Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BIOREMEDIASI atau penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan seperti logam berat bisa dilakukan untuk memulihkan lingkungan. Pasalnya, tanah yang terkontaminasi logam berat mengandung racun yang membahayakan tanaman dan rantai makanan, termasuk kepada manusia.
Bioremediasi ini mampu mengubah pergerakan logam berat di dalam tanah supaya tidak dapat diambil oleh tanaman. Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Reginawati Hindersah mengatakan salah satu mikrooganisme yang bisa digunakan sebagai bioremediasi ialah Azotobacter.
Azotobacter biasa digunakan di bidang pertanian untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Bakteri ini dapat menggunakan nitrogen di alam, meningkatkan kesuburan tanah, dan merangsang pertumbuhan tanaman.
Baca juga: Anak Disabilitas Dua Kali Lipat Lebih Rentan Alami Kekerasan Seksual
Baca juga: Antisipasi Kenaikan Kasus, Prokes dan Booster Wajib Ditegakkan Kembali
Dia mampu bertahan di tempat kering karena membentuk sista, dan bisa menyintesis eksopolisakarida dari gula. “Eksopolisakarida dan juga keberadaan sista menyebabkan Azotobacter ini banyak sekali yang tahan terhadap logam berat,� jelasnya dilansir dari laman Unpad.
Selain eksopolisakarida, Prof Regina juga menyebutkan bahwa Azotobacter dapat bertahan pada logam berat karena menghasilkan pigmen dan kapsul atau lendir di permukaan Azobacter.
Terdapat dua mekanisme pada penggunaaan Azotobacter. Yang pertama ialah adanya ikatan ionik. Gugus-gugus fungsional bermuatan negatif pada eksopolisakardia bisa mengikat logam berat yang umumnya bermuatan positif sehingga tidak bisa bergerak di dalam tanah.
"Logam berat di dalam tanah yang bergerak menjadi bahaya karena menyebabkan toksisitas pada tanaman atau makhluk hidup lainnya,� imbuhnya.
Untuk mekanisme yang kedua, Azotobacter bisa menggerakan logam berat tanah dan diambil oleh tanaman fitoremediasi, atau tanaman yang khusus ditanam untuk mengekstrak logam berat di dalam tanah. Pergerakan ini dapat terjadi jika logam berat ini diikat dan membentuk Chelate EPS-(Heavy) Metal atau adanya ikatan koordinasi.
Spesies Azotobacter ini ada di mana-mana, baik di tanah netral dan tanah basa lemah, tetapi tidak di tanah asam. Mereka juga ditemukan di tanah Arktik dan Antartika meskipun iklimnya dingin. Di tanah kering, Azotobacter dapat bertahan hidup dalam bentuk kista hingga 24 tahun. (H-2)
Pakar IPB Prof Ahmad Budiaman tegaskan pentingnya menjaga ekosistem hutan berdasarkan prinsip Islam dan Al-Qur'an untuk cegah bencana alam.
Studi terbaru mengungkap mikroplastik di sungai dan pesisir membawa biofilm berbahaya yang memicu resistensi antibiotik.
Setiap prosedur hemodialisis untuk mengatasi gagal ginjal membutuhkan infrastruktur, energi listrik, dan air dalam jumlah besar.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Penguatan ekonomi hijau di kawasan ASEAN membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga internasional.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Program Save The Valley Journey menghadirkan rangkaian aktivitas edukatif seperti Ice Breaking Dance, Water Filter Making, dan Seed Bomb Making.
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved