Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Senyum manis menghiasi wajah Sri Hartanti. Ia menjadi salah satu penyandang disabilitas yang menerima bantuan usaha dari Kementerian Sosial.
Sudah sekian tahun sejak usaha menjahit ia tekuni. Akhirnya, tahun ini ia mendapat bantuan pemerintah. Ucapan syukur terlontar ketika Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso di Surakarta memberinya bantuan mesin obras berikut mejanya. Selain itu ia juga mendapat sembako untuk kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, saya diberi bantuan mesin obras. Saya sudah tidak usah repot-repot pergi obras di tempat lain. Saya senang sekali. Apalagi bantuannya tidak hanya mesin obras. Saya juga dapat sembako,” ucap perempuan 46 tahun itu dengan mata berkaca-kaca.
Baca juga: Langkah Menuju Kesetaraan Penyandang Disabilitas di Lingkungan BUMN
Mesin obras adalah alat yang didambakannya. Sebelumnya, ia mesti mengantarkan bahan pakaian yang akan diobras ke toko lain. Sebagai penderita lumpuh layu, ia memiliki mobilitas yang sangat terbatas. Untuk pergi ke toko obras, tentu Sri membutuhkan upaya ekstra.
“Saya tidak bisa jalan sejak usia satu tahun. Waktu itu kata ibu saya, saya sedang belajar jalan. kemudian saya sakit panas, terus disuntik sama mantri (tenaga Kesehatan). Disuntik terus kalau lagi panas, terus lemes, akhirnya saya tidak bisa jalan sampai sekarang,” ibu dua anak ini mengisahkan.
Baca juga: Tech to Empower 2023 Ingin Majukan UMKM Penyandang Disabilitas
Hidup sebagai penyandang disabilitas tidak mudah, namun ia menjalaninya dengan lapang dada. Sri kembali mengenang pada saat sekolah, SD dan SMP ia menimba ilmu di sekolah luar biasa. Ia pun sempat menerima diskriminasi dari teman-temannya.
“Waktu SMA, saya minder karena dianggap lemah oleh teman-teman. Yang mau bergaul dengan saya hanya satu atau dua orang. Karena itu saya berpikir waktu itu saya harus menunjukkan kalau saya mampu,” tutur warga Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta, itu.
Kini Sri Hartanti sudah menikah. Meskipun sang suami juga penyandang disabilitas, mereka tetap berjuang mengupayakan kesejahteraan untuk keluarganya. Sri menjahit baju dan sang suami berjualan es.
“Untuk menjahit, pendapatan sebulan sekitar Rp1,5 juta. Suami juga berjualan es. Pendapatannya cukup untuk hidup seadanya. Alhamdulillah, mendapat bantuan meja jualan es dan peralatannya, semoga bisa lebih laris,” ucapnya.
Sri berharap dapat lebih cepat menyelesaikan permintaan jahitan dari para pelanggannya. Ia bertekad selalu mandiri, tidak mengandalkan lingkungan sekitarnya, bahkan sangat ingin meringankan beban suami dan keluarganya.
Bantuan kepada Sri Hartanti diberikan dalam rangka Kampanye Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas yang diselenggarakan Sentra Prof. Dr. Suharso Surakarta. Total ada 4 orang penyandang disabilitas penerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi).
Bantuan Atensi untuk Klaster Disabilitas sebagai modal usaha, di antaranya berupa peralatan obras untuk menjahit baju, perlengkapan membuat kue, peralatan berjualan es dan motor roda tiga untuk keperluan mobilitas usaha penyandang disabilitas, dengan total mencapai Rp85.568.500.
“Bantuan menyasar para penyandang disabilitas. Mereka memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya. Negara melalui Kementerian Sosial memiliki tugas untuk melindungi dan memfasilitasi pemenuhan hak-hak mereka,” kata Plt Kepala Sentra Terpadu Dr. Soeharso, Supriyono, pada saat penyerahan bantuan. (Z-11)
Kegiatan yang bakalan digelar adalah Seminar Nasional Kebangsaan dengan menghadirkan berbagai narasumber dan pemecahan rekor MURI.
Pemerintah Australia berperan sebagai mitra pendukung yang memberikan pendanaan untuk berbagai program inklusi di sejumlah daerah di Indonesia, tidak terbatas di Balikpapan.
UGM menyediakan layanan dan penyesuaian bagi peserta disabilitas pada UTBK SNBT 2026 melalui asesmen kebutuhan, pendampingan, dan fasilitas khusus sesuai jenis disabilitas.
Iyan Yuliantini, pensiunan guru SLB di Tasikmalaya, merintis UMKM telur asin dengan melibatkan alumni SLB untuk mewujudkan kemandirian ekonomi disabilitas.
DUKUNGAN bagi penyandang disabilitas harus terus dikuatkan. Hal itu dapat dilakukan di antaranya melalui peningkatan kompetensi dan penyediaan ruang serta kesempatan di dunia kerja.
MK memutuskan penyakit kronis dapat dikategorikan sebagai disabilitas fisik melalui asesmen medis. Simak penjelasan ahli IPB University terkait dampaknya.
Kementerian Sosial menjalankan tiga fokus layanan utama, yaitu perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, serta pemberdayaan sosial.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi masyarakat miskin.
KEMENTERIAN Sosial memastikan pemulangan sekaligus penanganan lanjutan terhadap seorang WNI lanjut usia asal Tanjung Balai, Sumatra Utara, yang sebelumnya terlantar di Taiwan.
Cek status bansos PKH, BPNT, dan PIP April-Juni 2026. Cari tahu cara mendaftar, syarat, serta jadwal pencairan bantuan sosial di sini!
Adanya keselarasan momentum antara rencana pengalihan pengelolaan TMPNU dan agenda legislasi yang sedang disusun lembaganya.
Menurutnya, perilaku tidak disiplin mencederai semangat kerja tim dan menciptakan ketidakadilan di lingkungan kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved