Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Pancasila (UP) menggelar workshop Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (Lamemba) dan Pembahasan Kurikulum di Kampus UP, Jakarta, pada Selasa (21/6) hingga Jumat (24/6).
Workshop yang digelar secara luring dan dibuka Rektor UP Prof Dr Edie Toet Hendratno SH itu antara lain dihadiri Ketua Umum Asosiasi Program Studi S2 Akuntansi Indonesia (APSSAI) Prof Dr Abdul Halim MBA Akt.
Sekretaris Workshop Akreditasi Lamemba dan Pembahasan Kurikulum Dr.Sekar Mayangsari Ak CA MSi CMA menyampaikan workshop tersebut digelar berkaitan dengan pengembangan kurikulum berbasis outcome based education (OBE) serta sebagai bentuk sosialisasi akreditasi dari Lamemba.
"Kedua hal ini sangat penting karena kurikulum menjadi poin utama penilaian akreditasi baik nasional maupun internasional," katanya.
"Kenapa mesti berkumpul? Sebab, harus ada poin-poin untuk bisa mendapatkan learning outcome yang bisa disepakati seluruh pengelola program studi S2 Akuntansi," ujar Sekar.
"Artinya, minimal lulusan S2 Akuntansi memiliki pengetahuan, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan sikap tertentu. Jadi mesti memiliki keunikan dan harus melebihi standar supaya bisa meraih akreditasi unggul," terang Sekar.
Ketua Panitia Workshop Akreditasi Lamemba dan Pembahasan Kurikulum Dr. Ir. Mombang Sihite MM menyampaikan workshop ini sangat penting untuk menyamakan kualitas lulusan magister akuntansi agar mampu memberikan outcome yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Terlebih, kebutuhan industri sudah berubah saat ini. Digitalisasi dan big data misalnya bisa menjadi bagian kurikulum ke depan," katanya.
"Jadi kita tidak lagi bisa dengan menggunakan pola lama. Karena itu, kita perlu duduk bersama agar tidak masing-masing membuat kurikulum. Memang diakui setiap program studi memiliki kekhususan, tapi juga harus ada benang merah dari program studi tersebut," jelas Mombang.
Ketua Umum Asosiasi Program Studi S2 Akuntansi Indonesia (APSSAI) Prof.Dr.Abdul Halim, MBA ,Akt, menambahkan penetapan UP sebagai tuan rumah workshop kali ini dilakukan APSSAI secara aklamasi, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Kampus Okmin Upaya Tingkatkan SDM Pegunungan Bintang Papua
"Workshop kali ini merupakan pertemuan pertama APSSAI secara luring setelah pandemi," katanya.
Turut hadir sebagai peserta workshop yakni dari 37 perwakilan program studi S2 Akuntasi seluruh Indonesia, baik dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.
Menurut Abdul, pertemuan workshop ini perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi dalam menyusun kurikulum yang sesuai ketentuan pemerintah.
Pasalnya, dalam workshop akan muncul pemikiran-pemikiran baru, sehingga ada yang perlu disempurnakan, ditambah, dan dikurangi, lantaran kurikulum bersifat dinamis.
"Misalnya, kurikulum tidak lepas dari teknologi, bagaimana kurikulum kita ke depan. Itulah pentingnya kami menggelar pertemuan melalui workshop ini agar memiliki pandangan yang sama ke depan dalam menyusun kurikulum," urai Abdul.
Terbentuknya APSSAI tidak lepas dari upaya untuk menunjang kesuksesan program studi S2 Akuntansi dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.
APSSAI didirikan untuk mencapai tujuan kebersamaan agar pendidikan program studi S2 Akuntansi bisa berjalan searah.
Berdirinya APSSAI dirintis mulai dari proses pertemuan di Surabaya, Yogyakarta, Surakarta, dan Jakarta.
Secara legal formal, APSSAI berdiri sejak 2017. Saat ini sedikitnya 50 program studi S2 akuntansi dari perguruan tinggi se-Indonesia tercatat sebagai anggota APSSAI. (RO/OL-09)
Mendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menjaga pelaksanaan TKA agar tetap kredibel, transparan, dan berintegritas di seluruh wilayah Indonesia.
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengatasi kendala tersebut agar tidak terjadi di tahun berikutnya.
Dalam konteks ini, pendidikan vokasi seharusnya menjadi solusi strategis. Namun untuk memahami bagaimana seharusnya vokasi berfungsi, kita perlu melihat praktik terbaik global.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan komitmennya melakukan perbaikan besar-besaran sektor pendidikan, mulai dari renovasi fisik sekolah hingga penguatan kualitas pembelajaran.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Ia menjelaskan, upaya memperkuat kepercayaan publik dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan internal, penguatan kontrol terhadap hakim konstitusi.
Di tingkat nasional, Unika Atma Jaya menempati peringkat #4 PTS terbaik se-Indonesia dan peringkat #22 dari seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia.
Kolaborasi antara lembaga peradilan dan perguruan tinggi dinilai semakin penting dalam memperkuat pemahaman konstitusi di Indonesia.
Bagi mahasiswa internasional, memilih kampus tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga kenyamanan tempat tinggal dan jaminan keamanan.
Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam penyelenggaraan Program Sarjana-Magister Terintegrasi (PSMT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved