Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA Jepang membuang limbah radioaktif nuklir dari PLTN Fukushima ke Samudera Pasifik mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan internasional. Pengamat maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC) Marcellus Hakeng Jayawibawa menyayangkan rencana Jepang membuang limbah radioaktif nuklir dari PLTN Fukushima ke Samudra Pasifik.
Menurutnya, pembuangan limbah radioaktif nuklir itu sangat berbahaya karena dampaknya bisa sangat luas.
“Saya menilai langkah ini sangat berbahaya, karena dapat memiliki dampak negatif yang tidak dapat diukur terhadap kesehatan manusia. Dan, perlu diingat bahwa air laut tidak mengenal batas negara. Oleh karena itu, saya percaya bahwa hal ini harus ditentang dan negara-negara di seluruh dunia harus bersama-sama menyuarakan penolakan terhadap rencana ini," tegasnya.
Baca juga: Jepang Ingin Buang Limbah Nuklir Fukushima, Ini Reaksi Korsel
Hakeng menambahkan, pembuangan limbah radioaktif nuklir juga akan berdampak pada negara-negara tetangga dan negara-negara di Kepulauan Pasifik. Air akan mengalir melintasi batas-batas negara dengan membawa bahan radioaktif nuklir.
"Pembuangan limbah ini juga akan mengganggu nelayan dalam penangkapan ikan mereka. Mereka berhak khawatir bahwa ikan yang mereka tangkap akan tercemar oleh limbah nuklir tersebut. Menjadi wajar ketika pemerintah China kemudian melarang impor ikan dari Jepang demi melindungi rakyatnya dari kemungkinan gangguan kesehatan yang ditimbulkan," ungkap dia.
Baca juga: PBB Restui Pelepasan Limbah Nuklir Jepang ke Samudera Pasifik
Menurutnya, Pemerintah Jepang seharusnya sudah memahami dengan baik prinsip-prinsip yang tercantum dalam UNCLOS 1982.
"Dalam Pasal 192 menyebutkan Negara-negara mempunyai kewajiban untuk melindungi dan melestarikan lingkungan laut," jelasnya.
Hakeng menyebut Pasal 194 UNCLOS 1982 yang mengatur tindakan untuk mencegah, mengurangi dan mengendalikan pencemaran lingkungan laut. Ia juga menegaskan ketidaksetujuan terhadap rencana itu yang dinilainya memposisikan laut sebagai tempat pembuangan sampah.
"Saya tidak setuju dengan penggunaan laut sebagai tempat pembuangan limbah radioaktif. Tindakan tersebut berpotensi merusak ekosistem, habitat, dan biota laut serta menurunkan kualitas lingkungan perairan samudera. Kerusakan yang ditimbulkan mungkin tidak hanya terjadi dalam jangka waktu pendek, tetapi juga dalam jangka waktu yang panjang. Apalagi jika tindakan Jepang kemudian diikuti oleh negara-negara lain di dunia yang merasa hal tersebut sah-sah saja, karena Jepang telah terlebih dahulu melakukannya. Oleh karena itu, saya dengan tegas menyatakan setop buang limbah radioaktif nuklir ke laut,” pungkasnya. (Z-7)
Musim dingin yang terlalu hangat menyebabkan bunga gagal mekar sempurna dan merusak tradisi ribuan tahun.
Gempa M 6,2 mengguncang Hokkaido, Jepang, Senin (27/4/2026) pagi. JMA melaporkan tidak ada potensi tsunami dan kondisi PLTN Tomari terpantau aman.
Jepang kembali diguncang gempa kuat. Kali ini, gempa magnitudo 6,1 melanda Hokkaido di tengah peringatan risiko megathrust yang baru saja dirilis otoritas.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Amari juga dikenal sebagai ajudan dekat mendiang Perdana Menteri Shinzo Abe.
Mengenang Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang. Simak daftar peserta, hasil final Brasil vs Jerman, hingga kontroversi wasit yang legendaris.
Satelit SWOT milik NASA-CNES berhasil merekam detail gelombang tsunami di Samudra Pasifik dengan resolusi tinggi, memperkuat sistem peringatan dini bencana.
BMKG rilis peringatan gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Indonesia 19-22 Maret 2026. Cek daftar wilayah dan imbauan keselamatan pelayarannya.
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Penjaga Pantai AS resmi menghentikan pencarian korban di Samudra Pasifik setelah serangan militer terhadap konvoi kapal penyelundup narkoba.
Kiribati menjadi negara pertama di dunia yang merayakan Tahun Baru 2026. Pergantian tahun di negara kepulauan di Samudra Pasifik tersebut terjadi saat waktu di Indonesia pukul 17.00 WIB.
Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap kapal di Samudra Pasifik Timur yang diduga digunakan untuk penyelundupan narkoba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved