung secara cepat mengevakuasi korban untuk dibawa ke RSUD CAM dan RS Ananda," ungkapnya.
Tri memastikan, pihaknya melakukan percepatan bagi korban kecelakaan yang mengalami luka-luka untuk segera ditangani. Selain itu juga meminta data-data siswa yang menjadi korban kepada pihak sekolah.
Plt Wali Kota juga meminta Kadisdik untuk meliburkan sekolah terdampak selama beberapa hari ke depan untuk trauma healing bagi siswa.
"Saat ini sekolah kita liburkan sementara untuk menenangkan keluarga korban kecelakaan," jelasnya.
Ia menambahkan, empati dan bantuan kepada keluarga korban segera disalurkan. Terutama bantuan psikologis kepada keluarga dan lingkungan area kecelakaan. Sejauh ini, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Sosial telah memberikan bantuan berupa sembako untuk keluarga korban.(OL-5)
Tanah yang merupakan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II itu dibersihkan dari bangunan permanen dan semipermanen guna mengakselerasi proyek pembangunan infrastruktur jalan dan drainase
Transformasi Bekasi dari rawa menjadi kawasan modern. Cerita warga, sejarawan, dan pengamat kota menggambarkan perubahan wajah Bekasi yang terus berkembang.
Kegiatan ini diintegrasikan dengan program lokal bertajuk Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari).
Kebakaran hebat melanda SPBE Cimuning Bekasi, Rabu (1/4) malam. Sebanyak 12 orang luka-luka, belasan kendaraan hangus, dan puluhan bangunan terdampak ledakan gas.
Ledakan keras mengguncang Cimuning, Bekasi. Diduga berasal dari SPBE, api masih berkobar dan terdengar ledakan susulan. Warga panik, ambulans berdatangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved