Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Timur Tengah Smith Al Hadar menilai kekejian Israel terhadap warga Palestina yang terus berulang bebas dari sanksi. Pasalnya, Israel adalah sekutu Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
Tindakan Israel dan Rusia hampir sama di Palestina dan Ukraina tetapi AS memperlakukan keduanya berbeda. "Kalau dunia, AS dan sekutunya, menjatuhkan sanksi pada Israel, negara Zionis ini akan punah dengan cepat. Padahal, Israel adalah penjaga kepentingan AS dan sekutunya di Timur Tengah," ujarnya kepada Media Indonesia, Jumat (7/4).
Menurut dia penyikapan dunia terhadap Israel jauh berbeda dengan yang dialamatkan kepada Rusia. AS dan Eropa menjatuhkan puluhan sanksi kepada Moskow sejak menginvasi Ukraina.
Baca juga: Rusia dan Amerika Sampai Pada Fase Perang yang Memanas
Rusia harus dijatuhi sanksi agar kalah perang, lalu menjadi negara lemah. Selanjutnya Rusia akan jatuh kedalam dominasi AS dan sekutu Eropa. Selanjutnya, ancaman nuklir Rusia dilenyapkan dan Rusia dan satelitnya dijadikan pasar bagi produk AS dan sekutunya.
Sementara itu, Palestina juga tidak dapat mengharapkan keadilan lewat PBB. Hukum yang diadopsi PBB untuk mengatur anggotanya dibuat oleh negara pemenang perang dunia II, yaitu AS, Inggris, Prancis, dan Uni Soviet.
Baca juga: Israel Lakukan Serangan Ke Libanon dan Jalur Gaza
Itu sebabnya banyak negara dunia ketiga, termasuk Indonesia, sudah lama menuntut adanya reformasi PBB untuk mengakomodasi perubahan hukum internasional. Selama 70 tahun terakhir isu itu bergulir, tetapi AS dan sekutu di Eropa tidak setuju karena akan melemahkan hegemoni mereka.
"Pada 1960-an, Soekarno, Gamal Abdul Naser, Nehru, dan Yosep Bros Tito, membentuk Gerakan Non-Blok sebagai sikap resistensi terhadap dominasi AS dan sekutunya versus Uni Soviet dan satelitnya," ungkapnya.
Ia mengatakan dunia tidak berdaya meruntuhkan dominasi AS dan Eropa yang merupakan sekutu Israel. Menurut dia hanya ada dua cara untuk mengakhiri penindasan di Palestina.
Pertama, Palestina melakukan intifada terus-menerus tanpa jeda, yang akan memaksa Israel melakukan kekerasan tanpa henti. Ujungnya AS dan Eropa akan dipaksa oleh publiknya sendiri untuk menekan Israel membuat perdamaian dengan Palestina.
Kedua, negara Islam plus anggota GNB mengurangi ketergantungan ekonomi, teknologi, dan militer pada AS dan Eropa sehingga mereka bisa menjalankan politik luar negeri secara mandiri.
"Dengan begitu, mereka bisa menekan AS dan sekutunya untuk menyelesaikan isu Palestina. Kalau tidak, mereka akan membatasi hubungan ekonomi dengan AS dan Eropa," pungkasnya. (Cah/Z-7)
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
MER-C Indonesia menyampaikan bahwa RS Indonesia di Gaza utara merupakan bukti solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Tempo Scan memberikan layanan kesehatan gratis bagi 1.500 warga Palestina, terutama bagi kelompok rentan.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Selama periode yang sama, sebanyak 761 jasad warga Palestina telah ditemukan.
Serangan drone Israel di Beit Lahia, Gaza Utara, menewaskan lima warga sipil termasuk tiga anak-anak di dekat Masjid Al-Qassam. Simak selengkapnya.
Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) melaporkan lebih dari 23.000 warga Palestina ditangkap pasukan Israel sejak Oktober 2023, termasuk perempuan dan anak-anak.
Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese mengungkap praktik penyiksaan, pelecehan seksual, dan degradasi moral terhadap tahanan Palestina di penjara Israel.
Laporan Al Akhbar mengungkap pengalihan dana rekonstruksi Gaza sebesar US$17 miliar ke Israel di tengah ketegangan AS-Iran. Simak detail manuver politiknya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved