Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBAWA anak mudik lebaran tentunya menyenangkan. Namun juga mengkhawatirkan juga. Pasalnya, perjalanan mudik biasanya panjang dan makan waktu.
Ditambah lagi dengan rutinitas yang berubah, seperti pola makanan tidak teratur, kurang tidur, serta asupan nutrisi seadanya. Belum lagi jika ia berhadapan dengan paparan kuman. Ini bisa membuat anak rentan sakit usai mudik Lebaran.
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan masalah pascalebaran umumnya tidak hanya sebatas pencernaan. Sejumlah masalah lain juga menghantui, seperti batuk pilek dan covid-19 yang sedang meningkat.
Baca juga: Waspada! Anak Bisa Terjangkit Penyakit Ini Pascalebaran
Piprim berharap orangtua dapat lebih bijaksana menghadapi gejala yang dihadapi anak. Untuk mencegah itu, berikut kiat yang harus diwaspadai orangtua.
Baca juga: Setelah Mudik, Jangan Lupa Lindungi Pernafasan Anak dari Berbagai Penyakit
Piprim mengatakan usai mudik, anak biasanya mengalami kelelahan karena perjalanan yang panjang kerap membuat anak kurang tidur. "Hal ini bisa mempengaruhi dan berpotensi untuk menurunkan daya tahan tubuh pada anak sehingga mudah terserang selesma (pilek), karena kecapean," ujarnya.
Piprim mengiggatkan pemulihan yang efektif, dapat dilakukan apabila tidur panjang. "Jangan sampai anak-anak baru kembali yang baru kembali sudah diajak rekreasi ke mana-mana, anak-anak jadi lelah juga itu berbahaya. Jadi tidur yang cukup, istirahat yang cukup juga sangat penting untuk kondisi mental anak," katanya, Kamis (27/4).
Piprim mengingatkan selama ini covid-19 belum hilang di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Jadi semua anak perlu dilengkapi dengan imunisasi.
"Covid belum hilang, dan mungkin menuju ke epidemi yang juga terpicu terhadap kerumunan, apalagi apabila anak-anak itu tidak dilengkapi dengan imunisasi yang adekuat, seperti imunisasi influenza dan imunisasi PCV, bisa berpotensi penyakit akibat kerumunan dengan banyak orang," jelas Ketua IDAI itu.
Sebagai informasi, Imunisasi atau vaksinasi influenza dapat mencegah virus influenza, sedangkan Vaksin PCV mencegah dari bakteri pneumokokus.
Mengutip laman IDAI, vaksin influenza dapat diberikan pada anak mulai usia 6 bulan dan diulang setiap tahun. Pada usia 6 bulan sampai 8 tahun imunisasi pertama diberikan 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Sedangkan di usia lebih dari 9 tahun, imunisasi pertama 1 dosis.
Jangan biarkan anak makan berlebihan dan sembarangan. Apalagi makanan dan minuman manis, seperti permen, es krim, dan cokelat karena dapat menimbulkan banyak keluhan sakit.
"Terlalu banyak makan sana sini, apalagi snack-snack, seperti kue lebaran yang banyak mengandung karbohidrat dan gula. Ini juga ada potensi kemudian mengalami berbagai penyakit seperti diare dan penyakit lain," ucap Piprim.
Manusia, kata Piprim didesain untuk lebih kuat berpuasa. Namun, saat melihat makanan berlimpah justru tidak tahan dan membuat banyak masalah.
"Karena pada dasarnya manusia itu, sebetulnya didesain untuk lebih kuat berpuasa. Sejak bayi baru lahir itu sudah kuat untuk berpuasa ketika Asi ibunya belum banyak bayi bisa berpuasa dari dua hari sampai tiga hari. Tetapi, ketika manusia berlimpah ruah makanan justru itu membuat banyak masalah terhadap kesehatan nya," pungkasnya.
Orangtua wajib memperhatikan dan mengingatkan anak selalu mencuci tangan pakai sabun, terutama sebelum makan. Mencuci tangan dapat mencegah kontaminasi kuman dari tangan ke makanan. Bila perlu, ibu membawa hand sanitizer saat bepergian untuk berjaga-jaga.
Kiat yang terakhir adalah asupan serat seperti sayuran yang mengandung selada, wortel, dan bayam. Tidak hanya itu bisa juga mengonsumsi buah-buahan guna mencegah sembelit. Selain itu, minta anak untuk duduk diam saat makan guna mengurangi risiko tersedak, muntah, dan perut kembung. (Z-3)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved