Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya mengukuhkan dua guru besar bidang Ekonomi dan Psikologi. Keduanya, yakni Prof. Dr. Weli, S.Kom., M.Si. sebagai guru besar Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Prof. Dr. Clara R.P. Ajisuksmo, M.Sc, Psikolog guru besar Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Rektor Unika Atma Jaya, Dr. A. Prasetyantoko di Auditorium Y15, Kampus I Semanggi, Unika Atma Jaya, Jumat (2/12/2022).
Rektor Unika Atma Jaya, A. Prasetyantoko mengapresiasi capaian keduanya sebagai profesor yang ke-23 dan ke-24 bagi Unika Atma Jaya. Pengukuhan dua guru besar baru tersebut tentu menambah energi bagi Unika Atma Jaya untuk semakin mengembangkan kualitas mutu akademik dalam situasi pasca pandemi dengan dua disiplin ilmu yang saling mendukung bahkan melengkapi dalam penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat.
“Peran lembaga pendidikan tinggi yang cukup penting adalah menghasilkan berbagai hasil penelitian dan kajian yang dapat memberikan manfaat bagi perbaikan standar kehidupan umat manusia. Penelitian dan kajian juga dilakukan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan produktif untuk menjamin pertumbuhan ekonomi. Hal ini menjadi semakin relevan jika dikaitkan dengan posisi tawar dan daya saing suatu bangsa,” kata Prasetyantoko dalam keterangannya, Sabtu (3/12).
Sementara itu, dalam orasi ilmiah, Prof. Weli, mengangkat tentang Kurikulum Sistem Informasi Akuntansi dalam Era Smart Society 5.0 untuk Akuntan Profesional berkelanjutan. Dalam penelitiannya di bidang ilmu ekonomi isu disrupsi profesi akuntan yang diprediksi akibat transformasi digital pada era revolusi industri 4.0, sebenarnya merupakan peluang yang besar bagi seluruh insan pendidikan akuntansi. "Kemajuan teknologi seharusnya membuat akuntan menjadi lebih mampu memenuhi keinginannya dalam bekerja," ucap Prof. Weli.
Selanjutnya, Prof. Clara dalam orasi ilmiahnya menekankan pada persoalan pendidikan untuk anak marjinal. Saat ini, tidak semua anak dapat tepenuhi haknya di bidang pendidikan, secara khusus dari keluarga yang tidak mampu. "Masih banyak anak usia sekolah yang tidak sekolah. Jumlah anak laki-laki yang tidak sekolah lebih banyak daripada anak perempuan. Hal ini karena anak laki-laki dari keluarga miskin seringkali sudah dilibatkan dalam kegiatan ekonomi untuk membantu menunjang kehidupan keluarga," jelasnya.
Pada anak perempuan alasan putus sekolah lebih banyak karena menikah. Juga kenyataan, bahwa penduduk yang bekerja didominasi oleh tamatan SD ke bawah.
Hal itu, kata Prof. Clara menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia masih sangat rendah. Mutu sumber daya manusia Indonesia belum dapat memenuhi standar kemampuan yang menjawab kebutuhan pasar kerja. (OL-12)
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
BINUS University mengukuhkan Prof. Rindang Widuri sebagai Guru Besar. Ia memperkenalkan konsep Audit 5.0 yang memadukan kecerdasan buatan dan nurani manusia.
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/Al) dan meningkatnya tekanan isu lingkungan kini mulai mengubah wajah dunia teknik sipil.
Universitas Mercu Buana (UMB) mengukuhkan dua Guru Besar perempuan tepat di Hari Kartini, simbol emansipasi dan kepemimpinan intelektual perempuan.
Universitas Pelita Harapan (UPH) mengukuhkan lima guru besar baru untuk memperkuat kontribusi akademik dalam menjawab tantangan strategis nasional.
Prof. Tanty Oktavia memaparkan pentingnya kolaborasi Human-AI dalam orasi ilmiahnya di BINUS University. Fokus pada sistem cerdas yang berorientasi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved