Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat meminta agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bertemu secara terbuka untuk membahas perilaku mengancam Rusia terhadap Ukraina dan penambahan pasukannya di perbatasan Ukraina dan di Belarus pada Senin (31/1).
Rusia telah mengumpulkan sekitar 100.000 tentara di dekat perbatasan dengan Ukraina, namun menyangkal berencana untuk menyerang.
Beberapa putaran pembicaraan telah berlangsung tanpa terobosan tetapi baik aliansi militer NATO yang dipimpin AS maupun Rusia tetap membuka pintu untuk dialog lebih lanjut.
"Rusia terlibat dalam tindakan destabilisasi lainnya yang ditujukan ke Ukraina, yang merupakan ancaman nyata bagi perdamaian dan keamanan internasional dan Piagam PBB," kata duta besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield dalam sebuah pernyataan.
"Ini bukan momen untuk menunggu dan melihat. Perhatian penuh dewan diperlukan sekarang dan kami berharap diskusi langsung dan terarah pada hari Senin," imbuhnya.
Baca juga: AS Optimistis Nord Stream 2 tidak akan Beroperasi Jika Rusia Menginvasi Ukraina
Setiap anggota Dewan Keamanan dapat meminta pemungutan suara prosedural untuk memblokir pertemuan tersebut.
Minimal sembilan suara diperlukan untuk memenangkan pemungutan suara seperti itu dan Tiongkok, Rusia, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis tidak dapat menggunakan hak veto mereka.
Para diplomat PBB mengatakan setiap upaya untuk menghentikan pertemuan pada hari Senin kemungkinan akan dikalahkan.
Dewan Keamanan PBB telah bertemu puluhan kali mengenai krisis di Ukraina sejak Rusia mencaplok Krimea pada tahun 2014. Dewan Keamanan tidak dapat mengambil tindakan apa pun karena Rusia adalah salah satu dari lima hak veto dewan tersebut.
“Saat kami melanjutkan upaya diplomasi tanpa henti untuk mengurangi ketegangan dalam menghadapi ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan Eropa dan global ini, Dewan Keamanan PBB adalah tempat penting untuk diplomasi,” kata Thomas-Greenfield.(Straitstimes/OL-5)
Raja Charles III sampaikan pidato krusial di depan Kongres AS. Tekankan pentingnya aliansi NATO, krisis iklim, hingga dukungan untuk Ukraina di tengah tensi politik.
Kim Jong Un memuji aksi bunuh diri tentara Korea Utara di medan perang Rusia-Ukraina demi hindari penangkapan. Simak detail kerja sama militer Pyongyang-Moskow.
Ukraina memperingati 40 tahun bencana Chernobyl di tengah konflik dengan Rusia. Risiko nuklir kembali jadi sorotan global.
Berdasarkan informasi yang diterima dari BNN mengenai adanya aktivitas mencurigakan terkait penggunaan narkotika oleh WNA di sebuah penginapan, Tim Patroli Kantor Imigrasi Ngurah Rai
Seorang pria bersenjata melakukan penembakan brutal di Distrik Holosiivskyi, Kyiv. Enam orang tewas dan belasan lainnya luka-luka dalam insiden langka ini.
IRGC hantam gudang sistem anti-drone Ukraina di Dubai. 21 personel Ukraina dikhawatirkan tewas dalam operasi yang menyasar aset militer pendukung AS di wilayah UEA.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Rusia memveto rancangan resolusi DK PBB terkait Selat Hormuz yang diajukan negara Timur Tengah. Moskow dan Tiongkok siapkan draf tandingan yang lebih seimbang.
Sumber diplomatik juga menyebutkan bahwa perbedaan pandangan tidak hanya terjadi di antara anggota tetap, tetapi juga di antara 10 anggota tidak tetap Dewan Keamanan.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan melakukan voting resolusi Selat Hormuz guna mengamankan jalur navigasi internasional dari ancaman blokade dan serangan.
Mereka juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan penjaga perdamaian.
INDONESIA menyerukan pertemuan darurat DK PBB dan mendesak penyelidikan yang cepat, menyeluruh, serta transparan terkait gugurnya anggota asal Indonesia di UNIFIL.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved