Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengusulkan 3 rekomendasi untuk mencegah gejala depresi pada peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS) sehingga pelayanan kesehatan tetap berjalan.
Ketua umum PB IDI Mohammad Adib Khumaidi menjelaskan terdapat 3 rekomendasi dari PB IDI yang sebetulnya sudah tercantum pada Pasal 31 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran yakni memperoleh perlindungan hukum, memperoleh insentif, dan dan dapat waktu istirahat.
"PPDS menjalankan pelayanan kepada pasien dan pembelajaran seperti tugas ilmiah dan bimbingan. Saya kira jadi sangat penting bahwa PPDS harus dapat insentif. Padahal UU 20/2013 menyebut bahwa PPDS perlu mendapatkan perlindungan hukum, waktu istirahat, dan insentif. Sayangnya UU 17/2023 tidak disebutkan detail/spesifik untuk peserta didik sehingga mendorong dari peraturan pemerintah (PP) untuk kemudian memberikan insentif," kata Adib dalam konferensi pers secara daring, Jumat (19/4).
Baca juga : Metode Skrining Kemenkes pada Calon Dokter Spesialis Dipertanyakan
Insentif juga sangat penting karena banyak PPDS sudah berkeluarga dan tidak mendapatkan pemasukan yang cukup karena waktunya digunakan untuk menempuh program PPDS. Sehingga beban finansial keluarga banyak kekurangan.
"PPDS sudah berkeluarga sehingga perlu insentif karena hal-hal ini bisa memicu kecemasan dan kesehatan mental PPDS. Jika satu faktor bisa diselesaikan maka bisa membantu PPDS," ucapnya.
Selanjutnya terkait waktu istirahat dibutuhkan karena PPDS/residen mengerjakan 2 pekerjaan sekaligus. Pertama, sebagai mahasiswa ia menjalani pembelajaran klinis dengan tugas ilmiah dan bimbingan. Peran kedua sebagai pelayan medis untuk melayani pasien.
Baca juga : Kemenkes: Tim Khusus akan Tindak Lanjuti Skrining Kejiwaan Peserta PPDS
Adib menyebut waktu pelayanan medis saja bisa lebih dari 80 jam per pekan dan belum ditambah waktu sebagai pembelajar/mahasiswa. Sehingga dibutuhkan waktu istirahat.
Pendidikan kedokteran yang cukup lama dan berjenjang juga bisa menjadi faktor seseorang mengalami stres. Jika dilihat fase akademik maka 4 tahun jalani pendidikan, pendidikan klinis 2 tahun, internship 1 tahun, kedokteran spesialis 3-6 tahun, dan sub spesialis 2 tahun.
"Jadi begitu rigidnya kedokteran di seluruh dunia. Jadi satu hal yang rigid dan fleksibilitasnya menjawabnya zaman karena kita mengutamakan keselamatan pasien yang harus didahului," ungkapnya.
Sebelumnya data dari Kementerian Kesehatan bahwa 22,4% peserta PPDS mengalami gejala depresi. Di antaranya 16,3% gejala depresi ringan; 4% gejala depresi sedang; 1,5 gejala persen dengan depresi sedang-berat; dan 0,6 persen gejala depresi berat.
Hasil tersebut merupakan skrining kesehatan jiwa yang menggunakan kuesioner Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9). Kuesioner dijawab oleh total 12.121 mahasiswa PPDS di 28 rumah sakit vertikal pada 21, 22, dan 24 Maret 2024. (Iam/Z-7)
PDSKJI menilai baliho film “Aku Harus Mati” berpotensi memicu kecemasan dan distres, terutama bagi kelompok rentan. Imbauan evaluasi pun disampaikan.
Bantuan tenaga profesional menjadi sangat mendesak ketika tekanan emosional mulai menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan komitmen semua pihak untuk mewujudkan upaya yang lebih baik dalam pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja.
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Paparan berita negatif berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental. Psikolog menjelaskan risiko vicarious trauma dan cara mencegahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa menghindari sepenuhnya stimulus yang berkaitan dengan trauma dalam jangka panjang dapat menghambat proses pemulihan.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Peran teman sangat penting untuk menerima cerita dan teman curhat itu perlu memberikan saran yang tepat.
Jerawat tak hanya masalah kulit. Pada remaja, kondisi ini bisa memicu kecemasan hingga depresi. Simak penjelasan dokter tentang dampak emosional dan cara mengatasinya.
LELAH mental atau mental fatigue adalah kondisi ketika seseorang merasa terkuras secara emosional dan pikiran akibat tekanan yang datang bertubi-tubi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved