Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Bekasi masih menunggu instruksi dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk ikut menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Saat ini pihaknya hanya akan memantau titik-titik perbatasan sambil menerapkan batas jam malam keluar warga.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, Pemkot Bekasi akan mengajukan rekomendasi pada Gubernur Jawa Barat dan anggota DPRD terkait penerapan PSBB di wilayah setempat. Sebab, hal ini tidak bisa hanya diputuskan pemerintah kota.
“Sebetulnya tanpa kita minta warga sudah melakukan semacam karantina wilayah masing-masing,” ungkap Rahmat di Bekasi, Selasa (7/4).
Menurut Rahmat, sejauh ini Pemerintah Kota Bekasi hanya melakukan pemantauan di 16 titik perbatasan wilayah serta menerapkan jam malam bagi warga untuk membantu Pemerintah Pusat memutus mata rantai penyebaran covid-19). Namun, bila dirasa perlu menerapkan PSBB seperti DKI Jakarta pihaknya akan ikut melakukan.
Baca juga : Jakarta Berharap PSBB Diperluas Hingga Bodetabek
“Kalau kita tidak menerapkan PSBB jadi harus cari alternatif lain, kan pada prinsipnya adalah bagaimana membuat orang diam di rumah, tapi yang tidak punya penghasilan pemerintah harus tanggung dalam kurun waktu 14 hari, selesai itu sebetulnya. Tapi kan butuh biaya besar,” jelas dia.
Rahmat mengatakan, pemerintah daerah masih mempertimbangkan situasi dan perkembangan covid -19 di Kota Bekasi. Meskipun jumlah ODP, PDP dan positif melonjak drastis di pekan ini. Namun, hingga saat ini sudah ada belasan warga yang dinyatakan sembuh dari covid-19.
Sementara berdasarkan data covid -19 Kota Bekasi hingga Selasa (7/4), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 819 orang.
Rinciannya ODP sebanyak 514 orang, PDP sebanyak 237 orang. Sedangkan yang positif 68 orang dan sembuh 13 orang. Untuk angka kematian pun mengalami peningkatan. Pada Senin (6/4) ada 38 angka kematian, Selasa (7/4) sudah terdata 42 kematian. (OL-7}
Tanah yang merupakan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II itu dibersihkan dari bangunan permanen dan semipermanen guna mengakselerasi proyek pembangunan infrastruktur jalan dan drainase
Transformasi Bekasi dari rawa menjadi kawasan modern. Cerita warga, sejarawan, dan pengamat kota menggambarkan perubahan wajah Bekasi yang terus berkembang.
Kegiatan ini diintegrasikan dengan program lokal bertajuk Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari).
Kebakaran hebat melanda SPBE Cimuning Bekasi, Rabu (1/4) malam. Sebanyak 12 orang luka-luka, belasan kendaraan hangus, dan puluhan bangunan terdampak ledakan gas.
Ledakan keras mengguncang Cimuning, Bekasi. Diduga berasal dari SPBE, api masih berkobar dan terdengar ledakan susulan. Warga panik, ambulans berdatangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved